Dalam Islam, Husnul khatimah berarti akhir yang baik, yaitu meninggal dunia dalam keadaan beriman dan taat kepada Allah SWT.
Sedangkan Su'ul khatimah berarti akhir yang buruk, yaitu meninggal dunia dalam keadaan berpaling dari Allah atau dalam keadaan bermaksiat kepada-Nya.
Husnul Khatimah:
* Makna: Akhir yang baik, meninggal dalam keadaan beriman dan taat kepada Allah.
* Ciri-ciri: Meninggal dalam keadaan mengucapkan kalimat tauhid (syahadat), kening berkeringat, mati syahid, mati dalam keadaan menuntut ilmu, atau mati karena sakit yang diderita.
* Contoh: Seseorang yang meninggal dalam keadaan shalat, berdzikir, atau sedang menuntut ilmu.
* Dalil: Surah Ali-Imran ayat 102 yang mengingatkan umat Islam untuk bertakwa kepada Allah dan tidak mati kecuali dalam keadaan Muslim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
* Su'ul Khatimah:
* Makna: Akhir yang buruk, meninggal dalam keadaan berpaling dari Allah atau dalam keadaan bermaksiat kepada-Nya.
* Ciri-ciri: Meninggal dalam keadaan melakukan dosa besar, kufur, atau dalam keadaan bermaksiat kepada Allah SWT.
* Contoh: Seseorang yang meninggal dalam keadaan mabuk, berjudi, atau melakukan tindak kejahatan.
* Peringatan: bahwa seseorang yang amalan lahir dan batinnya baik, jujur dalam perkataan dan perbuatan, tidak akan mengalami su'ul khatimah.
Diriwayatkan Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. Bersabda,"Sesungguhnya seseorang yang sudah lama mengerjakan amalan-amalan penghuni surga, namun tiba-tiba dia mengakhirinya dengan amalan penghuni neraka. Dan, seseorang yang sudah lama mengerjakan amalan-amalan penghuni neraka, namun tiba-tiba mengakhirinya dengan amalan penghuni surga."
Abu Muhammad Abdul jaq berkata, bagi orang-orang yang istiqamah dan yang berakal bersih, Su'ul Khatimah ( akhir yang jelek ) tidak akan pernah terjadi. Su'ul Khatimah akan terjadi kepada orang-orang yang akalnya rusak dan yang selalu berdosa besar, hingga katian datang kepadanya sebelum sempat bertobat. Pada saat akan meninggal, setan mendatanginya dan merayunya.
Dalam firman-Nya surah ali-Imran ayat 102 yang terjemahannya,"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."
Adapun maknanya adalah: Supaya kamu memperoleh keimanan yang kuat dan tidak goyah ketika terjadi cobaan, maka wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya sesuai kebesaran, keagungan, dan kasih sayang-Nya kepada kamu.
Bukti ketakwaan tersebut adalah menaati Allah SWT. dan tidak sekalipun durhaka, mengingat-Nya dan tidak sesaat pun melupakan-Nya, serta mensyukuri nikmat-Nya tanpa sekalipun dan sekecil apa pun mengingkarinya sampai batas akhir kemampuan kamu, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim, berserah diri kepada Allah dengan tetap memeluk agama yang diridai, yaitu Islam. Karena tidak seorang pun mengetahui kapan datangnya kematian, maka berusahalah sekuat tenaga untuk selalu berada di jalan Allah, karena Allah akan menganugerahi hamba sesuai usaha yang dilakukannya.
Tentang sebaliknya sesuai firman-Nya surah az-Zumar ayat 47 yang terjemahannya,"Sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai segala apa yang ada di bumi dan ditambah lagi sebanyak itu, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari azab yang buruk pada hari Kiamat. Tampak jelaslah bagi mereka (azab) dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan."
Maknanya adalah : Dan andai kata orang-orang musyrik itu mengetahui dan menyadari putusan apa yang akan dijatuhkan Allah terhadap mereka, maka persoalannya akan menjadi lain.
Sebab, sekiranya orang-orang yang zalim, yang menganiaya diri sendiri itu mempunyai segala apa yang ada di bumi berupa kekayaan yang berlimpah, dan ditambah lagi sebanyak itu bersamanya, niscaya mereka pasti akan menebus dirinya dengan itu dari memperoleh azab yang buruk pada hari Kiamat. Dan dengan demikian akan lebih jelaslah bagi mereka bahwa azab dari Allah yang dahulu tidak pernah mereka perkirakan betapa buruk dan pedihnya.
Engkau tinggal pilih apakah mau berakhir dengan baik apa yang buruk?
Ya Allah SWT. yang membolak-balikan hati, berilah ketetapan dalam hatiku untuk selalu taat kepada-Mu
Aunur Rofiq
Penulis adalah Pendiri Himpunan Pengusaha Santri Indonesia
Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih - Redaksi).
