Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengeluarkan imbauan penting bagi jemaah calon haji asal Indonesia yang sudah mulai memadati Tanah Suci. Jemaah diminta untuk proaktif mengendalikan penyakit penyerta (komorbid) dan menjaga fisik agar tidak mengalami kelelahan ekstrem.
Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Edi Supriyatna, menekankan bahwa adaptasi fisik dan pengaturan tenaga adalah kunci utama agar ibadah berjalan optimal. Ia mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri dalam beraktivitas.
"Harapannya kita menyesuaikan dengan situasi di sini. Artinya, jangan memaksa tenaga sampai kita lelah. Karena kalau sudah lelah, akan terjadi gangguan kesehatan yang berakibat tidak bisa melakukan ibadah dengan baik," ujar Edi di Makkah, Minggu (10/5/2026), dikutip Antara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi jemaah gelombang kedua yang tiba di Makkah melalui Jeddah, tim kesehatan fokus memantau kondisi komorbid seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes. Kedisiplinan dalam minum obat dan istirahat sangat diperlukan agar penyakit tersebut tidak kambuh di tengah suhu udara yang menantang.
Sementara itu, bagi jemaah gelombang pertama yang bergeser dari Madinah, tantangan utamanya adalah dehidrasi. Setelah sembilan hari di Madinah, kelelahan fisik mulai terasa dan dipicu oleh cuaca yang berbeda. Edi mengingatkan bahwa cuaca panas dapat memicu kurangnya cairan atau dehidrasi jika tidak diantisipasi dengan baik.
Tahun ini, Indonesia memberangkatkan total 221.000 jemaah haji. Jumlah ini terdiri dari 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Kuota ini merupakan alokasi resmi dari hasil koordinasi Kementerian Agama RI bersama otoritas Arab Saudi untuk musim haji 1447 H/2026 M.
Berdasarkan data sebaran wilayah, terdapat tiga provinsi dengan kuota jemaah terbesar tahun ini:
- Jawa Timur: 42.409 jemaah
- Jawa Tengah: 34.122 jemaah
- Jawa Barat: 29.643 jemaah
Edi kembali berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan waktu istirahat. Disiplin menjaga asupan cairan agar tubuh tetap bugar hingga puncak pelaksanaan ibadah haji nanti.
(hnh/inf)












































Komentar Terbanyak
Mengapa Indonesia Tak Dapat Labbaytum Award, Penyelenggara Haji Terbaik 2026 dari Saudi?
Kenapa Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Diambil Jutaan Jemaah?
Kenapa Laki-laki Disiapkan Bidadari sedangkan Wanita Tak Disiapkan Bidadara?