Arti takdir mubram sering dibahas dalam ajaran Islam. Percaya pada takdir (qada dan qadar) merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini umat Islam.
Allah SWT sudah menetapkan dua jenis takdir, yaitu takdir mubram dan takdir muallaq. Lalu, apa perbedaan keduanya?
Pengertian Takdir Mubram
Setiap makhluk yang lahir ke dunia sudah memiliki takdir yang tidak bisa diubah. Dalam Islam, takdir yang tidak bisa berubah disebut takdir mubram.
Dijelaskan dalam buku Pendidikan Agama Islam oleh Bachrul Ilmy bahwa takdir mubram adalah ketetapan Allah SWT kepada makhluk-Nya yang tidak akan berubah. Artinya, manusia tidak bisa mengubahnya dengan cara apa pun.
Dalil Tentang Takdir Mubram
Salah satu dalil yang menjelaskan takdir mubram ada di dalam Al-Qur'an surah An-Nisa ayat 78 berikut ini,
اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَاِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَ ۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ فَمَالِ هٰٓؤُلَاۤءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا
Aina mā takūnū yudrikkumul-mautu wa lau kuntum fī burūjim musyayyadah(tin), wa in tuṣibhum ḥasanatuy yaqūlū hāżihī min 'indillāh(i), wa in tuṣibhum sayyi'atuy yaqūlū hāżihī min 'indik(a), qul kullum min 'indillāh(i), famā lihā'ulā'il-qaumi lā yakādūna yafqahūna ḥadīṡā(n).
Artinya: "Di mana pun kamu berada, kematian akan mendatangimu, meskipun kamu berada dalam benteng yang kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka berkata, 'Ini dari Allah,' dan jika ditimpa keburukan, mereka berkata, 'Ini dari engkau (Nabi).' Katakanlah, 'Semuanya dari Allah.' Mengapa mereka hampir tidak memahami?"
Kemudian, terdapat juga di dalam surah Ar Rum ayat 30,
فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ
Fa aqim wajhaka lid-dīni ḥanīfā(n), fiṭratallāhil-latī faṭaran-nāsa 'alaihā, lā tabdīla likhalqillāh(i), żālikad-dīnul-qayyim(u), wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya'lamūn(a).
Artinya: "Hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus sesuai fitrah Allah. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
Contoh Takdir Mubram dalam Kehidupan Sehari-hari
Dikutip dari buku Mengenal Rukun Iman dan Islam oleh Miftahul Basar, berikut contoh takdir mubram:
1. Jenis Kelamin
Jenis kelamin adalah ketentuan dari Allah SWT yang tidak bisa diubah oleh manusia.
2. Ajal Manusia
Setiap manusia memiliki waktu kematian yang sudah ditentukan. Tidak ada yang tahu kapan ajal datang, bahkan malaikat maut sekalipun. Manusia hanya bisa menjaga kesehatan dan berobat jika sakit.
3. Hari Akhir
Hari kiamat adalah waktu hancurnya alam semesta. Kapan terjadinya hanya Allah SWT yang mengetahui. Manusia hanya bisa mempersiapkan diri dengan iman dan takwa.
Meski tidak bisa diubah, selama masih hidup di dunia, manusia harus tetap berusaha. Misalnya, menjaga kesehatan walau tidak bisa menentukan ajal.
Memahami takdir mubram, bisa membuat manusia lebih banyak bersyukur dan menerima ketentuan Allah dengan lapang dada.
Perbedaan Takdir Mubram dengan Takdir Muallaq
Dalam buku Panduan Muslim Sehari-hari karya DR KH M Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha dijelaskan bahwa muallaq berarti sesuatu yang digantungkan. Takdir muallaq adalah ketentuan Allah SWT yang melibatkan usaha manusia. Artinya, hasil yang didapat tergantung pada usaha dan doa yang dilakukan.
Artinya, perbedaan utama kedua takdir ini ada pada peran manusia. Takdir mubram adalah ketentuan Allah yang pasti terjadi dan tidak bisa diubah. Sementara itu, takdir muallaq adalah ketentuan Allah SWT yang masih bergantung pada usaha manusia.
Dalil Tentang Takdir Muallaq
Allah SWT berfirman dalam surah Ar Rad ayat 11:
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
Lahū mu'aqqibātum mim baini yadaihi wa min khalfihī yaḥfaẓūnahū min amrillāh(i), innallāha lā yugayyiru mā biqaumin ḥattā yugayyirū mā bi'anfusihim, wa iżā arādallāhu biqaumin sū'an falā maradda lah(ū), wa mā lahum min dūnihī miw wāl(in).
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri."
Contoh Takdir Muallaq dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam buku Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti oleh Marlina Hidayati Ansanoor, berikut contohnya:
1. Kesehatan
Kesehatan adalah salah satu contoh takdir yang bisa diubah lewat usaha dan doa manusia. Kesehatan bisa dijaga dengan olahraga, makan sehat, dan hidup bersih.
2. Kepintaran
Kepintaran juga merupakan contoh takdir muallaq. Manusia bisa pintar dengan berusaha untuk belajar yang giat dan rajin.
3. Kekayaan
Kekayaan bukan takdir yang tidak bisa diubah manusia. Manusia bisa mengubahnya dengan kerja keras. Ini karena Allah SWT akan memberikan hasil yang sesuai dengan usaha manusia.
Itulah penjelasan tentang arti takdir mubram dan perbedaannya dengan takdir muallaq. Manusia perlu menerima hal-hal yang memang sudah menjadi ketetapan Allah SWT dan tidak bisa diubah, seperti ajal dan hari kiamat.
Namun, di sisi lain, manusia juga tetap harus berusaha, berikhtiar, dan berdoa untuk hal-hal yang masih bisa berubah, seperti kesehatan, rezeki, dan masa depan.
Dengan begitu, kehidupan bisa dijalani dengan penuh usaha, rasa syukur, dan sikap tawakal kepada Allah SWT.
Simak Video "Video: Pandangan Islam soal Foto Prewedding"
(lus/lus)