Ini 3 Ibadah yang Paling Utama dalam Ajaran Islam

Ini 3 Ibadah yang Paling Utama dalam Ajaran Islam

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Senin, 23 Mar 2026 16:00 WIB
Muslim pilgrims gather at Jabal al-Rahmah, also known as Mount Arafat, during the annual hajj pilgrimage, outside the holy city of Mecca, Saudi Arabia, June 5, 2025. REUTERS/Khaled Abdullah
Jemaah haji wukuf di Arafah (Foto: REUTERS/Khaled Abdullah)
Jakarta -

Rasulullah SAW mengajarkan berbagai amal ibadah untuk dilakukan oleh umatnya. Namun dalam Islam, terdapat tiga ibadah utama yang memiliki kedudukan sangat tinggi di sisi Allah SWT.

Merujuk pada penjelasan hadits dalam buku Fiqih Sunnah 3 karya Sayyid Sabiq, tiga amalan yang dimaksud adalah beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, berjihad di jalan Allah SWT, serta menunaikan haji yang mabrur.

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai amal yang paling utama. Beliau menjawab:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

إِيْمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ.

Artinya: "Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya." Beliau ditanya, "Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab:

ADVERTISEMENT

ثُمَّ جِهَادٌ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ.

Artinya: "Kemudian berjihad di jalan Allah." Beliau ditanya, "Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab:

ثُمَّ حَجُّ مَبْرُوْرَ

Artinya: "Kemudian haji yang mabrur."

Berdasarkan hadits tersebut, diketahui ada tiga ibadah yang paling utama dalam ajaran Islam. Simak penjelasannya masing-masing berikut ini.

Ibadah Paling Utama dalam Islam

1. Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya

Amalan paling mendasar adalah beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Tanpa iman, amal seperti jihad maupun haji tidak memiliki nilai di sisi Allah. Menurut Muh. Yunan Putra dalam buku 100 Hadits Pilihan (Materi Hafalan, Kultum dan Ceramah Agama), iman berarti meyakini Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, disertai ketaatan menjalankan perintah dan menjauhi larangan dalam segala kondisi.

2. Jihad di Jalan Allah

Jihad merupakan amalan utama berikutnya, yaitu berjuang di jalan Allah SWT dengan pengorbanan jiwa, harta, dan tenaga demi menegakkan agama. Ramadhani Abdurrahim dalam buku 20 Jalan Keberuntungan dan 20 Penyebab Kerugian: Dalam Pandangan Alquran menyebut jihad sebagai puncak ibadah karena mengandung tingkat kesulitan dan pengorbanan yang tinggi.

Jihad sendiri mencakup perjuangan melawan hawa nafsu, setan, dan musuh, serta dapat dilakukan melalui lisan, harta, maupun jiwa. Dalam buku Ringkasan Fikih Jihad karya Yusuf Al-Qaradhawi disebutkan hadits dari Abu Said Al-Khudri RA:

"Rasulullah SAW ditanya, 'Wahai Rasulullah, siapa manusia terbaik?' Beliau menjawab, 'Mukmin yang berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan harta'." (Muttafaq Alaih)

3. Haji yang Mabrur

Ibadah haji juga termasuk amalan utama karena keutamaannya yang besar. Sayyid Sabiq menjelaskan bahwa haji termasuk bagian dari jihad di jalan Allah SWT.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

جِهَادُ الْكَبِيْرَ وَالضَّعِيْفِ وَالْمَرْأَةِ الْحَجُّ.

Artinya: "Jihad orang yang telah lanjut usia, orang yang lemah, dan seorang perempuan adalah melaksanakan haji."

Selain itu, haji memiliki keutamaan menghapus dosa. Dalam hadits dijelaskan bahwa orang yang berhaji tanpa berkata kotor dan tanpa berbuat maksiat akan kembali dalam keadaan bersih dari dosa. Bahkan, balasan haji mabrur tidak lain adalah surga, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Satu umrah ke umrah berikutnya menghapus dosa-dosa di antara keduanya. Tidak ada balasan (yang pantas) atas haji yang mabrur kecuali surga." (HR Bukhari).




(hnh/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads