Bacaan Ayat Kursi Lengkap Arab, Latin, dan Tajwid yang Benar

Bacaan Ayat Kursi Lengkap Arab, Latin, dan Tajwid yang Benar

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Minggu, 25 Jan 2026 18:00 WIB
Bacaan Ayat Kursi Lengkap Arab, Latin, dan Tajwid yang Benar
Ilustrasi Membaca Ayat Kursi Foto: iStock
Jakarta -

Ayat Kursi merupakan salah satu ayat dalam Al-Qur'an yang dianjurkan untuk dibaca setelah sholat. Amalan ini memiliki dasar dalam berbagai riwayat hadits Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan keutamaannya. Kandungan Ayat Kursi menegaskan keesaan Allah SWT, kekuasaan-Nya yang mutlak, serta penjagaan-Nya terhadap seluruh makhluk.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir terjemahan M. Abdul Ghoffar dan tim dijelaskan bahwa Surah Al-Baqarah ayat 255 dikenal sebagai Ayat Kursi karena kedudukannya yang sangat mulia. Selain memahami maknanya, membaca Ayat Kursi juga perlu memperhatikan kaidah tajwid yang benar.

Bacaan Ayat Kursi Arab, Latin, dan Artinya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

هُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Latin: Allāhu lā ilaha illa huw(a), al-hayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-ard(i), man żal-lażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih(T), ya'lamu mā baina aidīhim wa ma khalfahum, wa lā yuhīțūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'(a), wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-ard(a), wa lā ya'ūduhū hifzuhumā, wa huwal-'aliyyul-'azīm(u).

ADVERTISEMENT

Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

Kaidah Tajwid dalam Bacaan Ayat Kursi

Dalam membaca Ayat Kursi, terdapat berbagai kaidah tajwid yang harus diperhatikan agar bacaan sesuai dengan aturan Al-Qur'an dan tidak mengubah makna ayat. Kaidah-kaidah ini meliputi hukum mad, nun sukun dan tanwin, mim sukun, serta hukum bacaan alif lam dan huruf tertentu.

Pertama, mad thabi'i, yaitu bacaan panjang dua harakat. Mad ini terdapat pada beberapa lafaz dalam Ayat Kursi, di antaranya اللَّهُ لَا إِلَهَ, الْحَيُّ الْقَيُّومُ, لَا تَأْخُذُهُ, لَهُ مَا, dan وَلَا يَئُودُهُ. Cara membacanya adalah dengan memanjangkan suara huruf mad selama dua harakat secara wajar.

Kedua, mad jaiz munfashil, yaitu mad thabi'i yang bertemu dengan hamzah pada kata berikutnya. Hukum ini terdapat pada lafaz مَا فِي السَّمَاوَاتِ dan مَا فِي الْأَرْضِ. Bacaan mad jaiz munfashil dibaca lebih panjang dari mad thabi'i, yaitu sekitar empat hingga lima harakat.

Ketiga, mad wajib muttashil, yaitu mad thabi'i yang bertemu hamzah dalam satu kata. Hukum ini terdapat pada lafaz السَّمَاوَاتِ. Bacaan mad ini dipanjangkan sekitar empat hingga lima harakat.

Keempat, ghunnah musyaddadah, yaitu dengungan dua harakat pada huruf nun dan mim yang bertasydid. Contohnya terdapat pada lafaz الْقَيُّومُ (huruf ya bertasydid) dan اللَّهُ (pada mim dalam lafaz tertentu saat disambung). Bacaan ghunnah dilakukan dengan mendengungkan suara melalui hidung.

Kelima, ikhfa, yaitu bacaan samar disertai dengung. Ikhfa terdapat pada lafaz مَنْ ذَا الَّذِي, karena nun sukun bertemu dengan huruf ذ. Bacaan ini dibaca samar dengan dengungan ringan.

Keenam, idgham bila ghunnah, yaitu peleburan tanpa dengung. Hukum ini terdapat pada lafaz مِنْ ذَا, karena nun sukun bertemu dengan huruf lam. Bacaan nun dilebur ke dalam huruf lam tanpa dengung.

Ketujuh, izhar halqi, yaitu bacaan jelas. Contohnya terdapat pada lafaz مِنْ عِلْمِهِ, karena nun sukun bertemu dengan huruf 'ain. Bacaan nun dibaca jelas tanpa dengung.

Kedelapan, idgham syamsiyah, yaitu meleburkan huruf lam pada alif lam ke dalam huruf setelahnya. Hukum ini terdapat pada lafaz السَّمَاوَاتِ dan السِّينَةَ, di mana huruf lam tidak dibaca dan langsung dilebur ke huruf setelahnya.

Kesembilan, alif lam qamariyah, yaitu alif lam yang dibaca jelas. Contohnya terdapat pada lafaz الْأَرْضِ dan الْعَلِيُّ.

Kesepuluh, mim sukun ikhfa syafawi, yaitu mim sukun yang bertemu dengan huruf ba. Hukum ini terdapat pada lafaz لَهُمْ بِشَيْءٍ. Bacaan mim dibaca samar dengan dengung.

Kesebelas, mim sukun izhar syafawi, yaitu mim sukun yang bertemu selain mim dan ba. Contohnya terdapat pada lafaz هُمْ فِيهَا. Mim dibaca jelas tanpa dengung.

Kedua belas, tafkhim dan tarqiq pada huruf ra, yaitu bacaan tebal dan tipis. Bacaan ra tebal terdapat pada lafaz الْأَرْضِ, sedangkan ra tipis terdapat pada lafaz كُرْسِيُّهُ, sesuai dengan harakat dan posisinya.

Dengan memperhatikan seluruh kaidah tajwid tersebut, pembacaan Ayat Kursi menjadi lebih sempurna, tidak hanya sah secara hukum bacaan, tetapi juga lebih tertib, tartil, dan sesuai dengan tuntunan membaca Al-Qur'an.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads