Dalam Islam, terdapat beragam bacaan istighfar yang bisa diamalkan oleh seorang hamba untuk memohon ampun. Namun, di antara sekian banyak pilihan tersebut, sayyidul istighfar menempati kedudukan yang paling utama dan istimewa.
Umat Islam yang rajin mengamalkan dzikir ini diyakini akan memperoleh keutamaan besar, baik sebagai jaminan keselamatan di akhirat maupun pembuka pintu rezeki di dunia.
Makna Sayyidul Istighfar
Dijelaskan dalam buku Untukmu yang Sedang Sakit karya Ammi Nur Baits, sayyidul istighfar berasal dari kata 'As-Sayyid' yang berarti pemimpin atau yang paling mulia. Sesuatu yang disebut Sayyid karena menjadi sebuah rujukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dzikir ini disebut sayyidul istighfar karena mengandung ungkapan makna taubat yang menyeluruh. Pada bagian awal, dzikir ini menyebutkan pujian untuk Allah SWT dengan sanjungan yang sangat mulia.
Kemudian, dilanjutkan dengan menggambarkan kondisi hamba yang lemah. Sehingga, seseorang yang membaca dzikir ini berada di puncak sikap menundukkan diri kepada Zat yang Maha Agung.
Oleh karenanya, Rasulullah SAW menyebut dzikir ini sebagai sayyidul istighfar, karena merupakan bacaan istighfar yang paling utama.
Bacaan Sayyidul Istighfar Arab, Latin, dan Artinya
Dinukil dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya KH. Sulaeman bin Muhammad Bahri, berikut bacaan sayyidul istighfar Arab, latin, dan artinya:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبِ إِلَّا أَنْتَ
Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaktanii wa anaa'abduka wa anaa'alaa'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzubika min syarri maa shana'tu abuu'u laka bini'matika'alayya wa abuu'u laka bidzanbii faghfir lii, fainnahuu laa yaghfirudz dzunuubi illaa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan melainkan Engkau, Engkau jadikan aku, dan aku hamba Engkau. Dan atas janji-janji dengan Engkau sekuasaku, aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan perbuatanku, dan atas nikmat yang Engkau berikan, dan atas engkau aku sadari dosaku, ampunilah aku, sesungguhnya tiada dapat yang mengampuni selain Engkau."
Waktu Terbaik Mengamalkan Sayyidul Istighfar
Dikutip dari buku Ternyata Kita Tak Pantas Masuk Surga karya H. Ahmad Zacky El-Syafa, Rasulullah SAW biasa membaca dzikir ini pada waktu pagi hari dan sore hari. Hal ini bersandar pada sebuah riwayat dari Syaddad bin Aus RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang membaca sayyidul istighfar ini pada waktu siang dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga, dan barangsiapa yang membacanya pada waktu petang dengan penuh keyakinan kemudian meninggal dunia sebelum pagi, maka ia termasuk penduduk surga." (HR Bukhari)
Keutamaan Sayyidul Istighfar
Dikutip dari buku Menapaki Jalur Langit dengan Zikir Munajat karya Gus Arifin, selain mendapatkan maaf dan ampunan dari Allah SWT, sayyidul istighfar juga menjadi jalan keluar bagi setiap masalah yang menimpa seseorang.
Bacaan ini juga dapat menjadi penghibur dari setiap kesusahan yang sedang dihadapi, serta mendatangkan rezeki dari arah yang tidak diduga.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:
"Dari Ibnu 'Abbas Ia berkata, Rasulullah bersabda, 'Barangsiapa yang membiasakan diri membaca istighfar, maka Allah akan menjadikan bagi dia kesenangan dari segala kesusahan dan jalan keluar dari setiap kesulitan dan Allah memberi rezeki dari arah yang tidak terduga.'" (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Baihaqi)
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026