Tempat Mustajab di Madinah untuk Berdoa, Ada di Mana?

Tempat Mustajab di Madinah untuk Berdoa, Ada di Mana?

Hanif Hawari - detikHikmah
Rabu, 18 Jun 2025 12:45 WIB
Tempat Mustajab di Madinah untuk Berdoa, Ada di Mana?
Masjid Nabawi (Foto: Getty Images/Mawaddah Fauziah)
Jakarta -

Ketika berkesempatan mengunjungi salah satu tanah suci Allah, yaitu Madinah, tentu salah satu hal yang sangat dianjurkan untuk dilakukan adalah memperbanyak doa. Di kota penuh berkah ini, ada beberapa tempat yang diyakini sebagai lokasi mustajab untuk memanjatkan permohonan kepada Allah SWT.

Salah satu tempat mustajab yang paling terkenal di Madinah adalah Raudhah, sebuah area suci yang berada di dalam Masjid Nabawi.

Jika mendapat kesempatan untuk mengunjungi Raudhah, jangan lewatkan untuk berdoa sebanyak-banyaknya, memohon segala hajat kepada Allah dengan penuh khusyuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Raudhah Penuh Kemuliaan

Dalam buku Mengais Berkah di Bumi Sang Rasul karya Ahmad Hawassy dijelaskan bahwa Raudhah merupakan salah satu tempat di Kota Madinah yang menjadi tempat berdoa yang mustajab dan juga sangat dimuliakan. Area suci seluas kurang lebih 330 meter persegi ini selalu menjadi tujuan utama para jemaah haji dan umrah setiap kali berada di Masjid Nabawi.

Para jemaah bahkan rela berdesakan dan menunggu giliran hanya untuk bisa melaksanakan salat dua rakaat dan berdoa di tempat tersebut.

ADVERTISEMENT

Meskipun tidak ada dalil khusus yang secara langsung menyebutkan keutamaan salat di Raudhah, namun keutamaannya tercakup dalam keutamaan umum salat di Masjid Nabawi.

Dalam sebuah riwayat, Imam Bukhari menyampaikan sabda Rasulullah SAW yang menyatakan:

"Salat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama 1.000 kali dibandingkan sslat di masjid yang lainnya, kecuali di Masjidil Haram. Salat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali lipat daripada masjid lainnya," (HR. Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Hakim).

Salat sunnah di Raudhah tidak dibatasi oleh jenis salat tertentu setelah salat wajib. Seperti halnya di Hijr Ismail, di Raudhah pun diperbolehkan melaksanakan salat sunnah mutlak maupun salat hajat.

Raudhah sering disebut sebagai Taman Surga. Para ulama menafsirkan istilah ini dalam dua pengertian, secara harfiah dan kiasan.

Dalam makna harfiah, Raudhah diyakini akan dipindahkan ke surga pada Hari Kiamat. Sedangkan secara kiasan, tempat ini dianggap sebagai lokasi yang penuh keberkahan karena amal yang dilakukan di sana dapat mengantarkan seseorang menuju surga.

Keistimewaan Raudhah juga dijelaskan oleh para ulama karena merupakan tempat yang sering dilalui Rasulullah SAW dari kediamannya menuju masjid untuk beribadah. Selain itu, Raudhah juga menjadi tempat beliau menyampaikan ilmu, berdzikir, dan melakukan berbagai amal kebaikan.

Doa Masuk Raudhah

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Raudhah merupakan tempat di Masjid Nabawi Madinah yang sangat dimuliakan dan menjadi tempat untuk berdoa. Berikut ini adalah bacaan doa masuk Raudhah. Bisa dibaca sambil antre.

Ų…ŲØŽŲ’ØąŲŽØŦŲŽ ØĩŲØ¯Ų’Ų‚Ų ŲˆŲŽØ§ØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’ ؄؉ؐ ؅ؐ؆ؒ Ų„ŲŽØ¯ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽ ØŗŲŲ„Ų’ØˇØ§ŲŽŲ†Ø§Ų‹ Ų†ŲŽØĩŲŲŠŲ’ØąØ§Ų‹ , ØŖŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų€Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†Ø§ŲŽ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†Ø§ŲŽ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų , ŲˆŲŽØ§ØēŲ’ŲŲØąŲ’ ؄؉ؐ Ø°ŲŲ†ŲŲˆŲ’Ø¨ŲŲ‰ ŲˆŲŽØ§ŲŲ’ØĒŲŽØ­Ų’ ؄؉ؐ ØŖŲŽØ¨Ų’ŲˆØ§ŲŽØ¨ŲŽ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽŲ€ŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽØ¯Ų’ØŽŲŲ„Ų’Ų†ŲŲ‰ ŲŲŲŠŲ’Ų‡Ø§ŲŽ ŲŠØ§ŲŽ ØŖŲŽØąŲ’Ø­ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø§Ø­ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ .

Bacaan latin: "Bismillah wa'alaa millati rasulillaahi. Rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin waj'al lii min ladunka sulthaana nashiiraa. Allaahumma shalli 'alaa sayyidina Muhammadin wa'alaa aali sayyidina Muhammadin, waghfir lii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatika wa adkhilni fiihaa yaa arhamar raahimiin."

Artinya: "Ya Allah, masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar dan keluarkanlah aku dengan cara keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Ampunilah dosa-dosaku, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu, dan masukkanlah aku ke dalamnya, wahai Tuhan yang Maha Pengasih di antara para pengasih."

Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų„Ø§ŲŽŲ…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§ŲŽŲ„ØŗŲŽŲ‘Ų„Ø§ŲŽŲ…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲØŒ Ø§ŲŽŲ„ØŗŲŽŲ‘Ų„Ø§ŲŽŲ…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ ØŽŲŲŠŲŽØąŲŽØŠŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲØŒ Ø§ŲŽŲ„ØŗŲŽŲ‘Ų„Ø§ŲŽŲ…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ Ø­ŲŽØ¨ŲŲŠŲ’Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§ŲŽŲ„ØŗŲŽŲ‘Ų„Ø§ŲŽŲ…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽ Ø§Ų’Ų„Ų…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØŽŲŽØ§ØĒŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø¨ŲŲŠŲŲ‘ŲŠŲ’Ų†ŲŽ. Ø§ŲŽŲ„ØŗŲŽŲ‘Ų„Ø§ŲŽŲ…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŽ Ø§Ų’Ų„ØŽŲŽŲ„ŲŽØ§ØĻؐ؂ؐ ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. Ø§ŲŽŲ„ØŗŲŽŲ‘Ų„Ø§ŲŽŲ…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØĸŲ„ŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø¨ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽØ˛Ų’ŲˆŲŽØ§ØŦŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲƒŲŽ ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ’Ų†ŲŽØŒ Ø§ŲŽŲ„ØŗŲŽŲ‘Ų„ŲŽØ§Ų… ŲØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽØ§ØĻŲØąŲ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø¨ŲŲŠŲŲ‘ŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØŦŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Øš ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų„ØĩŲŽŲ‘Ø§Ų„ŲØ­ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. ØŦŲŽØ˛ŲŽØ§Ųƒ ŲŽØ§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲŠŲŽØ§ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ø§ ØŖŲŽŲŲ’ØļŲŽŲ„ŲŽ Ų…ŲŽØ§ ØŦŲŽØ˛ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‹Ų‘Ø§ ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„Ų‹Ø§ ØšŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŲ…ŲŽŲ‘ØĒŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØĩŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų‰ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ŲƒŲŲ„ŲŽŲ‘Ų…ŲŽØ§ Ø°ŲŽŲƒŲŽØąŲŽŲƒŲŽ Ø°ŲŽØ§ŲƒŲØąŲŒ ŲˆŲŽØēŲŽŲŲŽŲ„ŲŽ ØšŲŽŲ†Ų’ Ø°ŲŲƒŲ’ØąŲŲƒŲŽ ØēŲŽØ§ŲŲŲ„ŲŒØŒ ØŖŲŽŲØļŲŽŲ„ŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽŲƒŲ’Ų…ŲŽŲ„ŲŽ Ų…ŲŽØ§ ØĩŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų‰ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽØ­ŲŽØ¯Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų’Ų„ØŽŲŽŲ„Ų’Ų‚Ų ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ’Ų†ŲŽØŒ ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†ŲŽŲ‘ŲƒŲŽ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŽŲŲŠŲŽØąŲŽØĒŲŲ‡Ų ؅ؐ؆ؒ ØŽŲŽŲ„Ų’Ų‚ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†ŲŽŲ‘ŲƒŲŽ Ø¨ŲŽŲ„ŲŽŲ‘ØēŲ’ØĒŲŽ Ø§Ų„ØąŲŲ‘ØŗŲŽØ§Ų„ŲŽØŠŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽØ¯ŲŽŲ‘ŲŠŲ’ØĒŲŽ Ø§Ų„ŲŽØŖŲ…Ø§Ų†ŲŽØŠŲŽ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØĩŲŽØ­Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų’Ų„ØŖŲŲ…ŲŽŲ‘ØŠŲŽ ŲˆŲŽØŦŲŽØ§Ų‡ŲŽØ¯Ų’ØĒŲŽ ŲŲŲŠŲ’ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø­ŲŽŲ‚ŲŽŲ‘ ØŦŲŲ‡ŲŽØ§Ø¯ŲŲ‡Ų. Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų… ØĸØĒŲ‡ Ø§Ų„ŲˆØŗŲŠŲ„ØŠ ŲˆØ§Ų„ŲØļŲŠŲ„ØŠØŒ ŲˆØ§Ø¨ØšØĢŲ‡ Ų…Ų‚Ø§Ų…Ø§ Ų…Ø­Ų…ŲˆØ¯Ø§ Ø§Ų„Ø°ŲŠ ŲˆØšØ¯ØĒŲ‡ØŒ ؈ØĸØĒŲ‡ Ų†Ų‡Ø§ŲŠØŠ Ų…Ø§ ŲŠŲ†Ø¨Øē؊ ØŖŲ† ŲŠØŗØŖŲ„Ų‡ Ø§Ų„ØŗØ§ØĻŲ„ŲˆŲ†. Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų… ØĩŲ„ ØšŲ„Ų‰ Ų…Ø­Ų…Ø¯ ØšØ¨Ø¯Ųƒ ŲˆØąØŗŲˆŲ„Ųƒ Ø§Ų„Ų†Ø¨ŲŠ Ø§Ų„ØŖŲ…ŲŠ ŲˆØšŲ„Ų‰ ØĸŲ„ Ų…Ø­Ų…Ø¯ ŲˆØŖØ˛ŲˆØ§ØŦŲ‡ ŲˆØ°ØąŲŠØĒŲ‡ØŒ ŲƒŲ…Ø§ ØĩŲ„ŲŠØĒ ØšŲ„Ų‰ ØĨØ¨ØąØ§Ų‡ŲŠŲ… ŲˆØšŲ„Ų‰ ØĸŲ„ ØĨØ¨ØąØ§Ų‡ŲŠŲ… ŲˆØ¨Ø§ØąŲƒ ØšŲ„Ų‰ Ų…Ø­Ų…Ø¯ ŲˆØšŲ„Ų‰ ØĸŲ„ Ų…Ø­Ų…Ø¯ ، ŲƒŲ…Ø§ Ø¨Ø§ØąŲƒØĒ ØšŲ„Ų‰ ØĨØ¨ØąØ§Ų‡ŲŠŲ… ŲˆØšŲ„Ų‰ ØĸŲ„ ØĨØ¨ØąØ§Ų‡ŲŠŲ… ؁؊ Ø§Ų„ØšØ§Ų„Ų…ŲŠŲ† ØĨŲ†Ųƒ Ø­Ų…ŲŠØ¯ Ų…ØŦŲŠØ¯"

