Rahasia Lantai Masjidil Haram Tetap Dingin meski Cuaca Panas Ekstrem

Rahasia Lantai Masjidil Haram Tetap Dingin meski Cuaca Panas Ekstrem

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Sabtu, 25 Apr 2026 12:00 WIB
Suasana masjidil haram.
Suasana masjidil haram, jemaah berada di sekitar Ka'bah. Foto: Dok. MCH
Jakarta -

Masjidil Haram merupakan tempat yang istimewa bagi umat Islam karena terdapat Ka'bah di dalamnya. Banyak fakta unik mengenai tempat suci ini, salah satunya lantai Masjidil Haram yang selalu dingin meski cuaca panas ekstrem.

Menurut informasi yang dikutip dari Arab News, lantai pelataran Masjidil Haram menggunakan marmer Thassos. Marmer itu terbuat dari batu alam yang ditambang di Pulau Thassos, Yunani Timur dekat kota pelabuhan Kavala di Laut Aegea.

Marmer Thassos dikenal dengan warna putihnya serta daya pantul cahaya yang tinggi. Bahkan karena warnanya yang sangat putih, marmer ini disebut marmer putih salju.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keistimewaan marmer Thassos adalah tingkat penyerapan panas yang rendah ketimbang jenis marmer lainnya. Oleh karenanya, lantai Masjidil Haram tetap dingin meski terpapar sinar matahari terik.

Marmer Thassos telah digunakan di berbagai bangunan bersejarah, salah satunya makam Makedonia kuno di Amphipolis yang terbesar pernah ditemukan di Yunani dan Hagia Sophia di Istanbul.

ADVERTISEMENT

Harga marmer Thassos ini cukup mahal. Berdasarkan data pemasok internasional, harga ubinnya bisa mencapai ratusan dolar AS per meter persegi.

Dilansir Saudi Expatriates, lantai Masjidil Haram bahkan menyerap lembab. Ketika pagi, kelembaban itu hilang dan tidak menyebabkan lantai basah atau mengganggu aktivitas muslim yang sedang beribadah.

Pemerintah Arab Saudi telah mengimpor marmer dolomit unik tersebut untuk digunakan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama beberapa dekade. Tujuannya untuk menjaga suhu permukaan agar tetap aman bagi jemaah yang beribadah tanpa alas kaki.

Kemudian, dijelaskan juga dalam studi yang dipublikasikan pada jurnal internasional Construction and Building Materials pada 2021, batu tersebut memiliki tingkat reflektansi matahari yang sangat tinggi serta konduktivitas termal yang baik dibanding batu kapur.

Sifat tersebut membuatnya mampu memantulkan radiasi panas dan mengurangi pelepasan energi terma ke atmosfer pada malam hari. Dengan kata lain, permukaannya tetap stabil dan sejuk sepanjang musim panas.




(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads