Kalender Hijriyah dan kalender Masehi adalah dua sistem penanggalan yang paling banyak digunakan di dunia. Meski sama-sama berfungsi untuk menghitung waktu, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada jumlah hari dalam satu tahun.
Kalender Hijriyah diketahui lebih pendek dibandingkan kalender Masehi. Lantas, apa penyebabnya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbedaan Dasar Sistem Penanggalan
Perbedaan utama antara kalender Hijriyah dan kalender Masehi terletak pada dasar perhitungan waktunya.
Mengutip buku Kalender Hijriyah Dalam Kajian Syari'ah dan Astronomi karya Hj. Vivit Fitriyanti, kalender Hijriyah merupakan kalender qamariyah, yaitu kalender yang perhitungannya didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi. Sementara itu, kalender Masehi adalah kalender syamsiyah, yang disusun berdasarkan peredaran Bumi mengelilingi Matahari.
Perbedaan sistem inilah yang menyebabkan jumlah hari dalam satu tahun Hijriyah tidak sama dengan tahun Masehi.
Lama Satu Tahun dalam Kalender Hijriyah
Ida Fitri Shohibah dalam buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah menjelaskan, pada kalender Hijriyah, satu bulan dimulai sejak terlihatnya hilal (bulan sabit pertama) setelah terbenam matahari. Lama satu bulan qamariyah berkisar antara 29 atau 30 hari, tergantung pada posisi dan visibilitas bulan.
Karena itu, satu tahun Hijriyah yang terdiri dari 12 bulan memiliki jumlah hari sekitar:
354 hari pada tahun biasa
355 hari pada tahun kabisat Hijriyah
Artinya, kalender Hijriyah lebih pendek sekitar 10-11 hari dibandingkan kalender Masehi.
Lama Satu Tahun dalam Kalender Masehi
Kalender Masehi menghitung waktu berdasarkan satu kali revolusi Bumi mengelilingi Matahari. Satu tahun syamsiyah terdiri dari:
365 hari pada tahun biasa
366 hari pada tahun kabisat
Perbedaan jumlah hari ini muncul karena waktu revolusi Bumi tidak tepat 365 hari, melainkan sekitar 365,2422 hari, sehingga perlu penyesuaian melalui sistem tahun kabisat.
Mengapa Kalender Hijriyah Lebih Pendek?
Kalender Hijriyah lebih pendek karena satu siklus peredaran bulan hanya sekitar 29,53 hari. Jika dikalikan 12 bulan, maka total hari dalam setahun hanya sekitar 354 hari.
Berbeda dengan kalender Masehi yang mengikuti peredaran Matahari, sehingga satu tahunnya mengikuti panjang revolusi Bumi yang lebih lama.
Dengan kata lain, perbedaan panjang tahun ini murni disebabkan oleh perbedaan objek astronomi yang dijadikan acuan.
Dampak Perbedaan Panjang Tahun
Perbedaan panjang kalender ini berdampak nyata dalam kehidupan umat Islam, terutama dalam pelaksanaan ibadah.
Bulan-bulan dalam kalender Hijriyah, seperti Ramadan, Zulhijah, dan Muharam, terus bergeser setiap tahunnya jika dilihat dari kalender Masehi. Pergeseran ini sekitar 10-11 hari lebih awal setiap tahun.
Sebagai contoh:
Puasa Ramadan bisa jatuh di musim hujan, kemarau, atau dingin
Ibadah haji dapat berlangsung pada kondisi cuaca yang berbeda-beda sepanjang siklus 33 tahun
(dvs/kri)












































Komentar Terbanyak
Gus Yaqut Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ketum PBNU: Serahkan ke Proses Hukum
Ada Aduan Penggelapan Dana Haji Furoda 2025, Kemenhaj Panggil Pihak Travel
MUI Soroti Pasal Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru