Dalil dalam Al-Qur'an yang Menyebutkan 7 Lapisan Langit

Dalil dalam Al-Qur'an yang Menyebutkan 7 Lapisan Langit

Tia Kamilla - detikHikmah
Selasa, 13 Jan 2026 15:30 WIB
Dalil dalam Al-Quran yang Menyebutkan 7 Lapisan Langit
Al-Qur'an. Foto: freepik/Freepik
Jakarta -

Islam mengajarkan bahwa langit itu bukan cuma satu. Langit terdiri dari tujuh lapisan, tersusun rapi sesuai kehendak Allah SWT. Penjelasan ini bersumber langsung dari Al-Qur'an.

Mengutip buku Memahami Al-Qur'an di Masa Post Truth karya Prof. K.H. Nasaruddin Umar, angka tujuh dalam berbagai tafsir memiliki banyak makna. Ada ulama yang menilai angka tujuh sebagai lambang jumlah yang sangat banyak atau tidak terbatas, bukan tiga yang biasa digunakan sebagai simbol jamak dalam perhitungan bahasa Arab.

Dalam tradisi Yunani dan Romawi kuno, angka tujuh juga dipakai sebagai simbol keberagaman dan kelimpahan. Karena itu, tujuh langit bisa dimaknai sebagai langit yang berlapis-lapis tanpa batas tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian ulama pada masa awal Islam menggambarkan langit sebagai bola besar yang mengelilingi bintang dan planet. Sementara itu, pendapat lain menyebut langit menyerupai atap raksasa di atas bumi.

Al-Qur'an dengan tegas menyebut adanya tujuh lapisan langit dalam sejumlah ayat. Ayat-ayat tersebut menjadi dalil tentang kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, sekaligus mengajak manusia untuk merenungkan ciptaan-Nya.

ADVERTISEMENT

Dalil dalam Al-Qur'an yang Menyebutkan 7 Lapisan Langit

Berikut adalah beberapa dalil dalam Al-Qur'an yang menyebutkan adanya 7 lapisan langit:

1. Surah Al-Baqarah Ayat 29

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ لَكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا ثُمَّ اسْتَوٰٓى اِلَى السَّمَاۤءِ فَسَوّٰىهُنَّ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ ۗ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Huwal-lażī khalaqa lakum mā fil-arḍi jamī'ā(n), ṡummastawā ilas-samā'i fasawwāhunna sab'a samāwāt(in), wa huwa bikulli syai'in 'alīm(un).

Artinya: "Dialah (Allah) yang menciptakan segala yang ada di bumi untukmu, kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

2. Surah Al-Mulk Ayat 3

الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًاۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍۗ فَارْجِعِ الْبَصَرَۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ

Allażī khalaqa sab'a samāwātin ṭibāqā(n), mā tarā fī khalqir-raḥmāni min tafāwut(in), farji'il-baṣara hal tarā min fuṭūr(in).

Artinya: "(Dia juga) yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih ketidakseimbangan sedikit pun. Maka, lihatlah sekali lagi! Adakah kamu melihat suatu cela?"

3. Surah Al-Isra Ayat 44

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّۗ وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا

Tusabbiḥu lahus-samāwātus-sab'u wal-arḍu wa man fīhinn(a), wa im min syai'in illā yusabbiḥu biḥamdihī wa lākil lā tafqahūna tasbīḥahum, innahū kāna ḥalīman gafūrā(n).

Artinya: "Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya senantiasa bertasbih kepada Allah. Tidak ada sesuatu pun, kecuali senantiasa bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun."

4. Surah Al-Mu'minun Ayat 17

وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَاۤىِٕقَۖ وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غٰفِلِيْنَ

Wa laqad khalaqnā fauqakum sab'a ṭarā'iq(a), wa mā kunnā 'anil-khalqi gāfilīn(a).

Artinya: "Sungguh, Kami telah menciptakan tujuh langit di atas kamu dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami)."

Menurut Tafsir Kementerian Agama (Kemenag RI), pada ayat tersebut Allah SWT menjelaskan bahwa Dia telah menciptakan tujuh lapis langit di atas manusia. Allah SWT tidak pernah lengah akan ciptaan-Nya, karena mereka memiliki aturan-aturan tertentu.

5. Surah At-Talaq Ayat 12

Dalam buku Saku Ayat-ayat Semesta karya Mir Aneesuddin dijelaskan bahwa Al-Qur'an menerangkan penciptaan bumi yang tersusun atas tujuh lapisan, sebagaimana disebutkan Allah SWT dalam surah At-Talaq ayat 12,

اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ وَّمِنَ الْاَرْضِ مِثْلَهُنَّۗ يَتَنَزَّلُ الْاَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ەۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ قَدْ اَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا

Allāhul-lażī khalaqa sab'a samāwātiw wa minal-arḍi miṡlahunn(a), yatanazzalul-amru bainahunna lita'lamū anna
llāha 'alā kulli syai'in qadīr(un), wa annallāha qad aḥāṭa bikulli syai'in 'ilmā(n).

Artinya: "Allahlah yang menciptakan tujuh langit dan (menciptakan pula) bumi seperti itu. Perintah-Nya berlaku padanya agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu."

Hadits Rasulullah SAW Tentang Tujuh Lapisan Langit

Dalam sejumlah hadits juga dijelaskan tentang keberadaan tujuh lapis langit. Mengutip buku Hadits-hadits Sains karya Abdul Syukur Al-Azizi, salah satu hadits tersebut diriwayatkan dari Said bin Zaid bin Amru bin Nufail RA. Ia menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Barang siapa mengambil sejengkal tanah dengan zalim, maka Allah akan mengalungkannya pada hari kiamat setebal tujuh lapis bumi." (HR Muslim)

Penyebutan jumlah tujuh lapis juga terdapat dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Aisyah RA melalui Abu Salamah bin Abdurrahman RA. Dikisahkan, Abu Salamah pernah berselisih soal tanah dengan seseorang, lalu ia mendatangi Aisyah RA untuk menceritakan permasalahan tersebut.

Mendengar hal itu, Aisyah RA menasihatinya dengan berkata, "Wahai Abu Salamah, jauhilah permasalahan tanah, karena Rasulullah SAW pernah bersabda, 'Barang siapa berbuat kezaliman (menyerobot tanah orang lain) meski hanya sebatas satu jengkal, maka akan dikalungkan kepadanya tujuh lapis bumi." (HR Bukhari)

Terkait makna kezaliman dalam hadits tersebut, Islam dengan tegas melarang segala bentuk perbuatan zalim, baik terhadap diri sendiri maupun kepada orang lain.

Allah SWT sama sekali tidak menzalimi hamba-Nya. Justru manusialah yang kerap berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Perilaku zalim inilah yang dapat menimbulkan kerusakan dan ketidakharmonisan dalam kehidupan.

Tujuh Lapisan Langit Menurut Tafsir Ulama

Merujuk pada buku Memahami Al-Qur'an di Masa Post Truth karya Prof. K.H. Nasaruddin Umar, sejumlah kajian mencoba memaknai konsep tujuh langit dengan mengaitkannya pada tujuh lapisan yang dikenal dalam ilmu atmosfer, yaitu:

1.Lapisan pertama, troposfer, yakni lapisan udara yang paling dekat dengan permukaan bumi.

2. Lapisan kedua, stratosfer, yang berada tepat di atas troposfer.

3. Lapisan ketiga, ozonosfer, yang berfungsi melindungi bumi dengan menahan sinar ultraviolet dan radiasi berbahaya lainnya.

4. Lapisan keempat, mesosfer, yang terletak di atas ozonosfer.

5. Lapisan kelima, termosfer, yang berada di atas mesosfer.

6. Lapisan keenam, ionosfer, yaitu lapisan yang terletak di atas termosfer.

7. Lapisan ketujuh, eksosfer, sebagai lapisan terluar atmosfer yang membentang hingga sekitar 480-960 kilometer dari permukaan bumi.

Di sisi lain, terdapat pula ulama yang menafsirkan tujuh langit sebagai tujuh planet, yakni Mars, Merkurius, Venus, Uranus, Neptunus, Saturnus, dan Jupiter.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads