Jelang Puncak Haji, Saudi Perluas Area Pendingin di Arafah

Jelang Puncak Haji, Saudi Perluas Area Pendingin di Arafah

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Selasa, 05 Mei 2026 17:45 WIB
Kedatangan Jemaah Haji di Arafah
Jemaah haji di Arafah (Foto: Dok Media Center Haji 2024)
Jakarta -

Menjelang pelaksanaan haji 1447 H/2026 M, Arab Saudi memperluas fasilitas peneduh dan pendingin di kawasan Arafah secara signifikan. Hal ini bertujuan melindungi jutaan jemaah yang datang dari berbagai belahan dunia untuk menunaikan haji.

Dilansir dari Saudi Gazette, pengembangan tersebut dilakukan oleh Kidana Development Company yang jadi bagian dari Royal Comission for Makkah City and Holy Sites. Proyek tersebut berfokus di sekitar Jabal AL-Rahmah atau yang biasa disebut Mount Mercy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada fase kedua, proyek ini menambah 18 kanopi modern yang dilengkapi 36 kipas kabut (misting fan), tujuh unit pendingin udara canggih, serta 107 kolom kipas kabut di sekitar area Arafah. Apabila digabungkan dengan fase pertama yang sudah rampung sejak 2025, total cakupan proyek ini mencapai lebih dari 272.000 meter persegi.

Perluasan itu membuat kapasitas area teduh dan sejuk bagi jemaah meningkat hingga lima kali lipat dibanding musim haji sebelumnya. Fase pertama proyek tersebut menjadi fondasi awal dengan pembangunan tiga kanopi yang dilengkapi enam kipas kabut serta lebih dari 165 kolom kipas kabut di kawasan itu.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, fase kedua berfungsi memperluas jangkauan dan kapasitas layanan sehingga keduanya membentuk satu sistem pendingin terintegrasi di kawasan Arafah. Pengembangan ini dirancang untuk mengurangi dampak suhu panas ekstrem yang kerap terjadi saat wukuf di Arafah atau yang biasa disebut sebagai puncak ibadah haji.

Ketika puncak haji, jutaan jemaah berkumpul dalam satu lokasi dalam waktu yang bersamaan. Dengan penambahan fasilitas peneduh dan pendingin, pemerintah Arab Saudi berharap risiko heat stress atau heat stroke bisa ditekan sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah selama menunaikan ibadah haji.

Beberapa waktu lalu Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Madinah, Enny Nuryanti juga menyatakan heat stroke jadi kondisi darurat yang terjadi akibat paparan panas berlebih.

"Heatstroke ini merupakan suatu kondisi di mana suhu tubuh itu tinggi. Biasanya heatstroke ini disebabkan oleh karena terpapar oleh sinar Matahari atau karena terlalu banyak aktivitas di luar, terlalu lama," katanya di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah, Minggu (3/5/2026).

Umumnya kondisi tersebut ditandai dengan suhu tubuh yang sangat tinggi. Gejala heat stroke tak hanya berupa peningkatan suhu tubuh, melainkan juga disertai tanda lain yang harus diwaspadai.

"Kalau heatstroke ini gejalanya biasanya memang suhu tubuh, pertama suhu tubuh di atas 40 derajat Celsius. Terus yang kedua bisa diikuti dengan pusing, mual muntah, bisa kejang," jelas dr Enny.




(aeb/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads