Konsep jodoh dalam Islam memiliki makna yang mendalam. Sejatinya, jodoh sudah ditetapkan dan menjadi bagian dari rencana Allah SWT ketika manusia lahir ke dunia.
Sebagaimana firman-Nya dalam surah An Nahl ayat 72,
وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ بَنِيْنَ وَحَفَدَةً وَّرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِۗ اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَتِ اللّٰهِ هُمْ يَكْفُرُوْنَۙ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Allah telah menjadikan bagi kalian pasangan dari jenis kalian sendiri, dan dari pasangan kalian, Allah menciptakan anak dan cucu, dan Dia memberi rezeki yang baik kepada kalian. Mengapa kalian beriman pada yang salah dan mengingkari nikmat Allah?"
Meski sudah ditetapkan, manusia bisa berikhtiar mencari jodoh yang baik. Dinukil dari buku Hukum dan Etika Perkawinan dalam Islam karya Ali Manshur, sebagai seorang muslim sudah sepantasnya kita mencari pasangan yang seiman.
Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya:
"Biasanya wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang baik agamanya, tentu kamu akan beruntung." (HR Bukhari)
Berkaitan dengan itu, ada beberapa dosa yang justru bisa menghalangi jodoh seseorang. Apa saja itu?
Dosa yang Menghalangi Jodoh Seseorang
1. Berpacaran
Menurut buku Jodoh untuk Semua yang disusun Ustaz Cinta terbitan Puspa Swara, pacaran menjadi penghalang jodoh dan pernikahan. Jika seseorang sudah telanjur berpacaran, hendaknya ia segera kembali ke jalan Allah SWT dan meninggalkan pacaran.
Pacaran menjadi salah satu jalan menuju perzinaan. Allah SWT melarang keras zina bagi hamba-Nya sebagaimana dijelaskan dalam surah Al Isra ayat 32,
وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
Artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."
2. Zina
Zina mempersulit datangnya jodoh. Zina menjadi perbuatan yang sangat dibenci Allah SWT karena bisa merusak hubungan antara manusia dengan Sang Khalik.
Diterangkan dalam buku Dosa-dosa Jariah oleh Rizem Aizid, ketika hubungan seorang hamba dengan Allah SWT telah rusak, maka bisa berpengaruh pada ketetapan jodoh yang sudah ditentukan-Nya.
Perzinaan bisa menutup pintu jodoh seseorang. Tak sedikit orang yang mengurungkan niat untuk melamar atau menikahi seseorang setelah mengetahui orang yang ingin dipersunting telah melakukan zina.
3. Syirik
Masih dari sumber yang sama, syirik bisa menghalangi jodoh seseorang. Jodoh dan rezeki mutlak kewenangan Allah SWT. Tak ada satu makhluk pun yang bisa menghalangi atau mempercepat datangnya jodoh bila Sang Khalik tidak berkenan.
Ketika seseorang berusaha mendapatkan jodoh dengan cara syirik seperti bertemu dukun atau orang pintar, ia telah berbuat sesat. Perbuatan tersebut tergolong dosa besar karena meminta kepada selain Allah SWT.
Selain tergolong dosa besar, orang yang melakukan syirik terancam tidak diampuni dosanya oleh Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam surah An Nisa ayat 116,
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah tersesat jauh."
4. Mencuri
Mencuri merupakan perbuatan tercela sekaligus berdosa yang bisa menghalangi jodoh seseorang. Sebab, tidak ada satu pun orang yang menginginkan anaknya menikah dengan pencuri.
Orang yang mencuri juga akan mengalami hambatan dalam karier dan rezekinya. Di dunia, hukuman bagi pencuri adalah potong tangan jika merujuk pada dalil Al-Qur'an.
Allah SWT berfirman dalam surah Al Maidah ayat 38,
وَٱلسَّارِقُ وَٱلسَّارِقَةُ فَٱقْطَعُوٓا۟ أَيْدِيَهُمَا جَزَآءًۢ بِمَا كَسَبَا نَكَٰلًا مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Artinya: "Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
5. Meminum Minuman Keras
Meminum minuman keras dilarang dalam Islam. Tindakan ini bahkan tergolong sebagai dosa besar. Dalam surah Al Baqarah ayat 219, Allah SWT berfirman:
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَۙ
Artinya: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang khamr dan judi. Katakanlah, "Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. (Akan tetapi,) dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya." Mereka (juga) bertanya kepadamu (tentang) apa yang mereka infakkan. Katakanlah, "(Yang diinfakkan adalah) kelebihan (dari apa yang diperlukan)." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berpikir."
Perbuatan maksiat ini bisa menghalangi datangnya jodoh seseorang. Sebab, tak ada orang yang ingin menikah dengan pemabuk. Orang yang gemar meminum minuman keras rentan melakukan kekerasan, bahkan kepada anggota keluarganya sendiri.
6. Memutus Tali Silaturahmi
Dosa lainnya yang bisa menghalangi jodoh adalah memutus tali silaturahmi. Sebab, bisa jadi kita bertemu jodoh kita ketika melakukan silaturahmi.
Sebagaimana diketahui, Islam mengajarkan muslim untuk menyambung tali silaturahmi. Dosa memutusnya disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW.
"Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (silaturahmi)." (HR Bukhari dan Muslim)
7. Mencari Jodoh dengan Harta yang Haram
Ikhtiar mencari jodoh sudah semestinya diiringi dengan doa. Namun, doa orang yang makan makanan haram dan menggunakan pakaian haram sulit terkabul.
Dijelaskan dalam buku Agar Keinginan Cepat Terkabul susunan Imam Al Ghazali terbitan Pustaka Media, terdapat hadits yang menyebutkan hal ini. Dari Abu Hurairah RA berkata Nabi SAW bersabda:
"Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik, dan tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang beriman, seperti Dia perintahkan kepada para rasul-Nya dengan firman-Nya, "Wahai para Rasul, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal saleh. Sesungguhnya aku mengetahui apa yang kalian kerjakan!" Dan firman-Nya, "Wahai orang-orang beriman, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik, dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah."
Kemudian Rasulullah SAW menyebutkan seorang laki-laki yang menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut lagi berdebu. Orang tersebut mengangkat kedua tangannya ke atas seraya berdoa: "Ya Tuhanku... Ya Tuhanku..." Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, dan baju yang dipakainya dari hasil yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?" (HR Muslim)
Wallahu a'lam.
(aeb/kri)












































Komentar Terbanyak
Kecam Israel Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, MUI Minta RI Ambil Langkah Diplomatik
Geger Raja Charles III Disebut Memeluk Islam, Ini Kronologinya
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Pemerintah Lakukan Investigasi