Mengapa Habbatussauda Disebut Obat Segala Penyakit? Ini Makna Hadisnya

Mengapa Habbatussauda Disebut Obat Segala Penyakit? Ini Makna Hadisnya

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Jumat, 03 Jul 2026 09:30 WIB
Black cumin seeds on wooden spoon on wooden background.
Habbatussauda. Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrei310
Jakarta -

Habbatussauda atau jintan hitam telah lama dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Bagi umat Islam, habbatussauda juga memiliki keistimewaan karena disebut langsung oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis sebagai obat bagi segala penyakit.

Hadis tentang Habbatussauda

Keutamaan habbatussauda disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:

"Di dalam habbatussauda (jintan hitam) terdapat obat bagi segala macam penyakit, kecuali as-sam." Ibnu Syihab berkata, "As-sām adalah kematian, dan habbatussauda adalah asy-syuniz (jintan hitam)." (HR. Bukhari).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadis tersebut menjadi salah satu penyebab mengapa habbatussauda dikenal luas sebagai obat segala penyakit.

Makna dan Penjelasan Hadis tentang Habbatussauda

Dalam kitab Fathul Bari bi Syarhi Shahih al-Bukhari oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dijelaskan bahwa sabda Nabi SAW tentang habbatussauda tidak berarti satu jenis tanaman ini dapat menyembuhkan seluruh penyakit dengan cara yang sama.

ADVERTISEMENT

Penggunaan habbatussauda berbeda-beda sesuai kebutuhan. Ada yang dikonsumsi dengan cara diminum atau dimakan, ada pula yang dibalurkan pada bagian tubuh tertentu.

Pada beberapa kondisi, habbatussauda juga dapat dicampurkan dengan bahan lain. Dosis dan cara pemakaiannya bergantung pada jenis penyakit serta metode pengobatan yang digunakan.

Berdasarkan penjelasan tersebut, hadis ini perlu dimaknai secara proporsional. Habbatussauda merupakan salah satu sebab kesembuhan yang Allah SWT sediakan. Meski demikian, penggunaannya tetap mengikuti kaidah pengobatan yang benar.

Penjelasan serupa juga disampaikan dalam buku Ringkasan Ath-Thibbun Nabawi karya dr. Rifan Eka Putra Nasution. Dijelaskan bahwa meskipun Rasulullah SAW menyebut habbatussauda sebagai obat segala penyakit, penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan beberapa hal, yaitu:

  • Jenis penyakit.
  • Kondisi individu.
  • Dosis yang tepat.
  • Cara penggunaan yang sesuai.
  • Kombinasi dengan bahan lain jika diperlukan.

Artinya, hadis tersebut tidak dapat dipahami sebagai anjuran mengonsumsi habbatussauda secara sembarangan untuk semua kondisi kesehatan.

Manfaat Habbatussauda dalam Ilmu Modern

Sejumlah studi menemukan bahwa habbatussauda (Nigella sativa) mengandung berbagai senyawa aktif yang berkhasiat bagi kesehatan, salah satunya adalah thymoquinone.

Thymoquinone diketahui memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan antiradang yang berpotensi membantu menjaga daya tahan tubuh serta mendukung berbagai fungsi kesehatan.

Salah satu penelitian oleh Majdalawieh dan Fayyad yang berjudul Immunomodulatory and Anti-inflammatory Action of Nigella sativa and Thymoquinone: A Comprehensive Review (2015) menunjukkan bahwa thymoquinone memiliki efek antiinflamasi yang kuat. Senyawa tersebut mampu menekan aktivitas sitokin proinflamasi, yang berperan dalam proses peradangan pada tubuh.

Temuan tersebut menjadi salah satu penjelasan ilmiah mengapa habbatussauda dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Hal ini juga membantu menjelaskan makna hadis bahwa habbatussauda merupakan tanaman yang Allah SWT anugerahkan dengan beragam khasiat.




(inf/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads