Sunnah Mengenakan Pakaian Terbaik Saat Idul Fitri

Sunnah Mengenakan Pakaian Terbaik Saat Idul Fitri

Devi Setya - detikHikmah
Sabtu, 21 Mar 2026 12:00 WIB
Pedagang Tanah Abang Mulai Panen Cuan Berkat Tren Baju Lebaran Gamis Rompi Lepas
ilustrasi pembeli baju lebaran Foto: Getty Images/SrdjanPav
Jakarta -

Idul Fitri merupakan salah satu hari paling istimewa bagi umat Islam. Hari ini menandai berakhirnya ibadah puasa di bulan Ramadan sekaligus menjadi momentum kemenangan setelah sebulan penuh menahan diri dari berbagai hal yang membatalkan puasa.

Karena itu, Idul Fitri disambut dengan penuh kegembiraan, rasa syukur, dan berbagai amalan yang dianjurkan dalam Islam.

Salah satu bentuk kebahagiaan yang dianjurkan pada hari raya adalah mengenakan pakaian terbaik. Tradisi ini bukan sekadar budaya, tetapi memiliki dasar dari sunnah Rasulullah SAW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anjuran Berpenampilan Baik di Hari Raya

Dalam Islam, hari raya merupakan momen yang dimuliakan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menampilkan diri dalam kondisi terbaik ketika menyambutnya. Salah satu bentuknya adalah mandi terlebih dahulu sebelum berangkat menuju tempat sholat Idul Fitri, memakai wangi-wangian, dan mengenakan pakaian yang paling baik yang dimiliki.

ADVERTISEMENT

Mengutip buku Panduan Lengkap Ibadah Menurut Al-Qur'an, Al-Sunnah, dan Pendapat Para Ulama karya Muhammad Al-Baqir dijelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki kebiasaan khusus saat menyambut hari raya. Beliau membersihkan diri dan memakai pakaian terbaik ketika akan melaksanakan sholat Id.

Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan aspek kebersihan, keindahan, dan kesopanan dalam berpenampilan, terlebih pada hari-hari yang dimuliakan.

Hadits tentang Sunnah Memakai Pakaian Terbaik

Anjuran mengenakan pakaian terbaik saat hari raya dijelaskan dalam sebuah riwayat dari Al-Hasan bin Ali RA., cucu Rasulullah SAW. Ia berkata:

"Pada setiap hari raya, Rasulullah SAW menyuruh kami agar mengenakan pakaian terbaik yang kami miliki, memakai minyak wangi terbaik yang kami punyai, dan menyembelih kurban hewan termahal yang mampu kami sediakan." (HR Al-Hakim)

Hadits ini menunjukkan bahwa hari raya merupakan waktu yang dianjurkan untuk menampakkan nikmat yang diberikan Allah SWT. Mengenakan pakaian terbaik bukan berarti berlebih-lebihan, tetapi sebagai bentuk rasa syukur atas karunia yang telah diberikan oleh-Nya.

Selain itu, menggunakan wewangian juga menjadi bagian dari sunnah, karena hal tersebut membuat seseorang tampil lebih rapi, bersih, dan menyenangkan bagi orang lain ketika bertemu dalam suasana silaturahmi.

Kebiasaan Rasulullah SAW Memiliki Pakaian Khusus Hari Raya

Rasulullah SAW memiliki pakaian khusus yang digunakan pada hari-hari tertentu.

Penjelasan ini merujuk pada karya As-Sayyid Sabiq dalam buku Fiqh Us-Sunnah: Supererogatory Prayers yang mengutip pendapat Ibnu Al-Qayyim. Dalam tulisan tersebut disebutkan bahwa Rasulullah SAW memiliki jubah khusus yang digunakan pada momen tertentu saja.

Ibnu Al-Qayyim menuliskan, "Rasulullah SAW biasa menggunakan pakaian yang terbaik untuk hari-hari tersebut dan dia punya jubah (cloak) khusus yang hanya dipakai pada dua Hari Raya dan Jumat."

Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus terhadap hari raya. Mengenakan pakaian yang istimewa menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap momen ibadah tersebut.

Jafar ibn Muhammad menjelaskan bahwa jubah yang dimaksud dalam riwayat tersebut adalah Yemeni cloak, yaitu jubah khas dari Yaman yang dikenal sebagai pakaian yang baik dan berkualitas.

Meskipun dianjurkan mengenakan pakaian terbaik, Islam tetap memberikan batasan agar tidak melanggar ketentuan syariat. Pakaian yang dikenakan harus tetap sesuai dengan aturan Islam, baik dari segi bahan maupun bentuknya.

Salah satu contoh yang dijelaskan dalam hadits adalah larangan bagi laki-laki untuk mengenakan pakaian dari bahan sutra.

Dalam sebuah riwayat dari Abdullah disebutkan bahwa Umar bin Khattab pernah melihat jubah sutra yang dijual. Ia kemudian mengambilnya untuk diberikan kepada Rasulullah SAW dan berkata, "Ya Rasulullah SAW belilah ini dan gunakanlah untuk menyambut tamumu."

Namun Rasulullah SAW menjawab, "Sutra digunakan mereka yang tidak mendapat bagian di hari akhir."

Beberapa waktu kemudian Rasulullah SAW mengirimkan kain sutra tersebut kepada Umar. Umar pun kembali menemui Rasulullah SAW dan berkata, "Engkau mengirimkan ini kepadaku dan engkau pernah mengatakan sesuatu tentang barang ini, bagaimana pendapatmu?"

Rasulullah SAW kemudian menjawab, "Aku mengirimkannya padamu agar engkau bisa mendapatkan uang dengan menjualnya."

Karena itulah Umar tidak menyukai pakaian yang berbahan sutra. Riwayat ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.




(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads