Tata Cara Ruqyah Mandiri di Rumah Sesuai Sunnah dan Bacaannya

Tata Cara Ruqyah Mandiri di Rumah Sesuai Sunnah dan Bacaannya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Kamis, 02 Apr 2026 20:45 WIB
Tata Cara Ruqyah Mandiri di Rumah Sesuai Sunnah dan Bacaannya
Ilustrasi baca Al-Qur'an. Foto: Getty Images/maroot sudchinda
Jakarta -

Dalam Islam, Al-Qur'an diturunkan bukan hanya sebagai petunjuk, melainkan juga sebagai obat penawar bagi segala penyakit, baik fisik maupun hati. Salah satu cara menjemput kesembuhan tersebut adalah melalui ruqyah mandiri.

Lantas, bagaimana tata cara ruqyah mandiri yang benar agar sesuai dengan sunnah? Bacaan apa saja yang harus diamalkan untuk melindungi diri dari gangguan jin, sihir, hingga penyakit 'ain? Berikut penjelasan selengkapnya.

Penjelasan Mengenai Ruqyah

Dijelaskan dalam buku Ruqyah Syar'Iyah untuk Gangguan Jin, Sihir, Hasad, dan 'Ain karya Mochamad Mujadid Al Kautsar, para ulama mengajarkan ruqyah mandiri yang bisa dilakukan oleh umat Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara terminologi, ruqyah adalah al-'uzah, yakni sebuah perlindungan atau terapi dengan membacakan sesuatu yang digunakan untuk melindungi orang yang terkena penyakit, sihir, atau lemparan hasad serta 'ain.

Sementara itu, ruqyah syar'iyyah adalah terapi syar'i dengan cara membacakan ayat-ayat Al-Qur'an dan doa-doa yang bersumber dari Rasulullah SAW.

ADVERTISEMENT

Ruqyah sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW dan dijadikan sebagai tindakan untuk mencegah gangguan jin yang dialami oleh seseorang. Selain itu, ruqyah juga biasa dilakukan untuk mengobati penyakit fisik maupun hati seorang muslim.

Dalil tentang Ruqyah Mandiri

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan ruqyah mandiri saat hendak tidur.

كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَتْ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ( وَ ) قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ( وَ ) قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

Artinya: "Nabi Muhammad SAW saat berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan itu ditiup dan dibacakan: 'Qul huwallahu ahad' (surah Al-Ikhlas), 'Qul a'udzu birobbil falaq' (surah Al-Falaq), dan 'Qul a'udzu birobbin naas' (surah An-Nas). Setelah itu beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Rasulullah SAW melakukan hal itu sebanyak tiga kali." (HR Bukhari)

Dalam riwayat lain, Uthman bin Abil 'Ash menemui Rasulullah SAW dan mengadukan rasa sakit pada tubuhnya. Lalu, beliau bersabda:

"Letakkan tanganmu pada tempat yang terasa sakit, kemudian bacalah 'Bismillahi' tiga kali dan bacalah 'Audzubillahi wa qudrotihi min syari ma ajidu wa uhadziru' tujuh kali." (HR Muslim)

Tata Cara Ruqyah Mandiri Sesuai Sunnah

Dinukil dari buku Ar-Ruqyah Asy-Syar'iyyah: Terapi Gangguan Jin & Penyakit Hati karya Ustadz Arif Rahman, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan ruqyah mandiri.

Sebagai seorang muslim, kita harus mempersiapkan tempat, ruhani, dan jasmani, serta memperhatikan adab-adab dalam berdoa dan memohon kepada Allah SWT.

Berikut adalah tata cara untuk melakukan ruqyah mandiri sesuai sunnah:

  1. Berwudhu untuk mensucikan jasmani, lebih sempurna umat Islam dapat mandi sebelum melakukan ruqyah mandiri.
  2. Salat sunnah mutlak, bisa dilakukan dua atau empat rakaat.
  3. Mengucapkan ta'awudz, basmallah, istighfar, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  4. Memohon kekuatan dan perlindungan kepada Allah SWT.
  5. Memulai ruqyah mandiri dengan membaca ayat-ayat ruqyah seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam hadits di atas. (Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas)

Bacaan Ruqyah Mandiri

Umat Islam dapat membaca surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas ketika akan melakukan ruqyah mandiri, berikut bacaannya:

1. Membaca Surah Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ ٧

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i). Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn(a). Ar-raḥmānir-raḥīm(i). Māliki yaumid-dīn(i). Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn(u), Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a). Ṣirāṭal-lażīna an'amta 'alaihim, gairil-magḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn(a).

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat."

2. Membaca Surah Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤

Qul huwallāhu aḥad(un). Allāhuṣ-ṣamad(u). Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad(un).

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."

3. Membaca Surah Al-Falaq

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥

Qul a'ūżu birabbil-falaq(i). Min syarri mā khalaq(a). Wa min syarri gāsiqin iżā waqab(a). Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad(i). Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad(a).

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki'."

4. Membaca Surah An-Nas

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦

Qul a'ūżu birabbin-nās(i). Malikin-nās(i). Ilāhin-nās(i). Min syarril-waswāsil-khannās(i). Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās(i). Minal jinnati wan-nās(i).

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia'."




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads