Niat sholat hajat menjadi bagian penting yang perlu diketahui sebelum melaksanakan ibadah ini. Sholat hajat dilakukan sebagai bentuk ikhtiar batin dalam memohon kepada Allah SWT.
Dalam pelaksanaannya, niat dibaca di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Selain itu, pemahaman terhadap bacaan dan tata cara sholat hajat membantu pelaksanaan ibadah menjadi lebih tertib sesuai tuntunan.
Anjuran sholat hajat sendiri terdapat dalam sabda Nabi Muhammad SAW:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللهِ حَاجَةً أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأُ وَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ، وَلْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ
Artinya: "Dari Abdillah bin Abi Aufa, Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang mempunyai hajat pada Allah atau terhadap salah satu pada bani Adam (manusia) maka lebih baik wudhu dengan baik wudhunya kemudian sholat dua rakaat."
Bacaan Niat Sholat Hajat
اصَلَّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallī sunnatal ḥājati rak'ataini lillāhi ta'ālā
Artinya: "Aku niat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Sholat Hajat
Tata cara sholat hajat dijelaskan dalam buku Shalat Tahajud dan Shalat Hajat karya Mahmud asy-Syafrowi. Pada dasarnya, pelaksanaan sholat hajat hampir sama dengan sholat sunnah pada umumnya. Berikut ini tahapan-tahapan yang dapat diikuti.
- Niat sholat hajat di dalam hati (aku niat sholat sunnah hajat karena Allah);
- Takbiratul ihram;
- Membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan Surah Al-Fatihah, kemudian membaca salah satu surah di dalam Al-Quran;
- Ruku' sambil membaca tasbih tiga kali;
- I'tidal;
- Sujud yang pertama sambil membaca tasbih tiga kali;
- Duduk antara dua sujud;
- Sujud yang kedua sambil membaca tasbih tiga kali;
- Setelah menyelesaikan rakaat pertama, dilanjutkan rakaat kedua dengan tata cara yang sama. Setelah itu, membaca tasyahud akhir dan diakhiri dengan salam dua kali.
- Apabila sholat hajat dikerjakan sebanyak empat rakaat dengan satu kali salam, maka setelah menyelesaikan dua rakaat pertama jamaah langsung berdiri untuk melanjutkan rakaat ketiga tanpa membaca tasyahud awal. Selanjutnya sholat dilanjutkan hingga rakaat keempat, kemudian diakhiri dengan membaca tasyahud akhir dan salam dua kali.
Setelah menunaikan sholat hajat, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah membaca istighfar sekurang-kurangnya 100 kali, yaitu:
اَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ رَبِّيْ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullahal 'azhim rabbi min kulli dzanbin wa atûbu ilaih
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung atas segala dosa dan aku bertaubat kepada-Nya."
Setelah itu, dianjurkan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW minimal 100 kali, kemudian sampaikan hajat atau kebutuhan. Adapun shalawat Nabi yang dapat diamalkan adalah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةَ الرِّضَا وَارْضَ عَنْ أَصْحَابِهِ الرِّضَا
Latin: Allâhumma shalli 'alâ Sayyidinâ Muhammadin shalâ-tar-ridha wardha 'an ashhâbihir-ridha
Artinya: "Wahai Tuhanku, limpahkan kesejahteraan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW., kesejahteraan yang diri-dhai, dan ridhailah sahabat-sahabat beliau semuanya."
Hajat dan doa dapat dipanjatkan dengan bersujud dan memperbanyak bacaan Doa Nabi Yunus:
لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.
Artinya: "Tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."
Selanjutnya, sampaikanlah segala kebutuhan dan harapan kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan. Insya Allah, atas kehendak-Nya, doa dan hajat tersebut akan dikabulkan.
Doa Sholat Hajat
Merujuk pada penjelasan dalam buku Shalat Hajat karya Ghaida Halah Ikram, setelah menunaikan sholat hajat, umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa setelah sholat hajat berikut ini:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْعَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَوَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْعِصْمَةَ مِنْ كُلِّ ذَنْبِ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِي وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ وَأَسْأَلُكَ الْعُلَى مِنَ الْجَنَّةِ لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمَّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ وَلَا دَيْنَا إِلَّا قَضَيْتَهُ وَلَا حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا قَضَيْتَهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin: Laa ilaaha illallaahul 'aliimul kariim, subhaanallaahi rabbil 'arsyil 'azhiim. Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin. As-aluka muujibaati rahmatika wa 'azaa-ima maghfiratika wal 'ishmata min kulli dzanbin wal ghaniimata min kulli birrin was salaamata min kulli itsmin. Wa as-alukal 'ulaa minal jannah. Laa tada' lii dzanban illaa ghafartah, wa laa hamman illaa farrajtah, wa laa daynan illaa qadhaytah, wa laa haajatan min hawaa-ijid dunyaa wal aakhirati illaa qadhaytahaa yaa arhamar raahimiin.
Artinya: "Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Mahalembut dan Maha Penyantun. Mahasuci Allah, Tuhan Pemelihara Arsy Yang Mahaagung. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu, dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa diriku, melainkan Engkau ampuni; dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar; dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang."
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Jemaah Haji RI Ditangkap di Madinah Usai Videokan Wanita Tanpa Izin