Siapa Saja yang Berhak Menerima Daging Aqiqah?

Siapa Saja yang Berhak Menerima Daging Aqiqah?

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Selasa, 12 Mei 2026 17:45 WIB
Siapa Saja yang Berhak Menerima Daging Aqiqah?
Ilustrasi potong daging. Foto: Getty Images/iStockphoto/angelsimon
Jakarta -

Penerima daging aqiqah menjadi hal yang sering dipertanyakan oleh umat Islam ketika melaksanakan ibadah aqiqah. Meski sekilas mirip dengan kurban, pembagian daging aqiqah memiliki ketentuan yang sedikit berbeda.

Dalam praktiknya, daging aqiqah biasanya dibagikan kepada kerabat, tetangga, serta masyarakat sekitar.

Karena itu, penting untuk memahami siapa saja yang lebih diutamakan agar pelaksanaan aqiqah tetap sesuai dengan tuntunan syariat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Golongan Penerima Daging Aqiqah

Daging aqiqah dapat dibagikan kepada berbagai kalangan, seperti tetangga, kerabat, serta fakir miskin. Bahkan, pemberian kepada non-muslim juga diperbolehkan, terutama jika bertujuan untuk menjalin hubungan baik atau sebagai bagian dari dakwah.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT. yang artinya:

ADVERTISEMENT

"Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang." (QS. Al-Insan: 8)

Aturan Pembagian Daging Aqiqah

Pembagian daging aqiqah dalam Islam memiliki beberapa ketentuan yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan tujuan pelaksanaannya. Meski demikian, para ulama telah menjelaskan cara-cara yang dianjurkan agar ibadah aqiqah dapat memberikan manfaat yang lebih luas serta sesuai dengan tuntunan syariat.

Dalam buku Ajak Aku ke Surga, Ibu! karya Rizem Aizid dijelaskan bahwa daging aqiqah sebaiknya dibagikan dalam kondisi sudah diolah atau dimasak. Cara ini dianjurkan karena memudahkan penerima untuk langsung menikmatinya tanpa perlu mengolah kembali.

Anjuran ini merujuk pada hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Aisyah RA berikut:

"Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ke-tujuh." (HR. al-Baihaqi)

Cara Pembagian Daging Aqiqah

Dalam buku Kumpulan Khutbah Jumat Populer karya Ahmad Mahmud Abdus-Satar Masluh dijelaskan bahwa terdapat beberapa cara dalam membagikan daging aqiqah, di antaranya:

1. Disedekahkan Seluruhnya

Cara yang paling utama adalah menyedekahkan seluruh daging aqiqah kepada fakir miskin, baik dari kalangan tetangga maupun keluarga.

2. Dibagi Menjadi Tiga Bagian

Pembagian juga dapat dilakukan dengan cara yang seimbang, yaitu membaginya menjadi tiga bagian. Sepertiga untuk dikonsumsi oleh keluarga, sepertiga diberikan kepada fakir miskin, dan sepertiga lainnya dihadiahkan kepada kerabat, tetangga, serta sahabat.

3. Disajikan dalam Bentuk Jamuan

Cara lainnya adalah dengan memasak seluruh daging aqiqah lalu menyajikannya dalam bentuk jamuan atau walimah. Dalam acara ini, keluarga, tetangga, fakir miskin, serta sahabat dapat diundang untuk menikmati hidangan bersama.

Dengan memahami berbagai metode tersebut, pelaksanaan aqiqah dapat dilakukan secara lebih fleksibel tanpa meninggalkan nilai-nilai utama dalam berbagi dan mempererat tali silaturahmi.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads