Sholawat munjiyat adalah salah satu bacaan yang banyak diamalkan oleh muslim Indonesia. Sholawat ini juga disebut sebagai sholawat penyelamat.
Menurut buku Mukjizat Shalawat susunan Habib Abdullah Assegaf dan Hj Indriya R Dani, sholawat munjiyat juga sering dibaca sebagai doa khusus. Dengan mengamalkannya, niscaya muslim dilapangkan dari kesulitan hidup.
Perintah membaca sholawat sendiri tercantum dalam surah Al Ahzab ayat 56, Allah SWT berfirman:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."
Bacaan Sholawat Munjiyat
Berikut bacaan sholawat munjiyat yang dikutip dari buku Air Mata Santri di Negeri Pesantren oleh Nisa'atun Nafisah.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعلى آل سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَـــا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَـــاتِ
Allâhumma shalli 'alâ Sayyidinâ Muhammadin wa 'alâ âli Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî'il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî'al hâjati wa tuthahhirunâ bihâ min jamî'is sayyiâti wa tarfa'unâ bihâ 'indaka a'lad darajâti wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyati min jamî'il khairâti fil hayâti wa ba'dal mamâti
Artinya: "Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sholawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan; dengan sholawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami; dengan sholawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan; dengan sholawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi; dengan sholawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati."
Waktu Membaca Sholawat Munjiyat
Merujuk pada buku yang sama, tidak ada anjuran khusus mengenai waktu membaca sholawat munjiyat. Muslim bisa mengamalkannya kapan saja dan di mana saja.
Sholawat munjiyat bisa dibaca sesuai kesanggupan muslim. Misalnya, sholawat ini dibaca pada pagi hari sebanyak 40 kali.
Manfaat Sholawat Munjiyat
Dilansir buku Rahasia Sehat Berkah Shalawat karya Syukron Maksum, berikut manfaat sholawat munjiyat.
1. Diberi Kemudahan Menyelesaikan Persoalan
Mengamalkan sholawat munjiyat secara rutin akan diberi kemudahan untuk menyelesaikan persoalan. Disebutkan dalam Syarah Dalail Hasan, Ibnu Ali al-Asnawi mengatakan, "Barang siapa membaca sholawat ini untuk segala masalah dan bencana sebanyak seribu kali, maka Allah SWT akan menyelesaikan problemnya dan membebaskannya dari bencana, serta akan diluluskan harapannya."
2. Terhindar dari Musibah
Disebutkan bahwa membaca sholawat munjiyat hingga 100 kali setelah salat Tahajud dapat menjadi ikhtiar untuk memohon perlindungan dari musibah.
3. Dilindungi dari Penyakit
Muslim yang membaca sholawat munjiyat akan diberi perlindungan dari penyakit. Ini dikatakan oleh Sayyid Muhammad Affa ibn Abidin sebagaimana merujuk pada sumber yang sama.
"Barang siapa yang membacanya lebih banyak ketika wabah penyakit kolera melanda, maka ia akan aman dan selamat dari terjangkit penyakit menular tersebut. Dan barang siapa membacanya lebih banyak lagi dari bilangan sebelumnya ketika berada di atas perahu, maka ia akan selamat dari bencana tenggelam, dan barang siapa membacanya sebanyak lima ratus kali, maka ia akan mendapatkan kekayaan yang ia kehendaki insya Allah, ini benar-benar terbukti dan mujarab dalam semua yang telah disebutkan."
Wallahu a'lam.

Komentar Terbanyak
MUI Minta Koruptor Segera Tobat agar Tidak Menyesal
MUI Minta Pembayaran Zakat Diakui sebagai Pajak
Kongres Umat Islam VIII Bahas Hukuman Mati Koruptor, Tambang, hingga LGBT