Hari Arafah 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Jadwalnya

Hari Arafah 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Jadwalnya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Sabtu, 09 Mei 2026 08:00 WIB
Umat Islam dari berbagai negara melaksanakan wukuf di Jabal Rahmah, Arafah, Arab Saudi, Selasa (27/6/2023).
Jemaah haji melakukan wukuf di Arafah. Foto: Wahyu Putro A / Antara
Jakarta -

Umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut salah satu hari paling istimewa dalam kalender Islam, yakni hari Arafah. Hari ini tidak hanya menjadi puncak bagi jemaah yang sedang menunaikan ibadah haji, tetapi juga menjadi ladang pahala bagi umat Islam yang tidak berangkat ke Tanah Suci.

Lantas, jatuh pada tanggal berapakah hari Arafah 2026? Simak prediksi tanggal, keutamaan, hingga amalan yang bisa dilakukan di hari mulia tersebut.

Apa Itu Hari Arafah?

Dikutip dari buku 12 Bulan Mulia karya Abdurrahman Ahmad As, hari Arafah terletak pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, tepatnya hari kesembilan. Hari Arafah memiliki keistimewaan tersendiri jika dibandingkan dengan hari-hari lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada hari Arafah, seluruh jemaah haji melakukan wukuf. Pada dasarnya, ibadah haji menjadi sempurna karena adanya hari Arafah dan wukuf di Arafah, karena wukuf merupakan rukun haji yang paling agung. Sebagaimana Rasulullah SAW mengatakan, bahwa haji adalah Arafah.

Hari Arafah adalah hari pembebasan dari neraka, karena itulah Allah SWT membebaskan orang-orang yang wukuf di Arafah dari neraka, demikian juga umat Islam yang tidak sedang melakukan wukuf.

ADVERTISEMENT

Mengenai hal ini, dijelaskan dalam sebuah hadits dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Tiada hari ketika dibebaskannya ahli neraka dengan begitu banyak daripada hari Arafah, karena sesungguhnya Allah menghampiri para malaikat kemudian membangga-banggakan di hadapan mereka dan berfirman: 'Apakah yang dikehendaki mereka itu?" (HR Muslim, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)

Prediksi Hari Arafah 2026

Hari Arafah jatuh pada tanggal 9 Zulhijah atau sehari sebelum pelaksanaan Hari Raya Idul Adha. Jika merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama (Kemenag) RI, hari Arafah diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026.

Pergantian hari dalam kalender Hijriah terjadi saat matahari terbenam, sehingga hari Arafah dimulai sejak Senin, 25 Mei 2026 setelah magrib.

Meski begitu, tanggal tersebut masih bersifat prediksi. Kepastian resmi hari Arafah masih harus menunggu hasil sidang isbat penetapan awal Zulhijah pada akhir Zulkaidah nanti.

Puasa Sunnah pada Hari Arafah

Terdapat satu amalan yang dapat umat Islam lakukan pada hari Arafah, yaitu puasa sunnah Arafah. Dinukil dari buku Fiqih karya Hasbiyallah, puasa Arafah terbilang paling afdhal, karena bertepatan dengan wukuf jemaah haji di padang Arafah.

Hal ini berdasarkan hadits yang diterima oleh Abu Qatadah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

صَوْمُ يَوْمٍ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَا ضِيَةً وَ مُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَا شُوْرَاءَ يُكَفِّرُ سَنَةً مَا ضِيَةٌ

Artinya: "Puasa pada hari Arafah dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, yaitu tahun yang telah lalu dan tahun yang akan datang. Dan puasa hari Asyura menghapuskan dosa tahun yang lalu." (HR Jama'ah kecuali Bukhari dan Tirmidzi)

Dalam Riyadhus Shalihin Imam an-Nawawi, Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Qatadah dengan redaksi berikut:

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَنْ صَوْمٍ يَوْمَ عَرَفَةَ؟ قَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Artinya: "Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, kemudian beliau menjawab, 'Puasa itu dapat melebur dosa setahun yang telah berlalu dan setahun yang akan datang'." (HR Muslim)

Jumhur ulama sepakat puasa Arafah hanya disunnahkan untuk orang-orang yang tidak menunaikan ibadah haji saja. Adapun orang yang menunaikan ibadah haji, maka dimakruhkan karena khawatir dapat mengurangi semangat ibadah jemaah ketika wukuf.

Hal ini bersandar pada sebuah riwayat dari Abu Hurairah RA, "Bahwasanya Rasulullah SAW melarang puasa Arafah bagi orang yang berada di Arafah (sedang wukuf)." (HR Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i, dan Ibnu Majah)

Tata Cara Puasa Arafah

Dinukil dari buku Fiqih Puasa karya Dr. Thoat Stiawan dkk, pelaksanaan puasa Arafah pada dasarnya sama seperti puasa sunnah pada umumnya, yang membedakan hanya niatnya saja. Berikut tata cara puasa Arafah selengkapnya:

  1. Niat
  2. Makan sahur
  3. Menjaga perilaku, perkataan, dan segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa
  4. Berbuka puasa dengan sunnah
  5. Memperbanyak doa dan zikir

Niat Puasa Arafah

Masih merujuk dari sumber sebelumnya, berikut bacaan niat puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma 'arafata sunnatan Lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya berniat puasa Arafah sunnah karena Allah."




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads