Sepertiga malam terakhir dikatakan sebagai waktu yang paling mustajab untuk beribadah. Dalam sebuah hadits dari Amr bin 'Utbah RA, Nabi Muhammad bersabda:
"Saat di mana Tuhan paling dekat dengan hamba-Nya adalah pada tengah malam yang terakhir, jika kamu sanggup untuk bangun guna mengingat Allah, hendaklah engkau lakukan." (HR Tirmidzi)
Salat malam menjadi amalan yang identik dikerjakan pada sepertiga malam terakhir. Padahal, ada amalan lainnya yang dapat dilaksanakan pada momen mustajab tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut buku Bekal Apa yang Akan Kita Bawa Menghadap Allah susunan Ustaz Abdul Somad, waktu sepertiga malam terakhir yaitu kira-kira berada pada 3 jam setengah sebelum tibanya adzan subuh. Sementara itu, seorang ushul fiqih bernama Syekh Ali Jum'ah mengatakan cara menentukan waktu sepertiga malam terakhir ialah dengan menghitung dari jam Maghrib sampai ke Subuh lalu dibagi tiga.
Misalkan waktu Maghrib jatuh pada jam 18.00 dan waktu Subuh tiba jam 05.00, maka jarak antara keduanya yaitu terdapat 11 jam. Apabila dibagi menjadi tiga, berarti kira-kira sepertiga malam terakhir ada di 3 jam setengah sebelum tibanya adzan subuh atau berada di antara pukul 01.00 hingga sebelum masuknya waktu subuh.
Lantas, amalan apa saja yang dapat dilakukan pada waktu mustajab itu? Berikut bahasannya yang dinukil dari sumber yang sama.
Amalan yang Dapat Dikerjakan pada Sepertiga Malam Terakhir
1. Salat Malam
Salat malam menjadi amalan yang paling utama dikerjakan pada waktu sepertiga malam terakhir. Qiyamul lail yang dikerjakan antara lain seperti salat tahajud, salat hajat, atau salat witir.
Dalil terkait salat malam tercantum dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda:
"Salat apakah yang paling utama setelah salat wajib?" Beliau bersabda, "Salat tengah malam (lail)." Ditanya lagi, "Puasa apakah yang paling utama setelah puasa Ramadan?" Beliau menjawab, "Puasa yang pada bulan Allah menyucikannya (Muharram)." (Hadits Shahih)
2. Berdzikir dan Beristighfar
Amalan selanjutnya yang dapat dikerjakan ialah berdzikir dan beristighfar. Sebab, pada momen sepertiga malam terakhir ialah waktu diturunkannya rahmat, berlipatnya pahala, ampunan, dan terkabulnya doa.
Menukil buku Syarah Al Lu'lu' wa Al Marjan Jilid 4 susunan Wafi Marzuqi Ammar, Allah SWT memuji orang yang menunaikan salat, membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan beristighfar pada waktu tersebut.
Dalam surah Adz Dzariyat ayat 15-18, Allah SWT berfirman:
ØĨŲŲŲŲ ŲąŲŲŲ ŲØĒŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲ ØŦŲŲŲŲŲ°ØĒŲ ŲŲØšŲŲŲŲŲŲ ØĄŲØ§ØŽŲذŲŲŲŲ Ų ŲØ§Ų ØĄŲØ§ØĒŲŲŲ°ŲŲŲ Ų ØąŲØ¨ŲŲŲŲŲ Ų Û ØĨŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ŲŲŲØ§Û ŲŲØ¨ŲŲŲ Ø°ŲŲ°ŲŲŲŲ Ų ŲØŲØŗŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲØ§Û ŲŲŲŲŲŲŲØ§ Ų ŲŲŲŲ ŲąŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲØ§ ŲŲŲŲØŦŲØšŲŲŲŲ ŲŲØ¨ŲŲąŲŲØŖŲØŗŲØŲØ§ØąŲ ŲŲŲ Ų ŲŲØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲŲŲŲ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan pada akhir-akhir malam mereka senantiasa beristighfar." (QS Adz-Dzariyat: 15-18).
3. Berdoa
Berdoa juga termasuk ke dalam amalan yang dapat dikerjakan pada sepertiga malam terakhir. Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang berdoa pada waktu tersebut.
Disebutkan dalam buku Ajak Aku ke Surga oleh Rizem Aizid, pada sepertiga malam terakhir Allah SWT turun ke langit dunia. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad bersabda:
"Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, 'Orang yang berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni.'" (HR Bukhari dan Muslim).
4. Doa Setelah Tahajud
Doa setelah tahajud juga dapat dipanjatkan untuk mengisi waktu sepertiga malam terakhir seorang muslim. Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan tulisan Nasrul Umam S:
اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ŲŲŲ Ø§ŲØŲŲ ŲØ¯Ų ØŖŲŲØĒŲ ŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲØŗŲŲŲ ŲŲŲØ§ØĒŲ ŲØ§ŲØŖØąŲØļŲ ŲŲ ŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲØ ŲŲŲŲŲ Ø§ŲØŲŲ ŲØ¯Ų ŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲ Ø§ŲØŗŲŲŲ ŲŲŲØ§ØĒŲ ŲØ§ŲØŖØąŲØļŲ ŲŲ ŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲØ ŲŲŲŲŲ Ø§ŲØŲŲ ŲØ¯Ų ØŖŲŲØĒŲ ŲŲŲØąŲ Ø§ŲØŗŲŲŲ ŲŲŲØ§ØĒŲ ŲØ§ŲØŖØąŲØļŲ ŲŲ ŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲØ ŲŲŲŲŲ Ø§ŲØŲŲ ŲØ¯Ų ØŖŲŲØĒŲ Ų ŲŲŲŲŲ Ø§ŲØŗŲŲŲ ŲŲŲØ§ØĒŲ ŲØ§ŲØŖØąŲØļŲØ ŲŲŲŲŲ Ø§ŲØŲŲ ŲØ¯Ų ØŖŲŲØĒŲ Ø§ŲØŲŲŲŲ ŲŲŲØšŲدŲŲŲ Ø§ŲØŲŲŲŲØ ŲŲŲŲŲØ§Ø¤ŲŲŲ ØŲŲŲŲØ ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ ØŲŲŲŲØ ŲØ§ŲØŦŲŲŲŲØŠŲ ØŲŲŲŲØ ŲØ§ŲŲŲŲØ§ØąŲ ØŲŲŲŲØ ŲØ§ŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲŲŲŲ ØŲŲŲŲØ ŲŲ ŲØŲŲ ŲŲØ¯Ų ØĩŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ØšŲŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ Ų ØŲŲŲŲØ ŲØ§ŲØŗŲŲØ§ØšŲØŠŲ ØŲŲŲŲØ اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ŲŲŲ ØŖØŗŲŲŲŲ ŲØĒŲØ ŲØ¨ŲŲŲ ØĸŲ ŲŲŲØĒŲØ ŲØšŲŲŲŲŲŲŲ ØĒŲŲŲŲŲŲŲŲØĒŲØ ŲØĨŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲØ¨ŲØĒŲØ ŲØ¨ŲŲŲ ØŽŲØ§ØĩŲŲ ŲØĒŲØ ŲØĨŲŲŲŲŲŲ ØŲاŲŲŲ ŲØĒŲØ ŲŲØ§ØēŲŲŲØąŲ ŲŲ Ų Ø§ ŲŲØ¯ŲŲŲ ŲØĒŲ ŲŲ Ø§ ØŖØŽŲŲØąŲØĒŲØ ŲŲ Ø§ ØŖØŗŲØąŲØąŲØĒŲ ŲŲ Ø§ ØŖØšŲŲŲŲŲØĒŲØ ØŖŲŲØĒŲ Ø§ŲŲ ŲŲŲØ¯ŲŲŲ ŲØ ŲØŖŲŲŲØĒŲ Ø§ŲŲ ŲØ¤ŲØŽŲŲØąŲØ ŲØ§ ØĨŲŲŲŲ ØĨŲŲŲØ§ ØŖŲŲØĒŲ
Arab latin: Allahumma lakal hamdu anta qoyyumussamawati wal ardhi wa man fihinna, wa lakal hamdu anta malikussamawati waman fihinna wa lakal hamdu anta nurussamawati wal ardhi waman fihinna wa lakal hamdhu anta haqqu wawa'dhukal haqqu waliqaa 'ukal haqqun wa qoulukal haqqun wal jannatun haqqun wannaaru haqqun wan nabiiyuna haqqun wa muhammadun sallalahu alaihi wasallama haqqun, was saa'atu haqqun. allahumma laka aslamtu, wa bika amantu, wa ilaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu wabika khasamtu wa ilaika hakamtu fagfirli maa qoddamtu wamaa akkhortu, wamaa assrortu, wamaa a'lantu wamaa anta a'lamu bihi minni antal muqoddimu wa antal walahaula wala kuata illa billah. muakkhiru lailahailla anta
Artinya: "Ya Allah segala puji bagi-Mu. Engkaulah pengatur langit, bumi, dan seisinya. Segala puji bagi-Mu. Kepunyaan-Mu lah kerajaan langit dan bumi dan seisinya. Segala puji bagi-Mu. Engkaulah cahaya langit dan bumi dan seisinya. Segala puji bagi-Mu. Kepunyaan-Mu lah kekuasaan langit dan bumi dan seisinya. Segala puji bagi-Mu. Engkau Maha Haq, janji-Mu haq, pertemuan dengan-Mu haq, firman-Mu haq, surga itu haq, neraka itu haq, nabi-nabi itu haq, Muhammad SAW itu haq, dan kiamat itu haq. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, dengan-Mu aku beriman, terhadap-Mu aku bertawakal, ke pangkuan-Mu aku kembali, karena-Mu (memberi hujjah dan penjelasan) aku berdebat, dan kepada-Mu lah aku ber hakim. Ampunilah dosaku yang telah aku lakukan maupun yang belum aku lakukan, yang aku lakukan dengan diam-diam maupun yang aku lakukan secara terang-terangan. Engkaulah Yang Maha Dahulu, dan Engkaulah Yang Maha Akhir. Tidak ada Tuhan kecuali Engkau atau tidak ada Tuhan selain Allah "
(aeb/lus)












































Komentar Terbanyak
Gus Yaqut Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ketum PBNU: Serahkan ke Proses Hukum
Ada Aduan Penggelapan Dana Haji Furoda 2025, Kemenhaj Panggil Pihak Travel
MUI Soroti Pasal Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru