Perjuangan Sulaji, seorang tukang tambal ban asal Kota Semarang, untuk berangkat ke Tanah Suci menyentuh hati banyak pihak. Demi memenuhi panggilan Allah SWT pada musim haji 1447 H/2026 M, Sulaji bahkan sampai rela meminjam uang untuk melunasi biaya haji yang kurang.
Mendengar kisah inspiratif tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak langsung mendatangi lapak tambal ban milik Sulaji yang berlokasi di Semarang, Rabu (24/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedatangan Dahnil membawa kabar bahagia. Pemerintah Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Persatuan Emirat Arab (UEA) sepakat untuk melunasi seluruh sisa utang biaya haji milik Sulaji.
Sulaji diketahui telah mendaftar haji sejak 2014 silam. Selama lebih dari satu dekade, ia dengan telaten menyisihkan sedikit demi sedikit pendapatannya yang tak menentu dari hasil menambal ban.
Tak hanya menabung, Sulaji juga memutar otak dengan mengikuti arisan sebagai ikhtiar tambahan mengumpulkan biaya pelunasan. Namun, hingga mendekati hari keberangkatan, uang yang terkumpul ternyata belum cukup. Enggan pasrah, ia akhirnya terpaksa meminjam uang agar impiannya ke Tanah Suci tidak kandas.
Dahnil menegaskan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memang tengah gencar mendata jemaah haji yang memiliki kisah perjuangan luar biasa dan inspiratif seperti Sulaji.
"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kemenhaj mendata jemaah yang pekerja keras, berusaha mempunyai niat tulus untuk berangkat haji. Kami memastikan bahwa para jemaah yang telah berjuang dengan penuh keikhlasan dapat menjalani kehidupan pascahaji dengan lebih tenang," kata Dahnil di Semarang, Rabu (24/6/2026).
Dahnil memuji ketulusan hati Sulaji yang pantang menyerah demi menunaikan rukun Islam kelima. Oleh karena itu, negara hadir untuk mengapresiasi kerja kerasnya lewat bantuan pelunasan utang, hasil kerja sama dengan Pemerintah UEA.
"Pak Haji Sulaji adalah potret ketulusan dan kerja keras masyarakat Indonesia. Beliau menabung sejak 2014, berikhtiar melalui arisan, dan bahkan rela meminjam demi memenuhi panggilan Allah SWT," tutur Dahnil.
"Alhamdulillah, melalui kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Persatuan Emirat Arab, kami dapat membantu beliau sehingga kini Pak Haji Sulaji dapat menjalani kehidupan sebagai seorang haji dengan lebih tenang tanpa dibayangi kewajiban (utang) yang masih tersisa," lanjutnya.
Menurut Dahnil, kehadiran negara harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat bawah, khususnya mereka yang menunjukkan determinasi tinggi dalam beribadah. Ia berharap kisah Sulaji bisa menjadi pemantik semangat gotong royong bagi masyarakat luas.
"Semoga kemabruran haji Pak Sulaji membawa keberkahan dan manfaat bagi beliau dan keluarganya. Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian harus terus dijaga sebagai bagian dari nilai luhur bangsa," pungkas Dahnil.