Bacaan latin: "Assalamu 'alaika Ya Rasullallah, assalamu 'alaika Ya Nabiyallah, assalamu 'alaika Ya Khiyaratallah, assalamu 'alaika Ya Habiballah, assalamu 'alaika Ya Sayyidal Mursalin wa Khataman Nabiyyin, assalamu 'alaika Ya Khoirol kholaiki ajma'in, assalamu 'alaika wa 'ala alik wa ahli baitika wa azawajika wa ashabika ajma'in, assalamu 'alaika wa 'ala sa-irin nabiyyin wa jami'i 'ibadillahish sholihin. Jazakallahu 'anna Ya Rasullah afdhola ma jaza nabiyyan wa rasulan 'an ummatihi, wa sholla 'alaika kullama zakaraka zakirun wa ghofala 'an zikrika ghofilun, afdhola wa akmala ma sholla 'ala ahadin minal kholqi ajam'in. Asyhadu alla ilaha illahu wahdah ula syarikalahu wa asyhadu annaka abduhu wa rasuluhu wa khiyarotuhu min kholkihi wa asyhadu annaka ballaghtar risalata wa addaital amanata wa nashohtal ummata wa jahadta fillahi haqqa jihadihi.

Allahumma a'tihil wasilata wal fadhilata wab 'atshu maqomam mahmudanillazi wa 'adtahu wa a-tihi nihayata ma yanbaghi ayyas-alahus sailun, allahumma sholli 'ala muhammadin 'abdika wa rasulikan nabiyyil ummiyyi wa 'ala ali muhammadin wa azwajihi wa zurriyyatihi kama shollaita 'ala ibrohima wa 'ala ali ibrohim wa barik 'ala muhammadin wa 'ali muhammadin kama barakta 'ala ibrahima wa 'ala ali ibrahim fil 'alamina innaka hamidum majid."

Artinya: Semoga keselamatan tercurah atasmu, wahai Rasulullah. Keselamatan atasmu, wahai Nabi Allah. Keselamatan atasmu, wahai pilihan Allah. Keselamatan atasmu, wahai kekasih Allah. Keselamatan atasmu, wahai pemimpin para utusan dan penutup para nabi. Keselamatan atasmu, wahai sebaik-baik makhluk seluruhnya. Keselamatan atasmu dan atas keluargamu, ahlul baitmu, istri-istrimu, dan para sahabatmu seluruhnya. Keselamatan atasmu dan atas seluruh nabi serta semua hamba Allah yang saleh.

Semoga Allah membalasmu, wahai Rasulullah, dengan balasan terbaik yang diberikan kepada seorang nabi dan rasul atas umatnya. Semoga Allah selalu berselawat atasmu setiap kali seorang penyebut menyebutmu dan ketika seorang lalai melupakan menyebutmu - dengan sebaik-baik dan sesempurna-purnanya salawat yang pernah diberikan kepada salah satu dari seluruh makhluk.

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya.
Aku bersaksi bahwa engkau adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya, orang pilihan-Nya dari seluruh makhluk-Nya.
Aku bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, menasihati umat, dan berjihad di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada beliau (Nabi Muhammad) al-wasilah (derajat tinggi di surga) dan al-fadhilah (keutamaan), dan bangkitkanlah beliau pada kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan.
Dan berikanlah kepadanya sesuatu yang paling mulia yang layak diminta oleh para peminta.

Ya Allah, bersalawatlah kepada Muhammad, hamba dan Rasul-Mu, nabi yang ummi, serta kepada keluarga Nabi Muhammad, istri-istri beliau, dan keturunan beliau - sebagaimana Engkau bersalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Berkahilah Nabi Muhammad, keluarga beliau, sebagaimana Engkau memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim di seluruh alam. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

Doa Ketika di Raudhah

Ø¨ŲØŗŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­Ų’Ų…ŲŽŲ†Ų Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­ŲŲŠŲ…ŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄؄؇ؐ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ Ø§Ų„ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų‹Ø§ ŲŠŲŲˆŲŽØ§ŲŲŲŠ Ų†ŲØšŲŽŲ…ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲŠŲŲƒŲŽØ§ŲŲØĻŲ Ų…ŲŽØ˛ŲŲŠŲ’Ø¯ŲŽŲ‡ŲØŒ
ŲŠŲŽØ§ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘Ų†ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ†Ų’Ø¨ŲŽØēؐ؊ ؄ؐØŦŲŽŲ„ŲŽØ§Ų„Ų ŲˆŲŽØŦŲ’Ų‡ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ… ŲˆŲŽØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…Ų ØŗŲŲ„Ų’ØˇŲŽØ§Ų†ŲŲƒŲŽØŒ ŲˆŲŽØĩŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ اØēŲ’ŲŲØąŲ’Ų„ŲŲŠŲ’ Ø°ŲŲ†ŲŲˆØ¨ŲŲŠ ŲˆŲŽŲ„ŲŲˆŲŽØ§Ų„ŲØ¯ŲŽŲŠŲŽŲ‘ ŲˆŲŽØŖŲŽØŦŲ’Ø¯ŲŽØ§Ø¯ŲŲŠ ŲˆŲŽØŦŲŽØ¯ŲŽŲ‘Ø§ØĒŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ‚ŲŽØ§ØąŲØ¨ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽØĨŲØŽŲ’ŲˆŲŽØ§Ų†ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ´ŲŽØ§ŲŠŲØŽŲŲŠ ŲˆŲŽŲ„ŲØŦŲŽŲ…ŲŲŠØšŲ Ø§Ų„Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽØ§ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŖŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§ØĒؐ Ø¨ŲØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØĒŲŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽØąŲ’Ø­ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø§Ø­ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. 18 Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘ŲƒŲŽ Ų‚ŲŽØ¯Ų’ Ų‚ŲŲ„Ų’ØĒŲŽ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚ŲŲ‘ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲˆŲ’ ØŖŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…Ų’ ØĨŲØ°Ų’ Ø¸ŲŽŲ„ŲŽŲ…ŲŲˆØ§ ØŖŲŽŲ†Ų’ŲŲØŗŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ØŦŲŽØ§ØĄŲŲˆŲƒŲŽ ŲŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲŽØąŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲŽØąŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘ØŗŲŲˆŲ’Ų„Ų Ų„ŲŽŲˆŲŽØŦŲŽØ¯ŲŲˆØ§
Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ØĒŲŽŲˆŲŽŲ‘Ø§Ø¨Ų‹Ø§ ØąŲŽØ­ŲŲŠŲ…Ų‹Ø§
Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĨŲŲ†ŲŲ‘ŲŠ ØŖŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ ØĒŲØ´ŲŽŲŲŲ‘ØšŲŽ ŲŲŲŠŲŽŲ‘ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲŽŲ‘ŲƒŲŽ ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŽŲƒŲŽ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų‹Ø§ ØĩŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų…ŲŽ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ†Ų’ŲŲŽØšŲ Ų…ŲŽØ§Ų„ŲŒ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ Ø¨ŲŽŲ†ŲŲˆŲ†ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ų…ŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽØĒŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽ Ø¨ŲŲ‚ŲŽŲ„Ų’Ø¨Ų ØŗŲŽŲ„ŲŲŠŲ…Ų ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŲˆŲ’ØŦŲØ¨ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŽØŠŲŽ ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŖŲŽŲˆŲ’ØŦŲŽØ¨Ų’ØĒŲŽŲ‡ŲŽØ§ Ų„ŲŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØŦŲŽØ§ØĄŲŽŲ‡Ų ؁ؐ؊ Ø­ŲŽŲŠŲŽØ§ØĒؐ؇ؐ. Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ اØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų‡Ų ØŖŲŽŲˆŲŽŲ‘Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ø´ŲŽŲ‘Ø§ŲŲØšŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†Ų’ØŦŲŽØ­ŲŽ Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ø§ØĻŲŲ„ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽŲƒŲ’ØąŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲˆŲŽŲ‘Ų„ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØĸØŽŲØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø¨ŲŲ…ŲŽŲ†ŲŽŲ‘ŲƒŲŽ ŲˆŲŽŲƒŲŽØąŲŽŲ…ŲŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲƒŲ’ØąŲŽŲ…ŲŽ
Ø§Ų„ØŖŲŽŲƒŲ’ØąŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ.
Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĨŲŲ†ŲŲ‘ŲŠ ØŖŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØĨŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØ§Ų†Ų‹Ø§ ŲƒŲŽØ§Ų…ŲŲ„ŲŽØ§Ų‹ ŲˆŲŽŲŠŲŽŲ‚ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ ØĩŲŽØ§Ø¯ŲŲ‚Ų‹Ø§ Ø­ŲŽØĒŲŽŲ‘Ų‰ ØŖŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŽ ØŖŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ų„Ø§ŲŽ ŲŠŲØĩŲŲŠØ¨ŲŲ†ŲŲŠ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ų…ŲŽØ§ ŲƒŲŽØĒŲŽØ¨Ų’ØĒŲŽ Ų„ŲŲŠ ŲˆŲŽØšŲŲ„Ų’Ų…Ų‹Ø§ Ų†ŲŽØ§ŲŲØšŲ‹Ø§ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽŲ„Ų’Ø¨Ų‹Ø§ ØŽŲŽØ§Ø´ŲØšŲ‹Ø§ ŲˆŲŽŲ„ŲØŗŲŽØ§Ų†Ų‹Ø§ Ø°ŲŽØ§ŲƒŲØąŲ‹Ø§ ŲˆŲŽØąŲØ˛Ų’Ų‚Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØ§ØŗŲØšŲ‹Ø§ ŲˆŲŽØ­ŲŽŲ„ŲŽØ§Ų„Ø§Ų‹ ØˇŲŽŲŠŲŲ‘Ø¨Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ø§Ų‹ ØĩŲŽØ§Ų„ŲØ­Ų‹Ø§ Ų…ŲŽŲ‚Ų’Ø¨ŲŲˆŲ’Ų„Ø§Ų‹ ŲˆŲŽØĒؐØŦŲŽØ§ØąŲŽØŠŲ‹ Ų„ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØ¨ŲŲˆŲ’ØąŲŽ. Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ø§Ø´Ų’ØąŲŽØ­Ų’ ØĩŲØ¯ŲŲˆŲ’ØąŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲØąŲ’ ØšŲŲŠŲŲˆŲ’Ø¨ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§ØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ø°ŲŲ†ŲŲˆØ¨ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§Ų…ŲŲ†Ų’ ØŽŲŽŲˆŲ’ŲŲ’Ų†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§ØŽŲ’ØĒŲŲ…Ų Ø¨ŲØ§Ų„ØĩŲŽŲ‘Ø§Ų„ŲØ­ŲŽØ§ØĒؐ ØŖŲŽØšŲ’Ų…ŲŽØ§Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¨ŲŽŲ‘Ų„Ų’ Ø˛ŲŲŠŲŽØ§ØąŲŽØĒŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØąŲØ¯ŲŽŲ‘Ų†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ ØēŲØąŲ’Ø¨ŲŽØĒŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŽØ§Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØŗŲŽØ§Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØēŲŽØ§Ų†ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§ØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„ØĩŲŽŲ‘Ø§Ų„ŲØ­ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ†ŲŽ Ų„ØŖØŽŲŽŲˆŲŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲŽØ­Ų’Ø˛ŲŽŲ†ŲŲˆŲ†ŲŽ. ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘Ų†ŲŽØ§ Ų„Ø§ ØĒŲØ˛ŲØēŲ’ Ų‚ŲŲ„ŲŲˆŲ’Ø¨ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽ ØĨŲØ°Ų’ Ų‡ŲŽØ¯ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ‡ŲŽØ¨Ų’ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ Ų„ŲŽØ¯ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘ŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų„ŲˆŲ‡Ø§Ø¨. ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ اØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŲŠ Ų…ŲŲ‚ŲŲŠŲ…ŲŽ Ø§Ų„ØĩŲŽŲ‘Ų„ŲŽØ§ØŠŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø°ŲØąŲŲ‘ŲŠŲŽŲ‘ØĒؐ؊ ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘Ų†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¨ŲŽŲ‘Ų„Ų’ Ø¯ŲØšŲŽØ§ØĄŲ. ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘Ų†ŲŽØ§ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲŠ ŲˆŲŽŲ„ŲŲˆŲŽØ§Ų„ŲØ¯ŲŽŲŠŲŽŲ‘ ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ ŲŠŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲØŗŲŽØ§Ø¨Ų . 22 ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘Ų†ŲŽØ§ ØĸØĒŲŲ†ŲŽØ§ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ø¯ŲŲ‘Ų†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲŲŲŠ Ø§Ų„Ų’ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ø§Øą. 23 ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ŲƒŲŽ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ Ø§Ų„ØšŲØ˛ŲŽŲ‘ØŠ ØšŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø§ ŲŠŲŽØĩŲŲŲŲˆŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…ŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ
ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄؄؇ؐ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ Ø§Ų„ØšŲŽŲ„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Bacaan latin: Bismillāhir-raá¸Ĩmānir-raá¸ĨÄĢm. Al-á¸Ĩamdu lillāhi rabbil-'ālamÄĢn, á¸Ĩamdan yuwāfÄĢ ni'amahu wa yukāfi-u mazÄĢdah.
Yā rabbana lakal-á¸Ĩamdu kamā yanbaghÄĢ li jalāli wajhikal-karÄĢm wa 'aáē“ÄĢmi sulᚭānik. Wa ášŖallallāhu 'alā sayyidinā Muá¸Ĩammad, wa 'alā ālihi wa ášŖaá¸Ĩbihi ajma'ÄĢn.
Allāhumma-ghfir lÄĢ dhunÅĢbÄĢ wa li-wālidayya wa ajdādÄĢ wa jaddātÄĢ wa aqarÄĢbÄĢ wa ikhwanÄĢ wa mashāyikhÄĢ wa li-jamÄĢ'il-mu'minÄĢna wal-mu'mināti wal-muslimÄĢna wal-muslimāti al-aá¸Ĩyā'i minhum wal-amwāt, bi raá¸Ĩmatika yā ará¸Ĩamar-rāá¸ĨimÄĢn.

Allāhumma innaka qad qulta wa qawluka al-á¸Ĩaqq: wa law annahum idh áē“alamÅĢ anfusahum jā'ÅĢka fastaghfarullāha wastaghfara lahumur-rasÅĢlu lawajadullāha tawwābar-raá¸ĨÄĢmā.
Allāhumma innÄĢ as'aluka an tushaffi'a fiyya nabiyyaka wa rasÅĢlaka Muá¸Ĩammadan ášŖallallāhu 'alayhi wa sallama yauma lā yanfa'u mālun wa lā banÅĢn illā man atallāha biqalbin salÄĢm, wa an tÅĢjiba al-maghfirata kamā awjabta-hā liman jā'ahu fÄĢ á¸Ĩayātih.
Allāhummaj'alhu awwala ash-shāfi'ÄĢn wa anjaá¸Ĩas-sā'ilÄĢn wa akramal-awwalÄĢna wal-ākhirÄĢn bi-mannika wa karamika yā akramal-akramÄĢn.

Allāhumma innÄĢ as'aluka ÄĢmānan kāmilan wa yaqÄĢnan ášŖÄdiqan á¸Ĩattā a'lama annahu lā yuášŖÄĢbanÄĢ illā mā katabta lÄĢ, wa 'ilman nāfi'an, wa qalban khāshi'an, wa lisānan dhākiran, wa rizqan wāsi'an wa á¸Ĩalālan áš­ayyiban wa 'amalan ášŖÄliá¸Ĩan maqbÅĢlan, wa tijāratan lan tabÅĢr.

Allāhumma-ishraá¸Ĩ ášŖudÅĢranā, wastur 'uyÅĢbanā, waghfir dhunÅĢbanā, wa amin khawfanā, wakhtim biášŖ-ášŖÄliá¸Ĩāti a'mālanā, wataqabbal ziyāratanā, waruddnā min ghurbatinā ilā ahlinā wa awlādina sālimÄĢna ghānimÄĢn, waj'alnā min 'ibādikaášŖ-ášŖÄliá¸ĨÄĢn mina alladhÄĢna lā khawfun 'alayhim wa lā hum yaá¸ĨzanÅĢn.

Rabbana lā tuziÄĄ qulÅĢbanā ba'da idh hadaytanā, wahab lanā min ladunka raá¸Ĩmah, innaka anta al-wahhāb.
Rabbij'alnÄĢ muqÄĢmaášŖ-ášŖalāti wa min dhurriyyatÄĢ, rabbanā wataqabbal du'ā'.
Rabbana-ghfir lÄĢ wali-wālidayya wa lil-mu'minÄĢna yauma yaqÅĢmul-á¸Ĩisāb.
Rabbana ātinā fÄĢ ad-dunyā á¸Ĩasanah, wa fÄĢ al-ākhirati á¸Ĩasanah, wa qinā 'adhāban-nār.

Subá¸Ĩāna rabbika rabbil-'izzati 'ammā yaášŖifÅĢn, wa salāmun 'alal-mursalÄĢn, wal-á¸Ĩamdu lillāhi rabbil-'ālamÄĢn.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang memelihara seka/ian a/am. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya don sepadan dengan tamhahan-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sebagaimana yang layak bagi keluhuran-Mu don keagungan kekuasaan-Mu.

Salawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga don sahabat­ sahabatnya semua.

Ya Allah ya Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku, dosa kedua orang tuaku, kakek don nenekku, semua kerabatku, saudara-saudaraku don guru-guruku, sekalian orang-orang mukmin don mukminat, juga muslimin don muslimat baik yang masih idup maupun yang telah mati dengan limpahan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.

Ya Allah, Engkau telah berfirman dan firman­ Mu adalah benar. Dan sungguh sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, don Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

Ya Allah aku mohon kepada-Mu, agar memberikan kewenangan syafaat kepada Nabi don Rasul-Mu untukku pada hari dimana harta benda don anak-anak tidak dapat memberikan pertolongan, kecuali orang yang menghadap kepada Allah dengan hati yang bersih. Berilah kepastian ampunan untukku sebagaimana Engkau telah memastikan memberi ampunan bagi orang yang datang kepada Rasul di waktu hidupnya.

Ya Allah, jadikanlah Nabi Muhammad SAW orang pertama memberi syafaat, paling terkabul permohonannya don paling mulia diantara orang-orang terdahulu dan yang (datang) kemudian dengan anugrah dan kemurahan-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.

Ya Allah, aku mohon kepada-Mu keimanan yang sempurna, keyakinan yang benar, sehingga aku dapat mengetahui bahwa tiada sesuatu bencana yang menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan kepadaku. Aku memohon ilmu yang bermanfaat, hati yang khusuk, lidah yang berzikir, rezeki yang melimpah, halal dan baik, amal saleh yang diterima, serta perniagaan yang tidak rugi.

Ya Allah, lapangkanlah dada kami, tutuplah keburukan kami, ampunilah dosa kami, tenangkanlah hati kami dari ketakutan, sudahilah amalan kami dengan ke bajikan, terimalah ziarah kami ini, kembalikan kami dari kepergian ini kepada keluarga dan anak­ anak kami dengan selamat dan sejahtera beroleh pahala dan jadikanlah kami termasuk hamba-Mu yang shaleh, yaitu orang-orang yang tidak merasa takut dan tidak pula bersedih hati.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, don karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.

Ya Tuhanku, jadikanlah aku don anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

Ya Tuhan kami, ampunilah aku don kedua ibu bapakku don semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan pada hari (kiamat),

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia don kebaikan di akhirat dan lindungi/ah kami dari azab neraka.

Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang Maha perkasa dari sifat yang mereka katakan dan selamat sejahtera bagi para Rasul dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,"




(hnh/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads