Meriahnya Lebaran Hari Kedua di Zliten, Libya

Ramadan di Negeri Rantau

Meriahnya Lebaran Hari Kedua di Zliten, Libya

Ahmad Sholahuddin Al Adibi - detikHikmah
Minggu, 22 Mar 2026 19:00 WIB
Meriahnya Lebaran Hari Kedua di Zliten, Libya
Meriahnya Lebaran Hari Kedua di Zliten, Libya. Foto: Dok. Ahmad Sholahuddin Al Adibi
Zliten -

Berbeda dengan suasana Lebaran di Indonesia yang langsung meriah sejak hari pertama, perayaan Idul Fitri di Libya justru mencapai puncaknya pada hari kedua.

Setelah melaksanakan shalat Ied dan saling bersalaman sambil bertukar ucapan selamat serta doa, biasanya masyarakat Libya memilih kembali ke rumah untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat dekat.

Memasuki hari kedua, kawasan sekitar Masjid Sidi Syekh Abdussalam Al Asmar yang berada di tengah kota mulai dipadati masyarakat dari berbagai penjuru. Dengan mengenakan pakaian tradisional khas Libya (farmala), mereka berkumpul untuk merayakan lebran dalam suasana yang lebih meriah dengan adannya berbagai festival yang menjadi bagian tradisi dari perayaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Festival Hadrah

ADVERTISEMENT
Meriahnya Lebaran Hari Kedua di Zliten, Libya Foto: Dok. Ahmad Sholahuddin Al Adibi

Salah satu tradisi yang paling dinantikan selama Idul fitri di Libya adalah Festival Hadrah, sebuah pertunjukan musik yang dipadukan dengan tarian sufi tradisional.

Alat musik yang digunakan antara lain rebana, dram, serta sejenis simbal dari kuningan.

Uniknya, rebana yang akan digunakan di panaskan terlebih dahulu di atas api unggun untuk menghasilkan suara yang lebih nyaring dan bergema. Festival ini diikuti oleh berbagai kelompok hadrah, tidak hanya dari Zliten tetapi juga dari kota-kota lain yang masing-masing menghadirkan gaya khasnya.

Lantunan shalawat, doa, dan syair-syair sufi mengiringi setiap tabuhan dan gerakan, menghadirkan suasana yang mendalam dan syahdu. Sejumlah kelompok juga membawa panji-panji bertuliskan selawat, yang dikibarkan dengan penuh semangat sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Bazar Makanan dan Mainan

Meriahnya Lebaran Hari Kedua di Zliten, Libya Foto: Dok. Ahmad Sholahuddin Al Adibi

Selain Festival Hadrah, suasana semakin semarak dengan hadirnya bazar makanan dan mainan di sekitar masjid. Bazar yang berlangsung sepanjang hari ini menjadi tempat berkumpulnya berbagai kalangan untuk menikmati waktu bersama keluarga maupun teman.

Di tengah keramaian, suara terompet terdengar bersahutan. Anak-anak berlarian sambil menenteng, bahkan sesekali menembakkan pistol mainan, lalu bermain bersama teman sebayanya.

Para pedagang pun tampak ramah menawarkan dagangan, yang telah mereka tata rapi sejak malam sebelumnya di sepanjang jalan depan masjid. Berbagai makanan tradisional seperti shawarma, musyakkal, mafrum, aneka manisan, hingga beragam mainan tersusun menarik, mengundang perhatian para pengunjung yang terus berdatangan.

Bazar Buku dan Pameran Sejarah Kebudayaan

Meriahnya Lebaran Hari Kedua di Zliten, Libya Foto: Dok. Ahmad Sholahuddin Al Adibi

Tak hanya menjadi ajang hiburan, perayaan Idul fitri di Zliten juga diwarnai dengan kegiatan edukatif melalui bazar buku dan pameran sejarah kebudayaan.

Acara ini berlangsung di kompleks Zawiya Sidi Syekh Abdussalam Al Asmar dan menyediakan berbagai koleksi buku, mulai dari tema keislaman, sastra, hingga sejarah yang terkait dengan budaya Libya.

Di tempat ini, pengunjung juga dapat menyaksikan foto-foto lama, manuskrip kuno, dan barang-barang kuno yang merekam perjalanan panjang sejarah dan tradisi Libya. Berbeda dengan festival-festival sebelumnya, pameran ini berlangsung selama empat hari penuh, menjadi ruang silaturahmi sekaligus pengingat akan kekayaan Libya.

Dari semarak Festival Hadrah, keceriaan anak-anak di bazar makanan dan mainan, hingga bazar buku dan pameran sejarah, semua rangkaian ini menyatu dalam kemeriahan Idul Fitri di Zliten, Libya. Perayaan ini bukan sekedar momen tahunan, tetapi juga menjadi cara masyarakat menjaga tradisi dan mempererat kebersamaan di tengah kahangatan lebaran Idul Fitri.

---

Ahmad Sholahuddin Al Adibi

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Al-Asmariya Islamic University, Libya

Artikel ini merupakan kolaborasi detikHikmah dengan PPI Dunia. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih - Redaksi)




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads