Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Universitas Indonesia (UI) meneken nota kesepahaman (MoU) untuk kerja sama penguatan pendidikan dan riset di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
"Hari ini kita akan secara resmi melakukan penandatanganan MoU antara PBNU dengan Universitas Indonesia yang nantinya akan meng-cover wilayah kerja sama luas, mulai akademis sampai dengan kerja sama berbagai macam layanan masyarakat yang menjadi domain NU selama ini," ujar Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam sambutannya.
Pria yang akrab disapa Gus Yahya itu menjelaskan kerja sama tersebut mencakup pengembangan kerangka transformasi NU. Menurut dia, NU hanya akan bisa berkembang jika dilakukan penyempurnaan terhadap dua sayap utamanya, sistem layanan sosial dan korporasi untuk ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua hal ini lapangan sangat terbuka. NU akan sangat mendapatkan benefit manfaat besar sekali dengan kesediaan UI mendukung agenda NU," sambung Gus Yahya.
Adanya kerja sama itu diharapkan bisa menghasilkan kemaslahatan bagi kedua lembaga, masyarakat, dan negara.
"Mudah-mudahan kerja sama kedua belah pihak ini sungguh-sungguh membuahkan manfaat besar maslahat bukan hanya kedua belah pihak tapi masyarakat bangsa dan negara dan dilimpahi barokah Allah SWT," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Indonesia Prof Heri Hermansyah juga hadir dan menyampaikan kerja sama tersebut secara lebih spesifik sebagai langkah naik kelas bersama antara UI dan kampus-kampus di bawah PBNU.
"Membawa menggendong universitas-universitas yang ada di lingkungan PBNU supaya bisa maju bersama," terangnya.
Prof Heri menyatakan bahwa UI juga 'digendong' universitas lain di luar negeri dengan kerja sama dua universitas agar standar mutu UI bisa semakin meningkat. Dua tahun perkuliahan di UI, misalnya, diakui Universitas Melbourne.
"Bisa dikopi dengan universitas di lingkungan PBNU. Walaupun bahkan tidak masuk dalam radar ranking," jelasnya.
Kemudian Prof Heri juga menyampaikan kerja sama bisa dilakukan dengan gelar dobel (double degree) antara Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dan UI guna meningkatkan standar pendidikan bermutu diakui nasional dan internasional. Skema lain yang bisa dilakukan adalah program rekrutmen SMA kelas 3 dengan pemilihan 100 santri dan siswa terpilih untuk studi di 10 program studi yang dijadikan prioritas.
"Saat ini UI memiliki 38 prodi standar internasional. Bisa mulai 10 prodi," ujarnya.
Langkah awal setelah ini adalah pemetaan program studi dan kurikulumnya di kampus UNU untuk disamakan dengan UI.
"Setelah mapping kurikulum selesai bisa buat program studi UNU UI double degree program dengan beasiswa pengaruhnya," tandasnya.
(aeb/inf)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat