Syarat Sah Salat yang Harus Dipenuhi agar Ibadah Diterima Allah

Syarat Sah Salat yang Harus Dipenuhi agar Ibadah Diterima Allah

Tia Kamilla - detikHikmah
Selasa, 04 Nov 2025 11:00 WIB
Syarat Sah Salat yang Harus Dipenuhi agar Ibadah Diterima Allah
Salat fardhu. Foto: Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto
Jakarta -

Salat adalah ibadah utama dalam Islam yang memiliki kedudukan sangat penting. Mengutip buku berjudul Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, salat adalah tiang agama, tanpa salat Islam tidak dapat berdiri. Rasulullah SAW bersabda:

ØąŲŽØŖŲ’ØŗŲ Ø§Ų„ØŖŲŽŲ…Ų’ØąŲ Ø§Ų„ØĨŲØŗŲ’Ų„Ø§Ų…ŲØŒ ŲˆŲŽØšŲŽŲ…ŲŲˆØ¯ŲŲ‡Ų Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„Ø§ØŠŲØŒ ŲˆŲŽØ°ŲŽØąŲ’ŲˆŲŽØŠŲ ØŗŲŽŲ†ŲŽØ§Ų…ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’ØŦŲŲ‡ŲŽØ§Ø¯Ų ؁ؐ؊ ØŗŲŽØ¨ŲŲŠŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų

Ra'sul amri al-Islam, wa 'amuduhusshalah, wa dzarwatu sanamihi al-jihad fi sabilillah

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Pangkal setiap sesuatu adalah Islam, tiangnya adalah salat dan puncaknya adalah berjuang di jalan Allah."


Agar ibadah ini sah dan diterima oleh Allah SWT, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi sebelum melaksanakannya.

ADVERTISEMENT

Inilah mengapa umat Muslim perlu memahami syarat sah salat secara benar agar ibadah yang dilakukan tidak sia-sia. Berikut sembilan syarat sah salat menurut ajaran Islam.

Syarat Sah Salat Menurut Ajaran Islam

Agar ibadah salat diterima oleh Allah SWT, seorang Muslim perlu memenuhi beberapa ketentuan sebelum melaksanakannya.

Menurut buku Fiqh Shalat Terlengkap karya Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani, syarat sah ialah syarat-syarat yang jika semuanya dipenuhi, maka salat seseorang sah.

Salatnya tidak sah jika salah satu dari syarat tersebut tidak dipenuhi. Berikut ini adalah syarat sah salat yang perlu umat Islam ketahui:

1.Mengetahui Masuknya Waktu Salat

Melansir sumber yang sama, syarat sah salat pertama adalah mengetahui waktu salat. Dalam hal ini, mengetahuinya secara yakin ataupun berdasarkan dugaan. Jika seseorang salat tanpa didahului usaha mengetahui masuknya waktu salat, maka salatnya tidak sah, meskipun pada kenyataannya sudah masuk waktu salat.

2. Suci dari Hadats Kecil dan Besar

Syarat sah salat lainnya adalah suci dari hadats. Baik hadats kecil maupun hadats besar. Mengutip buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, hal ini berdasarkan pada firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 6:

ŲŠŲ°Ų“Ø§ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų°Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲØ°ŲŽØ§ Ų‚ŲŲ…Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„Ų°ŲˆØŠŲ ŲŲŽØ§ØēŲ’ØŗŲŲ„ŲŲˆŲ’Ø§ ŲˆŲØŦŲŲˆŲ’Ų‡ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§ŲŽŲŠŲ’Ø¯ŲŲŠŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØąŲŽØ§ŲŲŲ‚Ų ŲˆŲŽØ§Ų…Ų’ØŗŲŽØ­ŲŲˆŲ’Ø§ Ø¨ŲØąŲØĄŲŲˆŲ’ØŗŲŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§ŲŽØąŲ’ØŦŲŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØšŲ’Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲÛ— ŲˆŲŽØ§ŲŲ†Ų’ ŲƒŲŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ ØŦŲŲ†ŲØ¨Ų‹Ø§ ŲŲŽØ§ØˇŲ‘ŲŽŲ‡Ų‘ŲŽØąŲŲˆŲ’Ø§Û— ŲˆŲŽØ§ŲŲ†Ų’ ŲƒŲŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ų…Ų‘ŲŽØąŲ’ØļŲ°Ų“Ų‰ Ø§ŲŽŲˆŲ’ ØšŲŽŲ„Ų°Ų‰ ØŗŲŽŲŲŽØąŲ Ø§ŲŽŲˆŲ’ ØŦŲŽØ§Û¤ØĄŲŽ Ø§ŲŽØ­ŲŽØ¯ŲŒ Ų…ŲŲ‘Ų†Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ‘Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽØ§Û¤Ų‰Ų•ŲØˇŲ Ø§ŲŽŲˆŲ’ Ų„Ų°Ų…ŲŽØŗŲ’ØĒŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲØŗŲŽØ§Û¤ØĄŲŽ ŲŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ØĒŲŽØŦŲØ¯ŲŲˆŲ’Ø§ Ų…ŲŽØ§Û¤ØĄŲ‹ ŲŲŽØĒŲŽŲŠŲŽŲ…Ų‘ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ø§ ØĩŲŽØšŲŲŠŲ’Ø¯Ų‹Ø§ ØˇŲŽŲŠŲ‘ŲØ¨Ų‹Ø§ ŲŲŽØ§Ų…Ų’ØŗŲŽØ­ŲŲˆŲ’Ø§ Ø¨ŲŲˆŲØŦŲŲˆŲ’Ų‡ŲŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§ŲŽŲŠŲ’Ø¯ŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ Ų…Ų‘ŲŲ†Ų’Ų‡ŲÛ— Ų…ŲŽØ§ ŲŠŲØąŲŲŠŲ’Ø¯Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ų„ŲŲŠŲŽØŦŲ’ØšŲŽŲ„ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ؅ؐؑ؆ؒ Ø­ŲŽØąŲŽØŦŲ ŲˆŲ‘ŲŽŲ„Ų°ŲƒŲŲ†Ų’ ŲŠŲ‘ŲØąŲŲŠŲ’Ø¯Ų Ų„ŲŲŠŲØˇŲŽŲ‡Ų‘ŲØąŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŲŠŲØĒŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų†ŲØšŲ’Ų…ŲŽØĒŲŽŲ‡Ų— ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ´Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Yaa ayyuhalladziina aamanuu idzaa qumtum ilasshalaati faghsiluu wujuuhakum wa aidiyakum ilal-maraafiqi wamsahhuu biru'uusikum wa arjulakum ilal-ka'baiin, wa ing kuntum junuban faththahharuu, wa ing kuntum mardlaa au 'alaa safarin au jaa'a ahhadum mingkum minal-ghaa'ithi au laamastumunnisaa'a fa lam tajiduu maa'an fa tayammamuu sha'iidan thayyiban famsahhuu biwujuuhikum wa aidiikum minhu, maa yuriidullaahu liyaj'ala 'alaikum min harojiw wa laakiy yuriidu liyuthahhirakum wa liyutimma ni'matahuu 'alaikum la'allakum tasykuruun

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur." (QS.Al-Maidah)

3. Badan, Baju, dan Tempat Salat Suci dari Najis

Melansir sumber sebelumnya, syarat ini berlaku jika seseorang mampu membersihkan najis yang ada. Jika dia tidak mampu menghilangkannya, dia bisa salat dengannya dan tidak wajib mengulangi salat.

Syarat sucinya badan dari najis berdasarkan pada hadits yang berasal dari Anas, Rasulullah SAW bersabda:

ØĒŲŽŲ†ŲŽØ˛Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲˆØ§ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲˆŲ’Ų„Ų ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ØšŲŽØ§Ų…Ų‘ŲŽØŠŲŽ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¨Ų’ØąŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡Ų

Tanazzahuu minal bawli fa'inna 'aamata 'adzaabil qabri minhu

Artinya: "Bersucilah kamu (dari air kencing), karena sesungguhnya, pada umumnya siksa kubur berasal darinya." (HR Daraquthni).

Adapun dasar yang mewajibkan sucinya baju sebelum salat adalah firman Allah SWT dalam surat Al-Mudatsir ayat 4:

ŲˆŲŽØĢŲŲŠŲŽØ§Ø¨ŲŽŲƒŲŽ ŲŲŽØˇŲŽŲ‡Ų‘ŲØąŲ’Û–

Wa tsiyaabaka fa thahhir

Artinya: "Dan pakaianmu bersihkanlah."

4. Menutup Aurat

Menutup aurat merupakan salah satu syarat sahnya salat yang wajib dipenuhi setiap Muslim. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam surat Al-A'raf ayat 31.

ŲŠŲ°Ø¨ŲŽŲ†ŲŲŠŲ’Ų“ Ø§Ų°Ø¯ŲŽŲ…ŲŽ ØŽŲØ°ŲŲˆŲ’Ø§ Ø˛ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽØĒŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų Ų…ŲŽØŗŲ’ØŦŲØ¯Ų ŲˆŲ‘ŲŽŲƒŲŲ„ŲŲˆŲ’Ø§ ŲˆŲŽØ§Ø´Ų’ØąŲŽØ¨ŲŲˆŲ’Ø§ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲØŗŲ’ØąŲŲŲŲˆŲ’Ø§Ûš Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų— Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲØ­ŲØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’ØąŲŲŲŲŠŲ’Ų†ŲŽāŖ–

Yaa banii aadama khudzuu ziinatakum 'inda kulli masjidiw wa kuluu wasyrabuu wa laa tusrifuu, innahuu laa yuhhibbul-musrifÃŽn

Artinya: "Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan."

5. Menghadap Kiblat

Dalam buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, para ulama sepakat bahwa orang yang melaksanakan salat harus menghadap ke arah Masjidil Haram atau Ka'bah ketika melaksanakan salat.

Hal ini berdasarkan pada firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 144.

Ų‚ŲŽØ¯Ų’ Ų†ŲŽØąŲ°Ų‰ ØĒŲŽŲ‚ŲŽŲ„Ų‘ŲØ¨ŲŽ ŲˆŲŽØŦŲ’Ų‡ŲŲƒŲŽ ؁ؐ؉ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŽØ§Û¤ØĄŲÛš ŲŲŽŲ„ŲŽŲ†ŲŲˆŲŽŲ„Ų‘ŲŲŠŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ Ų‚ŲØ¨Ų’Ų„ŲŽØŠŲ‹ ØĒŲŽØąŲ’ØļŲ°Ų‰Ų‡ŲŽØ§Û– ŲŲŽŲˆŲŽŲ„Ų‘Ų ŲˆŲŽØŦŲ’Ų‡ŲŽŲƒŲŽ Ø´ŲŽØˇŲ’ØąŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŗŲ’ØŦŲØ¯Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØąŲŽØ§Ų…ŲÛ— ŲˆŲŽØ­ŲŽŲŠŲ’ØĢŲ Ų…ŲŽØ§ ŲƒŲŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ ŲŲŽŲˆŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ’Ø§ ŲˆŲØŦŲŲˆŲ’Ų‡ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø´ŲŽØˇŲ’ØąŲŽŲ‡Ų—Û— ŲˆŲŽØ§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŲˆŲ’ØĒŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲØĒŲ°Ø¨ŲŽ Ų„ŲŽŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚Ų‘Ų ؅ؐ؆ؒ ØąŲ‘ŲŽØ¨Ų‘ŲŲ‡ŲŲ…Ų’Û— ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø¨ŲØēŲŽØ§ŲŲŲ„Ų ØšŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ ŲŠŲŽØšŲ’Ų…ŲŽŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Qad narÃĸ taqalluba waj-hika fis-samÃĸ', fa lanuwalliyannaka qiblatan tardlÃĸhÃĸ fa walli waj-haka syathral-masjidil-á¸ĢarÃĸm, wa á¸Ģaitsu mÃĸ kuntum fa wallÃģ wujÃģhakum syathrah, wa innalladzÃŽna Ãģtul-kitÃĸba laya'lamÃģna annahul-á¸Ģaqqu mir rabbihim, wa mallÃĸhu bighÃĸfilin 'ammÃĸ ya'malÃģn

Artinya: "Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidil Haram) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."




(lus/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads