Siapa Orang yang Pertama Kali Diberi Pakaian di Padang Mahsyar?

Siapa Orang yang Pertama Kali Diberi Pakaian di Padang Mahsyar?

Hanif Hawari - detikHikmah
Jumat, 06 Feb 2026 06:30 WIB
Spains biker Lorenzo Santolino competes during Stage 12 of the Dakar 2023 between Empty Quarter Marathon and Shaybah, in Saudi Arabia, on January 13, 2023. -  (Photo by FRANCK FIFE / AFP)
Ilustrasi Padang Mahsyar (Foto: AFP/FRANCK FIFE)
Jakarta -

Padang Mahsyar merupakan tempat berkumpulnya seluruh manusia setelah hari kebangkitan. Mereka akan dimintai pertanggungjawabannya atas apa yang dilakukan di dunia.

Kondisi di Padang Mahsyar sangat mencekam dalam keadaan telanjang. Namun ada seseorang yang diberi pakaian oleh Allah SWT. Siapakah dia?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi Manusia saat Dibangkitkan

Menurut sebuah hadits dalam Kitab Shahih Muslim, Aisyah RA meriwayatkan ucapan Nabi SAW. Ia menyebut manusia akan dibangkitkan dalam keadaan yang sangat polos, persis seperti mereka baru dilahirkan. Rasulullah SAW bersabda:

"Manusia pada hari kiamat akan dihimpun di Padang Mahsyar dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang bulat, dan tidak bersunat," Aku (Aisyah RA) bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah wanita dan pria semuanya berkumpul jadi satu dan saling memandang?" Beliau bersabda, "Di sana keadaannya sangat mencekam sehingga tidak ada kesempatan bagi mereka untuk saling melihat." (HR Muslim)

ADVERTISEMENT

Sosok yang Pertama Kali Diberi Pakaian

Meski seluruh manusia bangkit tanpa pakaian, ada satu sosok istimewa yang akan menjadi orang pertama yang mendapatkan pakaian di hari tersebut. Menurut Prof Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi dalam Ibrahim: Bapak Para Nabi dan Kekasih Allah, ia mengatakan orang tersebut adalah Nabi Ibrahim AS.

Hal ini diketahui dari khutbah Rasulullah SAW yang tercatat dalam Shahih Muslim dan Shahih Al-Bukhari :

"Wahai kaum muslimin, sesungguhnya kalian akan dihalau kepada Allah dalam keadaan telanjang kaki, telanjang badan, dan tidak bersunat. 'Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. (Itu adalah) janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kami akan melaksanakannya'. Ketahuilah, sesungguhnya makhluk pertama yang diberi pakaian pada hari kiamat adalah Ibrahim AS."

Menurut Kitab Fath Al-Bari Syarh Shahih Al-Bukhari, pakaian yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS berasal langsung dari surga. Setelah itu, barulah Rasulullah SAW yang diberikan pakaian indah. Bahkan nilainya tak sanggup ditaksir oleh manusia.

"Orang yang pertama kali diberi pakaian adalah Ibrahim AS berupa pakaian indah dari surga. Lalu didatangkan sebuah kursi dan ditempatkan di samping kanan Arasy. Lalu aku didatangkan dan diberi pakaian yang tidak bisa dinilai manusia."

Mengapa Nabi Ibrahim AS Didahulukan?

Para ulama memberikan beberapa pandangan mengenai alasan mengapa Ayah para Nabi ini mendapatkan keistimewaan tersebut. Berdasarkan pendapat Imam Syamsuddin Al-Qurthubi dalam Kitab At-Tadzkirah, berikut beberapa kemungkinannya adalah sebagai berikut:

1. Rasa Takut yang Luar Biasa kepada Allah

Nabi Ibrahim AS dikenal memiliki rasa takut yang sangat hebat kepada Allah SWT. Pemberian pakaian lebih awal bertujuan agar hati beliau segera merasa tenang dan tentram di tengah suasana Mahsyar yang mengerikan.

2. Orang Pertama yang Menutup Aurat dengan Sempurna

Menurut sebuah riwayat, Nabi Ibrahim AS adalah orang pertama yang diperintahkan memakai celana saat sholat demi menjaga kerapatan aurat dan kesucian tempat sholat. Ketaatan Nabi Ibrahim ini yang dibalas Allah SWT dengan pemberian pakaian pertama di akhirat.

3. Balasan atas Peristiwa Pembakaran oleh Raja Namrud

Pendapat lain menyebutkan bahwa keistimewaan ini berkaitan dengan pengorbanan Nabi Ibrahim AS. Ketika Nabi Ibrahim AS dilemparkan ke dalam kobaran api karena membela ketauhidan, kaum kafir saat itu menelanjanginya di depan umum. Sebagai bentuk kemuliaan dan balasan atas penghinaan tersebut, Allah SWT memberikan pakaian kepadanya sebelum makhluk-makhluk lainnya.

Semoga kisah Nabi Ibrahim AS ini meningkatkan keimanan kita dan memotivasi kita untuk senantiasa menjaga aurat serta ketaatan kepada-Nya.
Wallahu a'lam.



(hnh/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads