Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan paling sedikit sebanyak dua rakaat dan paling banyak dua belas rakaat. Setiap 2 rakaat diakhiri dengan satu salam. Tidak sedikit umat Islam yang membiasakan diri melaksanakannya di rumah, masjid, sekolah, maupun tempat kerja.
Salah satu dalil tentang dianjurkan melaksanakan sholat dhuha adalah riwayat shahih Abu Hurairah RA.
"Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat dhuha, dan salat witir sebelum tidur." (Muttafaq 'alaih)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sholat dhuha umumnya dilakukan sendiri-sendiri. Namun, ada pula yang mengerjakannya secara berjamaah. Lantas, apakah sholat dhuha boleh berjamaah menurut pandangan ulama? Berikut penjelasan lengkapnya.
Hukum Sholat Dhuha Berjamaah Menurut Ulama
Sholat dhuha pada dasarnya dikerjakan secara munfarid atau sendirian. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam buku Keberkahan Sholat Dhuha Raih Rezeki Sepanjang Hari oleh Ustadz Arif Rahman, bahwa sholat dhuha tidak dikerjakan secara berjamaah.
Lebih jelasnya, Imam an Nawawi mengatakan sholat dhuha tidak disyariatkan dilaksanakan secara berjamaah. Ketentuan tersebut berlaku juga untuk sholat sunnah lainnya, seperti sholat rawatib, sholat tahajud, atau sholat hajat.
Meski begitu, sholat dhuha yang dikerjakan secara berjamaah masih diperbolehkan, namun tidak dianjurkan. Hukumnya pun tidak menjadi makruh, tetapi tidak sesuai dengan syariat saja.
Adapun sholat sunnah yang dapat dikerjakan secara berjamaah diantaranya adalah sholat Idul Fitri, sholat Idul Adha, sholat gerhana matahari, sholat istisqa, sholat tarawih atau sholat witir.
Kapan Sholat Dhuha Boleh Dilakukan Berjamaah?
Sebagai ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, maka pelaksanaan sholat dhuha menjadi penting diajarkan kepada anak sejak dini. Oleh karena itu, sering dijumpai pembiasaan sholat dhuha berjamaah di beberapa sekolah.
Mengutip buku Penguatan Karakter Profil Pelajar Pancasila Berbasis Integratif Moral di Sekolah Dasar oleh Nursalam dan Suardi, hal tersebut bukan menjadi tanda bahwa sholat Dhuha harus dikerjakan secara berjamaah, namun sebagai upaya penanaman nilai moral untuk mereka. Hal tersebut bertujuan agar anak bisa mengenal ibadah sunnah sejak masih kecil.
Waktu Melaksanakan Sholat Dhuha
Mengutip buku Fikih 4 oleh Siti Khomisil Fatatil Aqillah, dkk, dijelaskan bahwa awal waktu sholat dhuha adalah ketika matahari naik setinggi tombak, yaitu kira-kira pukul 07.00 pagi.
Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Amr bin Abasah." Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Kerjakanlah sholat subuh, kemudian tinggalkan sholat hingga matahari terbit, sampai matahari naik. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud menyembah matahari." (HR. Muslim)
Akhir waktu sholat dhuha adalah 15 menit sebelum masuk sholat dzuhur, kira-kira pukul 10.30-11.45 (apabila waktu dzuhur nya pukul 12.00).
Niat Sholat Dhuha Dua Rakaat
اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat sholat Dhuha dua rakaat, karena Allah ta'ala."
Tata Cara Sholat Dhuha Dua Rakaat
Tata cara sholat dhuha pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan sholat sunnah lainnya. Mengutip buku Praktis Ibadah karya Irwan, dkk, berikut ini tata cara sholat dhuha dua rakaat:
1. Niat dalam hati bersamaan dengan takbirtul ihram.
2. Membaca doa iftitah.
3. Membaca surah Al-Fatihah.
4. Membaca surah pendek dari Al-Qur'an. Di rakaat pertama dianjurkan membaca surah Asy-Syam, sedangkan di rakaat kedua dianjurkan membaca surah Ad-Dhuha. Bisa juga membaca surah lain seperti Al-Kafirun atau Al-Ikhlas.
5. Rukuk.
6. I'tidal.
7. Sujud pertama.
8. Duduk di antara dua sujud.
9. Sujud kedua.
10. Bangkit dari sujud dan melanjutkan rakaat kedua seperti rakaat pertama, kemudian tasyahud akhir dan salam.
11. Setelah selesai sholat dhuha, disunnahkan membaca doa sebagai penutup.
Doa Setelah Sholat Dhuha
اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُ كَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ ، اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ ، وَإِنْ كَانَ مُعَشِرًا فَيَسِرْهُ ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبُهُ ، بِحَقِّ ضُحَابِكَ وَبَهَابِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrata qudratuka wal 'ismata 'ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.
Artinya: "Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan adalah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."
Keutamaan Sholat Dhuha dan Dalilnya
Sholat dhuha memiliki banyak keutamaan yang luar biasa. Berikut ini lima keutamaan sholat dhuha yang perlu diketahui.
1. Bernilai Sedekah
Rasulullah SAW bersabda, "Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan sholat dhuha 2 rakaat." (HR Muslim)
Artinya, sholat dhuha sama nilainya dengan sedekah dari seluruh anggota tubuh, sehingga sangat dianjurkan untuk rutin dikerjakan.
2. Amalan Cadangan di Hari Akhir
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah sholatnya. Apabila benar (sholatnya) maka ia telah lulus dan beruntung, dan apabila rusak (sholatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada sholat wajibnya, maka Allah berfirman, 'Perhatikanlah, jikalau hamba-Ku mempunyai sholat sunnah maka sempurnakanlah dengan sholat sunnahnya sekadar apa yang menjadi kekurangan pada sholat wajibnya. Jika selesai urusan sholat, barulah amalan lainnya." (HR An-Nasa'i, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Dengan sholat dhuha, kekurangan sholat wajib dapat tertutupi, sehingga menjadi amalan cadangan yang sangat bermanfaat di hari akhir, yaitu hari hisab.
3. Dicukupi Kebutuhan Hidupnya
Sholat dhuha menjadi jalan Allah mencukupi rezeki dan kebutuhan sehari-hari bagi yang rutin mengamalkannya.
Rasulullah SAW bersabda, "Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (sholat dhuha) 4 rakaat, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu sampai sore hari." (HR Tirmidzi)
4. Diampuni Semua Dosanya
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang menjaga sholat dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
5. Dibangunkan Istana di Surga
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa sholat dhuha 12 rakaat, maka Allah akan membangun baginya istana dari emas di surga." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Bagi yang mampu, sholat dhuha 12 rakaat menjadi jalan untuk mendapatkan ganjaran besar berupa istana di surga.
Rutin melaksanakan sholat dhuha akan membawa keberkahan, menghapus dosa, dan mendatangkan rezeki serta pahala yang luar biasa.
Kesimpulannya, hukum sholat dhuha berjamaah menurut ulama boleh dilakukan tetapi tidak dianjurkan, lebih utama dikerjakan sendiri.
Selain itu, penting juga memahami waktu pelaksanaan, niat, tata cara, doa, dan keutamaan sholat dhuha agar ibadah sunnah ini dijalankan dengan benar dan mendapatkan pahala, keberkahan, serta rezeki yang dilimpahkan Allah SWT.
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
Eks Menag Kritik Rencana War Tiket Haji Kemenhaj
Kemenhaj Wacanakan War Tiket Jadi Mekanisme Naik Haji Tanpa Antre
Prabowo Ingin Hapus Antrean Haji, Kemenhaj Kaji Sistem "War Ticket"