Amalan yang paling berat timbangannya menjadi perhatian penting dalam Islam karena berkaitan dengan penilaian amal manusia di hari akhir. Timbangan amal sendiri dijelaskan sebagai sarana untuk menilai kebaikan dan keburukan yang dilakukan selama hidup di dunia.
Hari akhir digambarkan sebagai waktu di mana setiap perbuatan akan diperhitungkan secara adil. Melalui Al-Qur'an dan hadits, Islam memberikan penjelasan mengenai amalan-amalan yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT dan berpengaruh terhadap keselamatan manusia di akhirat.
Amalan Paling Berat Timbangannya
Dinukil dari buku Amalan-Amalan untuk Meraih Tingkatan Tertinggi Surga karya Muhammad Ibrahim an-Nu'aim, Allah SWT telah memuliakan akhlak yang terpuji dengan menempatkannya pada kedudukan yang luhur, melimpahkan pahala yang besar, serta menjadikannya sebagai amal yang paling berat timbangannya di sisi-Nya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abu Darda menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada sesuatu yang lebih berat dari akhlak yang baik dalam timbangan seorang muslim di hari Kiamat kelak. Dan sesungguhnya Allah membenci kekejian yang nyata." (HR Tirmidzi)
Menurut salah satu riwayat, orang yang memiliki akhlak terpuji akan dianugerahi tiga istana pada tiga tingkatan surga. Abu Umamah al-Bahili RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
أَنَا زَعِيمٌ بَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًا وبيت فِي وَسَط الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبَبَيْتِ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ
"Aku adalah penjamin istana di surga bagian bawah bagi orang yang meninggalkan perdebatan (yang tidak ada manfaatnya) meskipun ia benar, dan dengan istana di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun ia bercanda, serta istana di surga yang paling tinggi bagi orang yang berakhlak mulia" (HR Abu Dawud).
Dengan demikian, seseorang yang menjaga akhlak mulia, menjauhi perdebatan yang tidak bermanfaat, serta meninggalkan dusta, memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. Akhlak inilah yang menjadikannya tidak terhalang oleh Allah SWT untuk memasuki ketiga istana surga tersebut.
Selain akhlak yang baik, terdapat amalan lain yang dapat memberatkan timbangan amal, yaitu memperbanyak ucapan alhamdulillah dan subhanallah wal hamdulillah. Bacaan tersebut akan memenuhi timbangan amal serta memenuhi langit dan bumi. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Malik al-Asy'ari RA dalam Shahih Muslim.
Rasulullah SAW bersabda,
"Bersuci itu separuh dari iman, bacaan 'Alhamdulillah' itu memenuhi timbangan, 'Subhanallah wal hamdulillah' itu memenuhi antara langit dan bumi, dalat itu cahaya, sedekah itu bukti, sabar itu kecerahan, dan Al-Qur'an itu hujjah yang membelamu atau mencelakakan kamu. Semua orang pergi, lalu ada yang menjual dirinya, sesudah itu dia merdekakan atau dia biarkan binasa."
Dinukil dari buku Hati-hati Terhadap Media yang Merusak Anak karya Muna Haddad Yakan, keluhuran akhlak merupakan amal yang paling berat timbangannya bagi seorang hamba pada hari kiamat. Orang yang memiliki akhlak buruk dan perilaku tercela termasuk golongan yang merugi.
Sebaliknya, siapa pun yang berakhlak mulia dan berperilaku terpuji akan berada dalam lindungan rahmat Allah Ta'ala dan termasuk orang-orang yang selamat, sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW dalam sabdanya:
"Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi dari keluhuran akhlaknya." (Abu Daud dan At Tirmidzi)
Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ مِنْ أَحَبَّكُمْ إِلَى ، وَأَقْرَبَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ اخْلَاقًا ، وَإِنَّ ابْعَضَكُمْ إِلَيَّ وَابْعَدَكُمْ مِنِّي يَوْمَالقِيَامَةِ : الثَّرْتَارُونَ وَالْمُتَشَدِقُونَ وَالْمُتَفَيْهِقِينَ.
"Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan yang paling dekat tempatnya dari tempatku di hari kiamat, ialah orang-orang yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling aku benci dan yang paling jauh tempatnya dari tempatku di hari kiamat, ialah orang-orang yang cerewet, suka membual, dan omong besar." (HR At Tirmidzi)
Setiap Amal Perbuatan Akan Ditimbang
Sejumlah hadits menjelaskan bahwa seluruh amal perbuatan manusia selama hidup di dunia akan ditimbang kelak. Dalam buku Ensiklopedia Kiamat susunan Tim Gema Insani, Ibnu Abbas berkata:
"Akan ditimbang kebaikan dan keburukan di dalam timbangan yang baginya lidah dan kedua tangan."
Hal tersebut juga dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Al Anbiya' ayat 47.
وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَسِبِيْنَ ٤٧
Latin: Wa nadha'ul mawāzīnal qisṭa liyaumil qiyāmati falā tuẓlamu nafsun syai'ā, wa in kāna miṡqāla ḥabbatin min khardalin atainā bihā, wa kafā binā ḥāsibīn.
Artinya: "Kami akan meletakkan timbangan (amal) yang tepat pada hari Kiamat, sehingga tidak seorang pun dirugikan walaupun sedikit. Sekalipun (amal itu) hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya. Cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan." (QS Al Anbiya: 47)
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Deal Produk AS Bebas Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal, MUI Kritik Keras
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
Hilal Tak Terlihat di RI, Awal Puasa Ramadan 2026 Tak Serentak