Calon jemaah diminta waspada terhadap tawaran paket umrah dengan harga murah yang tidak wajar. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Jambi, Muhammad Kholis.
"Mau disebut subsidi atau seat kosong, jangan terlalu percaya dulu. Kalau harga yang ditawarkan Rp20 juta untuk ke Arab Saudi, logikanya saja tiket pesawat berapa, hotel berapa," ujarnya di Jambi, dilansir dari kantor berita Antara pada Kamis (20/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, harga menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan calon jemaah sebelum memilih biro perjalanan umrah. Imbauan untuk jemaah agar lebih waspada itu disampaikan menyusul kasus puluhan calon peserta umrah gagal berangkat melalui PT Gema Suara Talbia beberapa waktu lalu.
Kholis menyebut masyarakat perlu menggunakan pertimbangan rasional dan tidak mudah tergiur promosi harga murah yang ditawarkan pihak biro perjalanan. Biaya perjalanan umrah tak hanya tiket pesawat, tetapi ada akomodasi, transportasi, dan kebutuhan calon jemaah selama berada di Arab Saudi.
"Acuan biaya perjalanan umrah dari harga biasanya sebelum terjadi kenaikan harga avtur dan kondisi harga tiket pesawat dan nilai tukar yang berubah, tawaran jauh di bawah angka ini, patut dicermati," tegasnya.
Pihaknya, kata Kholis, mengatakan perjalanan umrah kini berkisar Rp26 juta dengan tiket pesawat yang mahal dan kurs dolar yang naik.
"Tentu harus dipertimbangkan, kalau jauh di bawah itu termasuk tidak wajar dan perlu diwaspadai," sambungnya.
Kholis meminta agar calon jemaah mengecek legalitas biro perjalanan, keberadaan kantor, rekam jejak keberangkatan, serta kesiapan penyelenggara sebelum menyerahkan uang. Calon jemaah hendaknya mengontrol diri, berpikir secara rasional, dan tidak langsung percaya hanya karena penampilan yang meyakinkan.
Dia juga mengingatkan calon jemaah tidak boleh terburu-buru membayar hanya karena tergiur harga murah dan berbagai alasan promosi yang ditawarkan biro perjalanan.
