Jemaah ke Masjidil Haram Kini Bisa Akses Panduan Ibadah Multibahasa via QR Code

Jemaah ke Masjidil Haram Kini Bisa Akses Panduan Ibadah Multibahasa via QR Code

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Sabtu, 29 Agu 2026 16:00 WIB
Wajah baru Masjidil Haram, Makkah usai perluasan ketiga. Foto diambil selama musim haji 2026.
lustrasi Masjidil Haram. Foto: Rachmatunnisa/detikcom
Jakarta -

Arab Saudi menghadirkan platform digital yang dirancang memperkaya pengalaman jemaah dan pengunjung di Masjidil Haram. Platform tersebut diusung oleh Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan nama 'Panduan Jemaah'.

Dilansir dari kantor berita Saudi, platform tersebut menyediakan konten keagamaan dan panduan lewat pengalaman digital multibahasa yang mudah digunakan. Fitur-fiturnya mencakup Al-Qur'an, doa dan zikir, panduan ibadah, amalan utama, khutbah Jumat hingga jadwal salat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Platform tersebut tersedia dalam tujuh bahasa, yaitu Arab, Inggris, Indonesia, Urdu, Turki, Prancis dan Melayu. Layanan multibahasa tersebut mencerminkan keberagaman pengunjung Masjidil Haram serta memperluas akses terhadap konten platform tersebut.

Jemaah bisa mengakses platform ini secara elektronik dengan memindai kode QR sehingga mereka bisa menelusuri konten serta menggunakan layanannya dengan praktis ketika berada di Masjidil Haram. Panduan Jemaah jadi bagian dari upaya otoritas tersebut memanfaatkan solusi digital dan teknologi modern melayani pengunjung Dua Masjid Suci.

ADVERTISEMENT

Otoritas tersebut menyediakan konten keagamaan dan panduan untuk memperkaya pengalaman pengunjung serta mempermudah akses terhadap layanan dan informasi. Upaya-upaya ini mendukung jemaah dalam melaksanakan ibadah dengan kemudahan dan ketenangan hati.

Arab Saudi sendiri terus meningkatkan layanan haji dan umrahnya. Kini, transformasi layanan tersebut melibatkan banyak inovator, entrepreneur serta perusahaan rintisan (startup).

Dilansir dari situs Ajel.sa, setidaknya lebih dari 761 ribu inovator serta pengusaha tercatat memperoleh manfaat dari Innovation and Entrepreneurship Program yang dikembangkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Program ini jadi wadah pengembangan serta pengujian berbagai produk hingga solusi inovatif dalam ekosistem haji dan umrah.

Tak hanya mendorong lahirnya ide baru, program itu juga bertujuan membantu perusahaan startup menguji proyeknya dan mempertemukan solusi yang dikembangkan dengan kebutuhan penyedia layanan. Lewat skema tersebut, ide-ide yang menjanjikan didorong berkembang menjadi produk yang bisa diterapkan.



(aeb/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads