Panduan Sholat Idul Adha 2026: Waktu, Niat, dan Tata Cara

Panduan Sholat Idul Adha 2026: Waktu, Niat, dan Tata Cara

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Selasa, 26 Mei 2026 18:30 WIB
salat idul adha di kejagung
Ilustrasi pelaksanaan salat Idul Adha (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Sholat Idul Adha dilakukan secara berjamaah pada 10 Zulhijah sebelum penyembelihan hewan kurban dimulai. Ibadah ini tergolong sunnah seperti disebutkan dalam hadits dari Ummu Athiyah RA.

Dia berkata, "Kami diperintahkan keluar untuk sholat hari raya, bahkan anak-anak gadis juga diperintahkan keluar dari rumahnya untuk melakukan sholat hari raya dan juga perempuan-perempuan yang sedang haid, tetapi mereka hanya berada di belakang orang-orang yang mengerjakan sholat serta mereka ikut bertakbir dan berdoa bersama-sama mengharapkan keberkahan dan kesucian hari itu." (HR Bukhari)

Dinukil dari buku Fiqh as Sunnah oleh Sayyid Sabiq terjemahan Khairul Amru Harahap, kesunnahan dalam sholat Idul Adha sangat dianjurkan atau sunnah muakkad. Amalan tersebut disyariatkan pada tahun pertama Hijriah bersamaan dengan sholat Idul Fitri sehingga keduanya sering disebut sholat dua hari raya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Adha

Sholat Idul Adha dikerjakan pada 10 Zulhijah. Mengacu pada hasil keputusan sidang isbat pemerintah, sholat Idul Adha tahun ini berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026. Ibadah sunnah ini dilakukan pada pagi hari saat matahari terbit setinggi tombak sampai sebelum masuk waktu zawal, yaitu ketika matahari mulai condong ke arah barat.

ADVERTISEMENT

Dalam praktiknya, sholat Idul Adha disunnahkan dimulai lebih awal agar muslim memiliki waktu yang cukup untuk menyembelih hewan kurban setelahnya. Berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW, sholat Idul Adha dianjurkan dilakukan di tanah yang lapang. Namun, muslim tetap boleh sholat di masjid jika memang ada kendala cuaca, tempat sempit, dan semacamnya.

Dari Abu Said Al Khudri berkata, "Kami Rasulullah SAW, biasa keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha menuju tanah lapang." (HR Bukhari)

Jumlah Rakaat Sholat Idul Adha

Menurut buku Panduan Salat Rosulullah oleh Imam Abu Wafa, sholat Idul Adha berjumlah dua rakaat. Hal ini merujuk pada perkataan dari Umar bin Khattab RA,

"Sholat Jumat dua rakaat, sholat Idul Fitri dan sholat Idul Adha dua rakaat, sholat safar dua rakaat secara sempurna dan tidak ada qashar (meringkas) berdasarkan sabda Rasulullah SAW." (HR An-Nasa'i)

Tata Cara Sholat Idul Adha

Cara mengerjakan sholat Idul Adha berbeda dengan sholat pada umumnya. Ibadah ini terdiri dari dua rakaat dengan tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua.

Mengutip buku Fiqih Islam tulisan Jauharul Eka Mawahib dan Siti Sulaikho, berikut tata cara sholat Idul Adha dari awal hingga akhir:

  1. Membaca niat sholat Idul Adha
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca doa iftitah
  4. Takbir tujuh kali pada rakaat pertama, di antara takbir membaca doa berikut: سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar (Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.)
  5. Membaca surah Al Fatihah
  6. Membaca salah satu surah Al-Qur'an. Surah yang disarankan dibaca pada rakaat pertama sholat Idul Adha adalah surah Qaf atau surah Al A'la
  7. Lanjutkan dengan rukuk, iktidal, dan seterusnya sampai bangkit untuk rakaat kedua
  8. Bertakbir lima kali dengan bacaan di antara tiap takbir yang sama dengan rakaat pertama. Berikut bacaannya: سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar (Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.)
  9. Membaca surah Al Fatihah dan salah satu surah atau ayat dalam Al-Qur'an. Surah yang disarankan untuk dibaca pada rakaat kedua adalah surah Al Qamar atau surah Al Ghasyiyah
  10. Lanjutkan gerakan sholat seperti biasa sampai salam

Niat Sholat Idul Adha: Arab, Latin dan Arti

Niat Sholat Idul Adha Sendiri

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatan li 'îdil adlhâ rak'taini adā'an lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Niat Sholat Idul Adha sebagai Imam

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلهِ تَعَــــالَى

Ushallî sunnatan li 'îdil adlhâ rak'taini imaman lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi imam karena Allah ta'ala."

Niat Sholat Idul Adha sebagai Makmum

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَــــالَى

Ushallî sunnatan li 'îdil adlhâ rak'taini ma'mumam lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta'ala."

Bolehkah Sholat Idul Adha Dilakukan Sendiri-sendiri?

Diterangkan dalam Fiqh Al-'Ibadat, 'Ilmiyyan 'Ala Madzhabi Al-Imam Asy-Syafi'i tulisan Syaikh Alauddin Za'tari terjemahan Abdul Rosyad Shiddiq, sholat Idul Adha tak harus dilakukan secara berjamaah. Muslim boleh sholat Idul Adha secara munfarid atau sendiri.

Meski begitu, ibadah sunnah ini lebih dianjurkan untuk berjamaah. Namun, sah-sah saja jika seseorang sholat Idul Adha secara munfarid.

Hukum Muslim yang Tidak Sholat Idul Adha

Seperti dijelaskan sebelumnya, mazhab Syafi'i berpandangan hukum sholat Idul Adha adalah sunnah muakkad yang berarti sangat dianjurkan. Dengan begitu, muslim yang tidak sholat Idul Adha tidak berdosa karena hukumnya sunnah.

Buya Yahya dalam ceramahnya menegaskan kesunnahan sholat tersebut dalam mazhab Syafi'i.

"Sholat hari raya hukumnya dalam mazhab kita Imam Syafi'i sunnah yang sangat dikukuhkan. Yang tidak sholat hari raya bersama-sama (berjamaah) boleh melakukan sholat hari raya di rumah masing-masing biarpun tanpa khutbah," ujarnya dalam YouTube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin mengutip channel tersebut.

Meski demikian, Buya Yahya menuturkan mazhab lain seperti Imam Hambali memiliki pendapat berbeda terkait hukum sholat hari raya. Menurut mazhab ini, sholat hari raya termasuk sholat Idul Adha adalah fardhu kifayah, sedangkan mazhab Imam Abu Hanifah berpandangan wajib hukumnya.

"Mazhab Imam Hambali (hukumnya) fardhu kifayah, kalau tidak ada yang melakukan sholat diperangi. Kalau menurut mazhab Imam Abu Hanifah mengatakan wajib, yang gak melakukan dosa. Tapi bagi orang yang uzur, tapi uzur bisa melakukan sholat di rumah sendiri," tandasnya.



(aeb/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads