8 Tempat Mustajab di Madinah agar Doa Dikabulkan

8 Tempat Mustajab di Madinah agar Doa Dikabulkan

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Jumat, 24 Apr 2026 14:45 WIB
8 Tempat Mustajab di Madinah agar Doa Dikabulkan
Ilustrasi Berdoa. Foto: Masjid Maba/Unsplash
Jakarta -

Jemaah haji sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa ketika sedang berada di Tanah Suci, salah satunya di Madinah. Terdapat tempat-tempat mustajab yang diyakini dapat dikabulkannya doa.

Dijelaskan dalam buku Sejarah Kebudayaan Islam Berbasis Integrasi Keilmuan karya Arini Siregar dan Siti Nurhaliza, kota Madinah merupakan salah satu kota suci bagi umat Islam. Terletak di Arab Saudi, kota ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat tinggi.

Madinah juga dikenal sebagai Madinah An-Nabawi, yang berarti Kota Nabi. Madinah menjadi tujuan penting bagi Nabi Muhammad SAW setelah hijrah dari Makkah pada tahun 622 M.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, dalam Buku Saku Percakapan Bahasa Arab dan Panduan Praktis Haji & Umroh karya Wahab Hasbullah, kota Madinah memiliki banyak keistimewaan. Selain memiliki predikat kota bersih, Madinah juga memiliki berbagai tempat mustajab untuk berdoa.

Daftar Tempat Mustajab di Madinah agar Doa Dikabulkan

Merangkum dari Buku Tuntunan Manasik Haji terbitan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, berikut tempat mustajab di Madinah agar doa terkabul:

ADVERTISEMENT

1. Masjid Nabawi

Pahala salat di Masjid Nabawi sangat tinggi, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ, وَصَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاةٍ فِيمَا سِوَاهُ (رواه ابن ماجة)

Artinya: "Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Salat di masjidku lebih baik dibanding 1.000 kali salat di masjid lain, kecuali di Masjidil Haram dan salat di Masjidil Haram lebih baik dibanding 100.000 kali salat di masjid lain." (HR Ibnu Majah)

Masjid Nabawi dibangun pada tahun pertama Hijriah. Di sekitar masjid dibangun tempat keluarga Rasulullah SAW, sementara di sebelah timurnya dibangun rumah Siti Aisyah yang kemudian menjadi tempat pemakaman Rasulullah SAW dan kedua sahabatnya.

2. Raudhah

Raudhah adalah tempat di dalam Masjid Nabawi yang letaknya ditandai dengan tiang-tiang putih, berada di antara makam Rasulullah hingga mimbar. Luas Raudhah dari arah timur ke barat sepanjang 22 meter dan dari utara ke selatan 15 meter.

Raudhah diyakini menjadi tempat dimana doa-doa akan dikabulkan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي (رواه البخارى)

Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda, 'Di antara rumahku dengan mimbarku adalah Raudhah (taman) diantara taman-taman surga dan mimbarku di atas telagaku." (HR Bukhari)

3. Makam Nabi Muhammad SAW

Makam Nabi Muhammad SAW dahulu dinamakan sebagai Maqsurah. Setelah masjid diperluas, makam ini menjadi di dalam bangunan masjid. Pada bangunan tersebut, terdapat empat buah pintu, antara lain sebagai berikut:

1. Pintu sebelah kiblat (at-Taubah)
2. Pintu sebelah Timur (Fatimah)
3. Pintu sebelah Utara (Tahajud)
4. Pintu sebelah Barat sudah ditutup

Dalam ruangan ini terdapat tiga makam, yaitu makam Rasulullah SAW dan kedua sahabatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab.

4. Masjid Quba

Masjid Quba adalah masjid yang terletak di daerah Quba, desa kecil yang berjarak kurang lebih 5 kilometer sebelah barat daya Madinah. Masjid Quba adalah masjid pertama yang didirikan oleh Nabi Muhammad dan dibangun dua kali.

Pertama, pada saat kiblat masjid masih menghadap Baitul Maqdis. Kedua, ketika kiblatnya menghadap Baitullah. Dalam membangun masjid ini, Nabi Muhammad dibantu oleh Malaikat Jibril yang memberi petunjuk arah kiblat masjid tersebut.

Keutamaan Masjid Quba telah dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW berikut:

قَالَ سَهْلُ بْنُ حُنَيْفٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءَ فَصَلَّى فِيهِ صَلَاةً كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ (رواه ابن ماجه )

Artinya: "Sahl bin Hunaif RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian datang ke masjid Quba dan salat di dalamnya, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala umrah'." (HR Ibnu Majah)

5. Masjid Qiblatain

Masjid ini awalnya dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas tanah bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wahid Aqiq.

6. Masjid Khandaq

Secara bahasa Khandaq berarti parit. Dalam sejarah Islam, yang dimaksud Khandaq adalah peristiwa penggalian parit pertahanan sehubungan dengan peristiwa pengepungan kota Madinah oleh kafir Quraisy dan sekutunya.

7. Masjid Al-Ijabah

Masjid Al-Ijabah terletak di sebelah utara barat laut Masjid Nabawi, dulu masjid ini dikenal dengan nama Manazil Bani Muawiyah.

Disebut Masjid Al-Ijabah karena Rasulullah SAW pada suatu hari mampir di sana salat dua rakaat di Masjid Bani Muawiyah dengan doa yang sangat panjang dan para sahabat ikut salat bersamanya.

Setelah selesai salat, Rasulullah SAW berbalik kepada sahabatnya dan bersabda:

قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلْتُ رَبِّي ثَلَاثًا فَأَعْطَانِي ثِنْتَيْنِ وَمَنَعَنِي وَاحِدَةً سَأَلْتُ رَبِّي أَنْ لَا يُهْلِكَ أُمَّتِي بِالسَّنَةِ فَأَعْطَانِيهَا وَسَأَلْتُهُ أَنْ لَا يُهْلِكَ أُمَّتِي بِالْغَرَقِ فَأَعْطَانِيهَا وَسَأَلْتُهُ أَنْ لَا يَجْعَلَ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ فَمَنَعَنِيهَا (رواه مسلم)

Artinya: "Aku meminta kepada Tuhanku tiga perkara. Dua dikabulkan dan satu ditolak. Aku meminta agar umatku tidak dibinasakan dengan kekeringan, maka dikabulkan. Aku meminta agar umatku tidak dibinasakan dengan tenggelam, maka dikabulkan. Aku meminta agar tidak terjadi permusuhan di antara mereka, namun tidak dikabulkan." (HR Muslim)

8. Jabal Uhud

Jabal Uhud adalah nama sebuah bukit terbesar di Madinah. Letaknya kurang lebih 5 kilometer dari pusat kota Madinah, berada di pinggir jalan lama Madinah-Makkah.

Di lembah bukit ini pernah terjadi perang antara 700 kaum Muslimin melawan 3.000 kaum Musyrikin Makkah, yaitu perang Uhud.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads