Menjelang puncak haji 2026, kesiapan tenda di Arafah sudah mencapai 90 persen. Kesiapan itu juga mencakup layanan transportasi puncak haji.
"Saat ini kesiapan tenda di Arafah sudah mencapai 90 persen termasuk layanan transportasi puncak haji yaitu bus masyair yang juga sudah dilakukan peninjauan guna mengatur pergerakan transportasi," ujar Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaf dalam konferensi pers penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M yang disiarkan di YouTube resmi Kemenhaj RI, Kamis (14/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satuan operasi Armuzna juga telah menyiapkan berbagai skenario sebagai upaya mitigasi potensi terhambatnya pergerakan transportasi akibat kepadatan. Sebagaimana diketahui, ketika puncak haji maka wilayah Armuzna dipadati oleh berbagai jemaah dari banyak negara.
"Terutama dari Arafah ke Muzdalifah maupun juga dari Muzdalifah menuju ke Mina," sambung Maria.
Lebih lanjut Jubir Kemenhaj RI itu mengimbau agar jemaah membiasakan berjalan kaki sesuai dengan kemampuan masing-masing. Hal ini dinilai penting karena saat menjalani rangkaian haji di Armuzna, jemaah berpotensi menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki karena adanya kepadatan atau pengaturan pergerakan jemaah.
Selain itu, jemaah haji RI juga diimbau untuk membatasi aktivitas yang tidak mendesak terutama di siang hari. Hal ini bertujuan menjaga kondisi fisik jemaah untuk tetap prima saat puncak haji di Arafah.
"Kami mengimbau agar jemaah membatasi aktivitas yang tidak mendesak terutama di siang hari saat suhu udara sangat tinggi," ungkap Maria.
Jemaah haji RI diminta mengutamakan ibadah wajib dan memperbanyak istirahat untuk menghemat tenaga. Selain itu konsumsi makanan secara teratur dan tepat waktu.
Untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, jemaah sebaiknya meminum air putih minimal empat teguk setiap 10 menit sekali. Dengan begitu, cairan tubuh tetap terpenuhi.
"Kami juga mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berlebihan termasuk berjalan jauh tanpa kebutuhan mendesak," jelas Jubir Kemenhaj RI itu.
Jemaah sebaiknya memanfaatkan waktu di Tanah Suci secara bijak agar tetap menjaga stamina jelang puncak haji Armuzna. Sebagaimana diketahui, haji tak hanya sekadar ibadah ritual melainkan juga harus dilakukan dengan fisik yang prima dan membutuhkan waktu tempuh berjalan kaki yang tidak sedikit.
Kemudian, Kemenhaj RI juga mengimbau agar jemaah lanjut usia (lansia), disabilitas serta berisiko tinggi (risti) selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan, ketua regu, ketua rombongan serta petugas sektor.
"Jangan menunggu kondisi memburuk apabila mengalami keluhan kesehatan seperti misalnya merasakan lemas, pusing, maupun sesak nafas, demam ataupun dehidrasi langsung komunikasikan hal ini kepada petugas setempat," imbuh Maria.
Terakhir, Kemenhaj RI meningatkan jemaah selalu menggunakan alat pelindung diri sederhana seperti payung, masker jika diperlukan, alas kaki saat beraktivtias di luar hotel untuk mengurangi risiko kelelahan serta gangguan kesehatan akibat cuaca panas di Arab Saudi.

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
MUI Minta Koruptor Dihukum Mati, Jangan Berlindung di Balik HAM