Tata Cara Sholat Tahajud 2 Rakaat Sendiri dan Doanya yang Mustajab

Tata Cara Sholat Tahajud 2 Rakaat Sendiri dan Doanya yang Mustajab

Azkia Nurfajrina - detikHikmah
Kamis, 20 Feb 2025 20:45 WIB
Tata Cara Sholat Tahajud 2 Rakaat Sendiri dan Doanya yang Mustajab
Ilustrasi sholat tahajud sendiri 2 rakaat di rumah Foto: Getty Images/iStockphoto/leolintang
Jakarta -

Sholat tahajud disebut sebagai sholat paling utama setelah sholat fardhu lima waktu menurut sabda Rasul SAW. Sholat ini juga disyariatkan sebagai tambahan ibadah wajib berdasarkan Surat Isra ayat 79:

ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽŲŠŲ’Ų„Ų ŲŲŽØĒŲŽŲ‡ŲŽØŦŲ‘ŲŽØ¯Ų’ Ø¨ŲŲ‡Ų– Ų†ŲŽØ§ŲŲŲ„ŲŽØŠŲ‹ Ų„Ų‘ŲŽŲƒŲŽÛ– ØšŲŽØŗŲ°Ų“Ų‰ Ø§ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲ‘ŲŽØ¨Ų’ØšŲŽØĢŲŽŲƒŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ Ų…ŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§ Ų…Ų‘ŲŽØ­Ų’Ų…ŲŲˆŲ’Ø¯Ų‹Ø§ - 79

Artinya: "Pada sebagian malam lakukanlah sholat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah rakaat sholat tahajud paling sedikit adalah dua rakaat. Pelaksanaan sholatnya dapat dilakukan sendirian atau munfarid di rumah. Simak waktu, tata cara, dan doa sholat tahajud di bawah ini:

Waktu Sholat Tahajud

Mengutip buku Shalat Tahajud dan Shalat Hajat oleh Mahmud Asy-Syafrowi, sholat tahajud dilaksanakan pada malam hari dimulai setelah waktu Isya hingga Subuh. Sholat tahajud didirikan setelah tidur terlebih dahulu meski sebentar.

ADVERTISEMENT

Walaupun dapat dikerjakan sepanjang malam, ada waktu utama menunaikan sholat tahajud yaitu pada sepertiga malam terakhir, antara pukul 01.00 - sebelum Subuh. Hal ini sebagaimana riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

ŲŠŲŽŲ†Ų’Ø˛ŲŲ„Ų ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ˛Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽØŦŲŽŲ„Ų‘ŲŽ ŲƒŲŲ„Ų‘ŲŽ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲ…ŲŽØ§ØĄŲ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ØŒ Ø­ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲŠŲŽØ¨Ų’Ų‚ŲŽŲ‰ ØĢŲŲ„ŲØĢŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲŠŲ’Ų„Ų Ø§Ų„ØĸØŽŲØąŲØŒ ŲŲŽŲŠŲŽŲ‚ŲŲˆŲ„Ų: Ų…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽØ¯Ų’ØšŲŲˆŲ’Ų†ŲŲŠØŒ ŲŲŽØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØŦŲŲŠŲ’Ø¨ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ Ų…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲ†ŲŲŠ ، ŲŲŽØŖŲØšŲ’ØˇŲŲŠŲŽŲ‡ŲØŒ Ų…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲ†ŲŲŠØŒ ŲŲŽØŖŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų

Artinya: "Setiap malam, Tuhan kita turun ke langit dunia ketika sepertiga terakhir dari waktu malam. Allah berfirman: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku mengabulkan doanya. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku memberinya. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku mengampuninya.'" (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad, Nasai, Ibnu Majah, dan Abu Daud)

Berdasarkan hadits tersebut, sepertiga malam terakhir menjadi waktu paling utama mendirikan sholat tahajud karena diberkahi Allah SWT. Pada waktu tersebut, doa-doa yang dipanjatkan niscaya dikabulkan dan ampunan yang dimohonkan akan diampuni.

Tata Cara Sholat Tahajud 2 Rakaat dan Niatnya

Sholat tahajud 2 rakaat sendiri di rumah dikerjakan seperti sholat sunnah 2 rakaat pada umumnya. Yang berbeda hanyalah bacaan niat sholatnya. Berikut tata caranya:

  • Berniat sholat tahajud dalam hati dan sambil diucapkan, dengan bacaan berikut:

ØŖŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲŠ ØŗŲŲ†Ų‘ŲŽØŠŲŽ Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲ‡ŲŽØŦŲØ¯Ų ØąŲŽŲƒŲ’ØšŲŽØĒŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚Ų’Ø¨ŲŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØ¨Ų’Ų„ŲŽØŠŲ Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰

Arab-latin: Ushalli sunnatat tahajjudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'aala.

Artinya: "Saya berniat mengerjakan sholat sunnah tahajud 2 rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

  • Takbiratul ihram
  • Membaca doa iftitah
  • Membaca Surat Al-Fatihah
  • Membaca surat Al-Qur'an
  • Rukuk dengan tumakninah
  • I'tidal dengan tumakninah
  • Sujud pertama dengan tumakninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tumakninah
  • Sujud kedua dengan tumakninah
  • Bangkit atau berdiri dari sujud
  • Berdiri melanjutkan rakaat kedua dengan seperti urutan di atas dimulai membaca Surat Al-Fatihah hingga sujud kedua.
  • Duduk tasyahud akhir
  • Salam.

Doa Setelah Sholat Tahajud

Setelah mendirikan sholat tahajud hendaknya berdoa karena doa di sepertiga malam terakhir niscaya diijabah oleh Allah SWT. Berikut doa sholat tahajud yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:

Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ų‚ŲŽŲŠŲŲ‘Ų…Ų Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŽŲˆŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ø§ŲŽØąŲ’Øļؐ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ†Ų‘ŲŽØŒ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ų…ŲŽØ§Ų„ŲŲƒŲ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŽŲˆŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ø§ŲŽØąŲ’Øļؐ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ†Ų‘ŲŽØŒ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ų†ŲŲˆŲ’ØąŲ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŽŲˆŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ø§ŲŽØąŲ’Øļؐ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ†Ų‘ŲŽØŒ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚Ų‘Ų ŲˆŲŽŲˆŲŽØšŲ’Ø¯ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚Ų‘Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŲ‚ŲŽØ§ØĄŲŲƒŲŽ Ø­ŲŽŲ‚Ų‘ŲŒ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŲƒŲŽ Ø­ŲŽŲ‚Ų‘ŲŒ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ†Ų‘ŲŽØŠŲ Ø­ŲŽŲ‚Ų‘ŲŒ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲ Ø­ŲŽŲ‚Ų‘ŲŒ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø­ŲŽŲ‚Ų‘ŲŒ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯ŲŒ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ Ø­ŲŽŲ‚Ų‘ŲŒ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŽØ§ØšŲŽØŠŲ Ø­ŲŽŲ‚Ų‘ŲŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŽ Ø§ŲŽØŗŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų’ØĒŲ ŲˆŲŽØ¨ŲŲƒŲŽ Ø§ŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ØĒŲ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ØĒŲŽŲˆŲŽŲƒŲ‘ŲŽŲ„Ų’ØĒŲ ŲˆŲŽØ§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ø§ŲŽŲ†ŲŽØ¨Ų’ØĒŲ ŲˆŲŽØ¨ŲŲƒŲŽ ØŽŲŽØ§ØĩŲŽŲ…Ų’ØĒŲ ŲˆŲŽØ§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ø­ŲŽØ§ŲƒŲŽŲ…Ų’ØĒŲ ŲŲŽØ§ØēŲ’ŲŲØąŲ’Ų„ŲŲŠŲ’ Ų…ŲŽØ§Ų‚ŲŽØ¯Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØĒŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø§ŲŽØŽŲ‘ŲŽØąŲ’ØĒŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø§ŲŽØŗŲ’ØąŲŽØąŲ’ØĒŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø§ŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ†Ų’ØĒŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§ŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų Ø¨ŲŲ‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŲ‘ŲŠŲ’ØŒ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ‚ŲŽØ¯ŲŲ‘Ų…Ų ŲˆŲŽØ§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤ŲŽØŽŲŲ‘ØąŲ Ų„Ø§ŲŽØ§ŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ Ø§ŲŲ„Ø§Ų‘ŲŽ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽØŒ ŲˆŲŽŲ„Ø§ŲŽ Ø­ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŽ ŲˆŲŽŲ„Ø§ŲŽ Ų‚ŲŲˆŲ‘ŲŽØŠŲŽ Ø§ŲŲ„Ø§Ų‘ŲŽ Ø¨ŲØ§Ų„Ų„Ų‡Ų

Arab-latin: Allahumma lakal hamdu anta qoyyumus samawati wal ardhi wa man fihinna, wa lakal hamdu anta malikus sama wati wal ardhi wa man fihinna, wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fihinna, wa lakal hamdu antal haqqu, wa wa'dukal haqqu, wa liqaa'uka haqqu, wa qaulukal haqqun, wal jannatu haqqun, wannaru haqqun, wan-nabiyyuna haqqun, wa Muhammadun shallallahu 'alaihi wa sallam haqquw wassaa'atu haqqun.

Allahumma laka aslamtu, wa bika amantu, wa'alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wabika khashamtu, wa ilaika hakamtu, faghfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wama asrartu, wamaa a'lantu, wama anta a'lamu bihi minni, antal muqoddimu wa antal mu'akhkhiru, la ilaha anta wala haula wa la quwwata illa billah.

Artinya: "Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkaulah yang mengurus langit dan bumi serta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi beserta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi beserta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Maha Benar, janji-Mu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, ucapan-Mu adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar dan Nabi Muhammad SAW adalah benar serta hari kiamat adalah benar.

Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, beriman, dan bertawakal kepada-Mu. Aku kembali kepada-Mu, (memberi hujjah dan penjelasan) berdebat karena-Mu, dan berhukum kepada-Mu. Ampunilah apa saja yang telah aku lakukan maupun yang belum, yang aku lakukan dengan diam-diam maupun secara terang-terangan. Engkaulah Maha Dahulu dan Engkaulah Maha Akhir. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah." (HR Bukhari dan Muslim)




(azn/row)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads