- Keutamaan Membaca Sholawat Nariyah 1. Dilancarkan Rezekinya 2. Dijauhkan dari Bahaya dan Penyakit 3. Permohonannya Dikabulkan 4. Kesedihan dan Masalahnya Diringankan
- Bacaan Sholawat Nariyah
- Waktu Terbaik Membaca Sholawat Nariyah 1. Hari Jumat 2. Saat Mendengar Nama Nabi SAW Disebut 3. Ketika Ziarah Kubur 4. Setelah Azan dan Iqomah 5. Pada Permulaan dan Akhir Doa
Sholawat Nariyah adalah salah satu sholawat yang populer di Indonesia. Sholawat ini berisi sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam Islam, muslim diperintahkan membaca sholawat sebagaimana diterangkan dalam surah Al Ahzab ayat 56.
ØĨŲŲŲŲ ŲąŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲŲ°ŲØĻŲŲŲØĒŲŲŲÛĨ ŲŲØĩŲŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ŲąŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲ Û ŲŲŲ°ŲØŖŲŲŲŲŲŲØ§ ŲąŲŲŲØ°ŲŲŲŲ ØĄŲØ§Ų ŲŲŲŲØ§Û ØĩŲŲŲŲŲØ§Û ØšŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲŲŲ ŲŲØ§Û ØĒŲØŗŲŲŲŲŲ ŲØ§
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."
Sosok pencipta sholawat Nariyah adalah Syekh Nariyah. Beliau merupakan seseorang yang mendalami ilmu tauhid dan mengagumi perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan wahyu.
Menurut buku Rahasia Dahsyat Shalawat Keajaiban Lafadz Rasulullah SAW tulisan M Kamaluddin, sholawat Nariyah merupakan bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW. Kala itu, Syekh Nariyah terus berdoa kepada Allah SWT agar sang rasul diberi keselamatan dan kesejahteraan.
Suatu malam, Syekh Nariyah mengamalkan sholawat yang dibuatnya hingga 4444 kali dengan sangat khusyuk. Setelah itu, ia mendapat karamah dari Allah SWT.
Dalam sebuah majelis, Syekh Nariyah mendekati Nabi Muhammad SAW dan memohon agar diberikan izin masuk surga pertama kali bersama sang rasul. Mendengar itu, beliau mengizinkannya.
Banyak keutamaan yang bisa diraih muslim jika mengamalkan sholawat Nariyah. Apa saja itu?
Keutamaan Membaca Sholawat Nariyah
Menukil dari buku Mukjizat Sholawat terbitan Qultum Media, berikut sejumlah keutamaan membaca sholawat Nariyah.
1. Dilancarkan Rezekinya
Sholawat Nariyah dapat melancarkan rezeki seseorang. Muslim bisa mengamalkannya setelah sholat fardhu sebanyak 11 kali jika ingin meraih keutamaan ini.
2. Dijauhkan dari Bahaya dan Penyakit
Sholawat Nariyah dapat menjauhkan seseorang dari bahaya dan penyakit. Amalkan sholawat Nariyah setelah sholat Subuh dan Maghrib hingga 21 kali, dengan begitu maka muslim akan diselamatkan dari marabahaya dan penyakit.
3. Permohonannya Dikabulkan
Keutamaan lainnya dari sholawat Nariyah adalah membuat permohonan atau hajat seseorang dikabulkan. Hendaknya muslim membaca sholawat Nariyah 4.444 kali dalam satu majelis atau sekali duduk, dengan begitu Allah SWT akan mengabulkan hajatnya.
4. Kesedihan dan Masalahnya Diringankan
Membaca sholawat Nariyah bisa membuat seseorang diringankan masalah dan kesedihan yang tengah melandanya. Dengan begitu, Allah SWT akan memberikan solusi dari satu masalah.
Bacaan Sholawat Nariyah
اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ØĩŲŲŲŲ ØĩŲŲØ§ŲØŠŲ ŲŲØ§Ų ŲŲŲØŠŲ ŲŲØŗŲŲŲŲŲ Ų ØŗŲŲØ§ŲŲ Ø§Ų ØĒŲØ§Ų ŲØ§Ų ØšŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯Ų اŲŲŲØ°ŲŲŲ ØĒŲŲŲØŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲ Ø§ŲŲØšŲŲŲØ¯Ų ŲŲØĒŲŲŲŲŲØąŲØŦŲ Ø¨ŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØąŲØ¨ŲØ ŲŲØĒŲŲŲØļŲŲ Ø¨ŲŲŲ Ø§ŲŲØŲŲŲØ§ØĻŲØŦŲØ ŲŲØĒŲŲŲØ§ŲŲ Ø¨ŲŲŲ Ø§ŲØąŲŲØēŲØ§ØĻŲØ¨Ų ŲŲØŲØŗŲŲŲ Ø§ŲŲØŽŲŲŲØ§ØĒŲŲ ŲØ ŲŲŲŲØŗŲØĒŲØŗŲŲŲŲ Ø§ŲŲØēŲŲ ŲØ§Ų Ų Ø¨ŲŲŲØŦŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØąŲŲŲŲ ŲØ ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲŲŲ ŲŲØĩŲØŲØ¨ŲŲŲØ ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲØŲØŠŲ ŲŲŲŲŲŲØŗŲ Ø¨ŲØšŲØ¯ŲØ¯Ų ŲŲŲŲŲ Ų ŲØšŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲ
AllÃĸhumma shalli shalÃĸtan kÃĸmilatan wa sallim salÃĸman tÃĸmman 'alÃĸ sayyidinaa Muhammad alladzÃŽ tanhallu bihil 'uqadu wa tanfariju bihil kurabu wa tuqdhÃĸ bihil hawaaiju wa tunÃĸlu bihir raghÃĸ-ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghamÃĸmu biwajhihil karÃŽmi wa 'alÃĸ Ãĸlihi wa shahbihÃŽ fi kulli lamhatin wa nafasin bi-'adadi kulli ma'lÃģmil laka
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad yang dengan perantaranya dapat melepas segala kerepotan atau ikatan, menghilangkan segala kesusahan, mendatangkan segala hajat, tercapainya husnul khatimah, dan terpenuhi segala keinginan, diturunkan hujan dari awan berkat wajahnya yang mulia dan juga kepada keluarganya dan sahabatnya dalam setiap kedipan mata dan tarikan napas, sebanyak pengetahuan yang Engkau miliki."
Waktu Terbaik Membaca Sholawat Nariyah
Mengutip dari Syarah Riyadhus Shalihin susunan Muhammad Al Utsaimin terjemahan Munirul Abidin, berikut waktu terbaik membaca sholawat sesuai hadits.
1. Hari Jumat
Dari Aus bin Aus RA ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Di antara hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat. Maka perbanyaklah sholawat untukku di hari itu. arena sesungguhnya sholawat kalian itu akan disajikan untukku'. Para sahabat berkata, 'Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin sholawat kami akan disajikan untuk engkau setelah berbaur dengan tanah?' Mereka juga ada yang mengatakan, 'Engkau telah rusak'. Beliau bersabda, 'Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengharamkan atas bumi untuk merusakkan jasad-jasad para nabi'." (HR Abu Dawud)
2. Saat Mendengar Nama Nabi SAW Disebut
Nabi SAW bersabda,
"Hinalah orang yang mendengar namaku disebut kemudian dia tidak membaca sholawat untukku." (HR At Tirmidzi)
3. Ketika Ziarah Kubur
Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadits,
"Janganlah kalian menjadikan kuburku sebagai tempat perayaan. Dan bacalah sholawat untukku karena sesungguhnya bacaan sholawat kalian itu sampai kepadaku di mana pun kamu berada." (HR Abu Dawud)
4. Setelah Azan dan Iqomah
"Apabila kamu mendengar muazin menyerukan azan, maka jawablah dengan jawaban yang sama ia baca. Setelah selesai maka bersholawatlah kepadaku." (HR Ahmad dan Muslim)
5. Pada Permulaan dan Akhir Doa
Dari Fadhalah bin Ubaid RA, ia berkata,
"Rasulullah SAW mendengar seseorang berdoa di dalam sholatnya tanpa mengagungkan nama Allah Ta'ala dan tidak membaca sholawat untuk Nabi SAW. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, 'Orang ini sangat tergesa-gesa.' Beliau lantas memanggilnya dan bersabda kepadanya atau juga kepada orang lain, 'Apabila salah seorang di antara kalian berdoa, maka hendaknya ia memulainya dengan memuji dan menyanjung Tuhannya Yang Mahasuci, kemudian membacakan sholawat untuk Nabi SAW, kemudian setelah itu berdoa sekehendaknya'." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)
(aeb/inf)












































Komentar Terbanyak
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
MUI Sebut Perjanjian Dagang RI-AS Bertentangan dengan UU, Ini Poin yang Dikritik
Bule Protes Suara Tadarusan, Kemenag Tegaskan Aturan Toa Masjid