Sejarah Keturunan Nabi Ya'kub dan Bani Israil dalam Islam

Sejarah Keturunan Nabi Ya'kub dan Bani Israil dalam Islam

Hanif Hawari - detikHikmah
Senin, 20 Apr 2026 05:00 WIB
Wanita membaca Al-Quran.
Foto: RDNE Stock Project/Pexels
Jakarta -

Nabi Ya'kub merupakan salah satu nabi dan rasul dalam Islam. Dia dikenal sebagai sosok penting dalam silsilah para nabi karena menjadi ayah dari Bani Israil yang memiliki sejarah panjang dalam ajaran Islam.

Sebagai keturunan Nabi Ibrahim melalui Nabi Ishaq, kisah Nabi Ya'kub tidak hanya berkaitan dengan kehidupan pribadinya, tetapi juga menjadi awal mula perjalanan kaum Bani Israil. Dari keturunannya inilah lahir banyak nabi yang diutus Allah untuk membimbing umat manusia.

Sejarah Bani Israil dalam Islam memuat berbagai peristiwa penting, mulai dari masa kejayaan hingga ujian yang mereka hadapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarah Keturunan Nabi Ya'kub

Dijelaskan oleh Heti Handayati Hasibuan dalam buku Sifat Bani Israil Menurut M.Quraish Shihab di Dalam Tafsir Al-Misbah, Nabi Ya'kub merupakan putra dari Nabi Ishaq dan cucu dari Nabi Ibrahim. Dalam tradisi Islam, Nabi Ya'kub juga dikenal dengan nama Israel yang kemudian menjadi asal-usul istilah Bani Israil.

ADVERTISEMENT

Dari Nabi Ya'kub inilah lahir keturunan yang dikenal sebagai Bani Israil, yang berarti "anak-anak Israel". Mereka berasal dari 12 putra Nabi Ya'kub yang kemudian berkembang menjadi suku-suku besar.

Kedua belas anak Nabi Ya'kub antara lain Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Dan, Naftali, Gad, Asyer, Isakhar, Zebulon, Yusuf, dan Benyamin. Dari masing-masing anak inilah terbentuk 12 suku Bani Israil yang memiliki garis keturunan tersendiri.

Di antara semua anak tersebut, Nabi Yusuf menjadi salah satu anak yang diangkat sebagai nabi. Kisahnya yang terkenal dalam Al-Qur'an menggambarkan perjalanan hidup dari diuji hingga menjadi penguasa di Mesir.

Melalui Nabi Yusuf, Bani Israil kemudian mulai menetap di Mesir dan berkembang biak di sana. Namun, seiring waktu mereka mengalami penindasan di bawah kekuasaan Firaun hingga akhirnya Allah mengutus Nabi Musa untuk menyelamatkan mereka.

Nabi Musa sendiri berasal dari keturunan Lewi, salah satu anak Nabi Ya'kub. Bersama saudaranya Nabi Harun, ia memimpin Bani Israil keluar dari Mesir menuju tanah yang dijanjikan.

Setelah masa Nabi Musa, kepemimpinan Bani Israil dilanjutkan oleh tokoh seperti Yusya' bin Nun, sebelum akhirnya memasuki masa kerajaan. Pada masa ini muncul nabi sekaligus raja seperti Nabi Dawud dan putranya Nabi Sulaiman yang membawa Bani Israil pada puncak kejayaan sebagai sebuah peradaban.

Selain itu, dari keturunan Bani Israil juga lahir nabi-nabi lain seperti Nabi Ilyas, Nabi Ilyasa, Nabi Zakaria, dan Nabi Yahya. Mereka diutus untuk mengingatkan Bani Israil agar kembali kepada ajaran tauhid.

Puncak dari rangkaian kenabian Bani Israil ditutup dengan diutusnya Nabi Isa. Dengan demikian, sejarah keturunan Nabi Ya'kub tidak hanya membentuk satu kaum, tetapi juga melahirkan banyak nabi yang memiliki peran besar dalam perjalanan ajaran Islam.

Bani Israil dalam Al-Qur'an

Dalam buku Karakter Kepemimpinan Nabi Musa a.s. dalam Perspektif Al-Qur'an, Dr. Hidayatullah, M.Ag. menjelaskan bahwa Bani Israil digambarkan memiliki karakter yang cenderung menyimpang, suka berkelit, serta di sisi lain menunjukkan sikap kasar dan keras kepala.

Dalam Al-Qur'an, Bani Israil disebutkan setidaknya sebanyak 41 kali, dan tidak seluruhnya memiliki makna negatif.

Beberapa di antaranya adalah dalam surat Ali 'Imran ayat 93, Allah SWT berfirman:

۞ كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَائِيلُ عَلَىٰ نَفْسِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تُنَزَّلَ التَّوْرَاةُ ۗ قُلْ فَأْتُوا بِالتَّوْرَاةِ فَاتْلُوهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Artinya:"Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya'qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah: "(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar,".

Selain itu, dalam surat Al-Baqarah ayat 40, Allah SWT juga berfirman:

يٰبَنِىۡٓ اِسۡرَآءِيۡلَ اذۡكُرُوۡا نِعۡمَتِىَ الَّتِىۡٓ اَنۡعَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ وَاَوۡفُوۡا بِعَهۡدِىۡٓ اُوۡفِ بِعَهۡدِكُمۡۚ وَاِيَّاىَ فَارۡهَبُوۡنِ‏ ٤٠

Artinya:"Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu. Dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu, dan takutlah kepada-Ku saja,".

Masih dengan surat Al-Baqarah ayat 47, Allah SWT berfirman:

يٰبَنِىۡٓ اِسۡرَآءِيۡلَ اذۡكُرُوۡا نِعۡمَتِىَ الَّتِىۡٓ اَنۡعَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ وَاَنِّىۡ فَضَّلۡتُكُمۡ عَلَى الۡعٰلَمِيۡنَ

Artinya: "Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah aku berikan kepadamu, dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini (pada masa itu),".




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads