5 Warisan Umar bin Khattab yang Mengubah Pemerintahan Islam

5 Warisan Umar bin Khattab yang Mengubah Pemerintahan Islam

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Senin, 10 Agu 2026 16:15 WIB
Ilustrasi Umar bin Khattab
Ilustrasi Umar bin Khattab. Foto: Ilustrasi Fauzan Kamil/detikcom
Jakarta -

Umar bin Khattab RA merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang juga jadi pemimpin umat Islam usai wafatnya sang rasul. Beliau dikenal sebagai Khulafaur Rasyidin kedua setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Dilansir dari buku Sejarah Hukum Islam karya Fauzi, pemerintahan Khulafaur Rasyidin jadi masa-masa penting perjalanan Islam. Waktu tersebut bahkan disebut sebagai periode pembentukan fikih Islam.

Umar bin Khattab RA lahir pada tahun 582 M di Makkah dan menjadi khalifah pada tahun 634 M. Pemilihannya sebagai Khulafaur Rasyidin kedua dipertimbangkan lewat proses musyawarah dengan Abu Bakar yang mengusulkan agar dirinya menjadi pengganti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semasa pemerintahannya sebagai Khulafaur Rasyidin, Umar bin Khattab RA berjasa bagi perkembangan Islam. Lantas, apa saja warisan Umar RA yang mengubah pemerintahan Islam?

ADVERTISEMENT

5 Warisan Umar bin Khattab RA pada Pemerintahan Islam

Berikut warisan yang ditinggalkan Umar bin Khattab RA seperti dikutip dari buku Sejarah Pendidikan Islam karya Muhammad Tisna Nugraha.

1. Perluasan Wilayah Islam

Warisan Umar bin Khattab RA yang pertama adalah memperluas wilayah Islam dari timur sampai barat, yaitu mulai perbatasan India dan sebagian Asia Tengah sampai Afrika Utara. Banyak penaklukan yang dicapai oleh Umar RA, seperti pertempuran di Ajnadin yang berhasil menaklukkan Damaskus, kota-kota Suriah seperti Aleppo, Horn dan Antiokia.

2. Kalender Islam

Penanggalan Hijriah yang kini juga dikenal sebagai Kalender Islam merupakan warisan dari Umar bin Khattab RA. Pada bidang astronomi, umat Islam mulai mengembangkan ilmu falak sehingga menghasilkan penanggalan Hijriah.

Hal tersebut berperan penting dalam pelaksanaan kegiatan ibadah. Penetapan tanggal Hijriah didasarkan dengan mengikuti kalender peredaran bulan.

3. Perbaikan Pemerintahan

Semasa menjabat sebagai Khalifah, Umar bin Khattab RA membagi negara menjadi beberapa wilayah atau provinsi. Beliau juga melakukan patroli untuk menjaga ketertiban umum dan pasar, mendirikan baitul mal atau kas negara serta menugasi hakim di setiap wilayah.

Umar RA bahkan menata dewan musyawarah, yaitu dewan yang boleh dipilih menjadi khalifah. Anggota dewan ini terdiri dari Utsman bin Affan RA, Ali bin Abi Thalib RA, Zubair bin Awwam RA, Sa'ad bin Abi Waqqash RA, Abdurrahman bin Auf RA, dan Thalhah bin Ubaidillah RA.

4. Menjaga Al-Qur'an

Warisan lain yang ditinggalkan Umar bin Khattab RA adalah menjaga Al-Qur'an. Diterangkan dalam buku Biografi 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga karya Sujai Fadil, proses pengumpulan Al-Qur'an dicetuskan oleh Umar semenjak ia melihat banyak penghafal Al-Qur'an yang gugur dalam peperangan.

Sebetulnya, proses pembukuan sudah ada sejak masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Pembukuan Al-Qur'an itu rampung pada masa Utsman bin Affan RA.

5. Salat Tarawih 20 Rakaat Pertama

Salat tarawih 20 rakaat pertama juga ada pada masa Umar bin Khattab RA. Mulanya, beliau mengusulkan hal tersebut kepada para sahabat yang lain dan semuanya menyetujui hal itu.

Sejak saat itu, umat Islam melakukan salat tarawih 20 rakaat setiap Ramadan sampai pada khalifah-khalifah selanjutnya. Kecuali pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Wallahu a'lam.



(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads