Tak hanya faktor ekonomi, banyak hal lain yang mempengaruhi kelancaran rezeki rumah tangga. Bahkan, ada beberapa dosa yang dinilai jadi penyebab seretnya rezeki rumah tangga.
Dalam Islam, Allah SWT telah menjamin tiap rezeki makhluk yang Dia ciptakan. Berikut firman-Nya dalam surah Hud ayat 6,
۞ وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)."
Rezeki tidak hanya berkaitan soal uang, melainkan juga keberkahan. Misalnya nikmat sehat dan keluarga yang harmonis.
Apabila rumah tangga jauh dari keberkahan, sebesar apa pun penghasilan akan terasa kurang karena cepat habis serta penuh dengan masalah. Lantas, dosa apa saja yang buat rezeki rumah tangga seret?
7 Dosa Penyebab Rezeki Rumah Tangga Seret
Dilansir dari buku 29 Dosa yang Menghalangi Datangnya Rezeki tulisan Ibnu Mas'ad Masjhur, berikut beberapa dosa penyebab seretnya rezeki rumah tangga.
1. Khianat Terhadap Istri dan Anak
Khianat terhadap istri dan anak jadi salah satu faktor yang menutup rezeki rumah tangga. Rezeki yang Allah SWT titipkan kepada suami sudah sepantasnya untuk menghidupi anak dan istrinya, namun juga rezeki itu hanya digunakan untuk kesenangan pribadi tanpa memperhatikan kemaslahatan rumah tangga tentu akan menghapus berkah yang ada di dalamnya.
Saat seorang suami menyimpang dari amanah Allah SWT, artinya dia sudah mengkhianati kepercayaan yang diberikan Sang Khalik. Padahal rezeki itu tak hanya untuk dirinya, melainkan juga kesejahteraan anggota keluarga.
Karenanya, penting bagi suami menyadari setiap rupiah yang diperoleh membawa tanggung jawab besar. Allah SWT menitipkan harta agar digunakan dengan benar, utamanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang jadi tanggungannya.
Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Sungguh tidaklah engkau menginfakkan harta dengan tujuan mengharapkan wajah Allah, kecuali kamu akan mendapatkan pahala, hingga makanan yang kamu berikan kepada istrimu." (HR Bukhari)
2. Mencari Rezeki yang Haram
Rezeki harus didapatkan dengan cara yang halal dan berkah. Hal ini tertuang dalam surah Al Baqarah ayat 172,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُلُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقْنَٰكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah." (QS Al-Baqarah: 172).
Mencari rezeki dengan cara yang haram akan mengundang kerusakan rumah tangga dan diri sendiri. Oleh sebab itu, penting bagi muslim mencari rezeki dengan cara yang baik.
3. Durhaka kepada Orang Tua
Durhaka terhadap orang tua jadi perbuatan yang tercela. Sebagaimana diketahui, kita tidak akan mampu membalas jasa kedua orang tua dari sejak lahir sehingga mereka juga jadi salah satu pintu rezeki anak.
Allah SWT berfirman dalam surah Luqman ayat 14,
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
Artinya: "Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) "Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu." Hanya kepada-Ku (kamu) kembali."
Durhaka kepada orang tua bisa menutup pintu rezeki keluarga. Hal ini dikarenakan doa dari mereka membuat hidup lebih baik.
4. Lalai Beribadah
Lalai dalam beribadah jadi kebiasaan yang bisa menutup pintu rezeki rumah tangga. Allah SWT berfirman dalam surah Al Munafiqun ayat 9,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚوَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jangan biarkan harta dan anak-anakmu menyibukkanmu sehingga kamu lupa mengingat Allah. Barangsiapa yang melakukan hal ini, mereka adalah orang-orang yang merugi."
5. Sering Minum Khamar
Khamar adalah minuman yang haram dikonsumsi bagi umat Islam karena bersifat memabukkan. Meminum minuman ini bisa menutup pintu rezeki.
Dalam surah Al Maidah ayat 90 diterangkan sebagai berikut,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan."
6. Riya
Riya atau hobi pamer jadi perbuatan tercela dalam Islam dan menutup pintu rezeki. Diterangkan dalam kitab Al Fathu al-Rabbani wa al-Faydh al-Rahmani susunan Syekh Abdul Qadir Al Jailani terjemahan Kamran Asad Riyadi, riya menjadi penyebab kefakiran.
7. Mubazir
Mubazir adalah perilaku tercela yang identik dengan boros dan tidak disukai Allah SWT. Salah satu perilaku mubazir yaitu menyisakan makanan dan tidak menghabisinya. Buya Yahya dalam ceramahnya mengatakan hal itu bisa jadi penyebab kefakiran.
"Menyepelekan sisa-sisa makanan yang ada di piring. Makanya Buya Yahya selalu marah karena bisa saja itu jadi sebab kefakiranmu," ungkapnya dalam YouTube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin mengutip kanal tersebut.
(aeb/lus)












































Komentar Terbanyak
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Mengenang Thessaloniki, Kota Muslim di Yunani yang Hilang
MUI: Pemerintah Harus Tinjau Ulang Keterlibatan RI di Board of Peace