10 Cara Memilih Pasangan dalam Islam agar Pernikahan Berkah dan Harmonis

10 Cara Memilih Pasangan dalam Islam agar Pernikahan Berkah dan Harmonis

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Sabtu, 04 Apr 2026 11:00 WIB
10 Cara Memilih Pasangan dalam Islam agar Pernikahan Berkah dan Harmonis
Ilustrasi Pasangan Foto: Getty Images/iStockphoto/BAGUS SATRIYA ACHMAD ZAKARIA
Jakarta -

Memilih pasangan dalam Islam menjadi langkah penting sebelum memasuki jenjang pernikahan. Islam memberikan pedoman yang jelas agar hubungan yang dibangun membawa keberkahan dan kebahagiaan.

Memilih pasangan tidak hanya berdasarkan perasaan, tetapi juga mempertimbangkan nilai agama, akhlak, dan kesiapan menjalani kehidupan rumah tangga. Dengan memahami prinsip ini, pernikahan dapat berjalan lebih harmonis.

10 Cara Memilih Pasangan dalam Islam

Dikutip dari buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian karya Dr. Muh. Hambali, 10 Principles of Perfect Muslimah oleh Tina Manroe, serta Bimbingan Islam untuk Mencapai Keluarga Sakinah oleh Abdul Hamid Kisyik, berikut kriteria dalam memilih pasangan menurut Islam:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya

Kriteria utama dalam memilih pasangan adalah ketakwaannya. Seorang muslimah dianjurkan memilih laki-laki yang seiman dan taat, karena perbedaan agama berisiko menimbulkan masalah dalam kehidupan rumah tangga.

Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Hasan bin Ali,

ADVERTISEMENT

"Kepada siapa aku harus menikahkan putriku?" Ia menjawab, "Nikahkan dengan orang yang bertakwa. Jika ia mencintainya, ia akan memuliakannya. Jika tidak, ia tidak akan menzaliminya."

2. Baik Agamanya

Pasangan yang baik agamanya menjadi kriteria paling penting. Agama yang baik akan membawa keberkahan dalam rumah tangga serta menjaga dari keburukan.

Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Majah yang meskipun kualitasnya dhaif (lemah), namun dapat dijadikan i'tibar selama bukan perkara akidah maupun hukum (halal/haram),

Rasulullah SAW bersabda,

لَا تَزَوَّجُوا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ فَعَسَى حُسْنُهُنَّ أَنْ يُرْدِيَهُنَّ وَلَا تَزَوَّجُوهُنَّ لِأَمْوَالِهِنَّ فَعَسَى أَمْوَالُهُنَّ أَنْ تُطْغِيَهُنَّ وَلَكِنْ تَزَوَّجُوهُنَّ عَلَى الدِّينِ وَلَأَمَةٌ خَرَمَاءُ سَوْدَاءُ ذَاتُ دِينِ أَفْضَلُ

Artinya: "Janganlah kalian menikahi perempuan karena kecantikannya, bisa jadi kecantikannya itu merusak mereka. Janganlah menikahi mereka karena harta-harta mereka, bisa jadi harta-harta mereka itu membuat mereka sesat. Akan tetapi nikahilah mereka berdasarkan agamanya. Seorang budak perempuan berkulit hitam yang telinganya sobek tetapi memiliki agama adalah lebih utama." (HR. Ibnu Majah)

3. Subur dan Mencintai Keturunan

Islam menganjurkan memilih pasangan yang berpotensi memiliki keturunan, karena pernikahan juga bertujuan melanjutkan generasi yang saleh.

Rasulullah SAW bersabda,

"Nikahilah wanita yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga dengan banyaknya umatku." (HR. An Nasa'i dan Abu Dawud)

4. Mampu memberi nafkah

Seorang laki-laki hendaknya memiliki kemampuan ekonomi dan tanggung jawab dalam menafkahi keluarga. Tidak harus kaya, tetapi mandiri dan siap memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Rasulullah SAW bersabda,

"Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya." (HR. Ahmad dan Abu Daud)

5. Tidak Terlalu Dekat dalam Hubungan Kekerabatan

Memilih pasangan yang bukan kerabat dekat dianjurkan untuk menjaga kesehatan keturunan serta memperluas hubungan sosial.

Rasulullah SAW bersabda,

"Janganlah menikah dengan kerabat dekat karena bisa menyebabkan anak yang dilahirkan cacat." Yakni kurus serta lemah jasmani dan otaknya. Rasulullah bersabda kembali, "Carilah yang jauh, jangan kerabat dekat."

6. Kafa'ah (Sekufu)

Kafa'ah berarti kesetaraan atau kecocokan, baik dalam agama, akhlak, maupun kondisi sosial. Kesepadanan ini penting agar hubungan rumah tangga lebih harmonis dan seimbang.

7. Menyenangkan Dipandang dan Menjaga Kesucian

Penampilan yang baik dapat menumbuhkan rasa cinta dalam pernikahan, namun tetap harus disertai akhlak dan kesucian diri.

Rasulullah SAW bersabda,

"Nikahilah para gadis, sebab dia lebih lembut mulutnya, lebih lengkap rahimnya, dan tidak berpikir untuk menyeleweng, serta rela dengan apa yang ada di tanganmu." (HR. Ibnu Majah)

Rasulullah SAW pun pernah berkata kepada Mughirah ketika dia akan mengkhitbah seorang wanita,

"Lihatlah wajahnya (perempuan tersebut) karena akan lebih menguatkan hubungan di antara kamu berdua." (HR. Bukhari dan Muslim)

8. Baik Keturunannya (Nasab)

Memilih pasangan dari keluarga yang baik dapat menjadi pertimbangan, karena lingkungan keluarga berpengaruh terhadap karakter seseorang. Namun, agama tetap harus menjadi prioritas utama.

Ibnu Hajar menjelaskan bahwa laki-laki yang memiliki nasab baik dianjurkan untuk memilih pasangan dari keturunan yang baik pula, termasuk dalam hal kesetaraan status sosial. Misalnya, laki-laki dari kalangan terpandang disarankan menikahi perempuan dari latar belakang serupa.

Namun demikian, apabila perempuan dari kalangan tersebut tidak memiliki kualitas agama yang baik, maka lebih utama memilih perempuan biasa yang baik agamanya. Hal ini karena agama tetap menjadi pertimbangan utama dibandingkan kriteria lainnya. Prinsip ini juga berlaku bagi perempuan dalam memilih laki-laki sebagai pemimpin dalam rumah tangganya.

9. Mengutamakan yang Belum Pernah Menikah

Dalam beberapa kondisi, menikahi yang belum pernah menikah dianjurkan karena dinilai dapat memperkuat ikatan emosional sejak awal.

Akan tetapi, dalam kondisi tertentu seperti yang dialami Jabir bin Abdullah, menikahi janda juga memiliki hikmah tersendiri.

Rasulullah bersabda kepada Jabir,

"Pilihlah yang belum pernah menikah, kalian akan dapat saling bermanja."

Kemudian Jabir menceritakan kepada Rasulullah bahwa ayahnya sudah wafat dan menitipkan padanya adik-adik perempuan yang masih kecil dan membutuhkan seorang ibu yang mampu mengasuhnya, dengan menikahi seorang janda akan lebih mampu menangani urusan seperti ini dibandingkan seorang yang belum pernah menikah, yang belum terlatih mengurus sebuah rumah tangga.

10. Asal-usul Dan Kemuliaan Akhlak

Pasangan dari keluarga yang dikenal baik, berakhlak mulia, dan terhormat menjadi nilai tambah, karena latar belakang keluarga dapat memengaruhi pembentukan karakter.

Rasulullah SAW bersabda,

"Pilihlah yang tepat untuk tempat benihmu sebab asal keturunan itu membawa pengaruh."

Dan riwayat lainnya "Pilihlah yang sederajat untuk anakmu dan lihat dulu perilaku saudara-saudaranya."




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads