Istilah Fear of Missing Out atau FOMO biasanya identik dengan ketakutan ketinggalan tren gadget terbaru, konser artis papan atas, hingga gaya hidup mewah. Namun kini istilah FOMO sudah merambah ke segala aspek kehidupan, tak terkecuali dalam urusan spiritual.
Dalam kajian Roblox di detikcom bersama Promag, BSI dan Yamaha dengan tema 'FOMO Dunia vs FOMO Akhirat", Rabu (4/3/2026), Ustaz Jojo menegaskan bahwa Islam tidak melarang umatnya mengejar kebahagiaan dunia. Justru, Al-Qur'an mengajarkan keseimbangan.
"Jadi teman-teman sekalian harus kita pahami ya. Di salah satu Al-Qur'an, ayat Al-Qur'an itu mengajarkan kita bahwa kita boleh untuk berdoa meminta kebaikan dunia dan juga kebaikan akhirat," ujar Ustaz Jojo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau misalkan cuma pikiran akhirat aja berarti ayat Rabbana Aatina Fiddunya Hasanah berarti nggak berlaku," lanjutnya.
Ustaz Jojo menjelaskan bahwa sifat dasar manusia memang tidak pernah puas. Ia mencontohkan fenomena orang terkaya di dunia saat ini, Elon Musk, sebagai bukti nyata hadits Nabi Muhammad SAW.
"Kata Nabi, anak Adam kalau punya satu lembah emas, pasti pengen dua. Lihat Elon Musk, sudah jadi orang terkaya di dunia, dia mau ekspansi ke Mars. Nanti kalau sudah di Mars, mungkin mau ke 'Planet Ban'," kelakarnya Ustaz Jojo.
Menurutnya, di sinilah ibadah puasa berperan sebagai "rem" darurat. Puasa melatih manusia untuk membatasi diri dan mengendalikan ambisi yang meluap-luap.
"Segala sesuatu yang kita punya itu harus ditahan-tahan. Puasa ini adalah alat buat ngerem sifat dasar manusia yang nggak pernah puas tadi," tambahnya.
Dua Jenis FOMO yang Diperbolehkan dalam Islam
Ustaz Jojo menyebut bahwa dalam Islam ada jenis "FOMO" atau rasa iri yang diperbolehkan, bahkan dianjurkan. Namun, hal itu terbatas hanya pada dua golongan manusia.
"Kita nggak boleh iri sama artis yang tinggal di luar negeri, itu nggak boleh. Kita hanya boleh iri pada dua orang: Pertama, orang yang punya ilmu agama dan mengajarkannya. Kedua, orang kaya yang menggunakan kekayaannya untuk bersedekah dan membantu orang lain," tegasnya.
Menurutnya, ambisi duniawi yang berlebihan seringkali membuat orang haus akan kekuasaan. Dengan memiliki "FOMO Akhirat", seseorang akan lebih mudah merasa cukup (qanaah) dan menekan ambisi yang merusak.
(hnh/lus)












































Komentar Terbanyak
MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Buntut Serangan AS-Israel ke Iran
Pernyataan Soal Zakat Picu Polemik, Menag Sampaikan Klarifikasi
PBNU Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran: Brutal dan Merusak Tatanan