Jemaah haji Indonesia gelombang pertama sudah tiba di Madinah secara bertahap. Pada hari kedua sejak kloter pertama diberangkatkan dari Tanah Air, hampir 6.000 jemaah telah tiba di Kota Nabi.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Ichsan Marsha mengatakan operasional haji telah memasuki hari ketiga terhitung sejak masuknya jemaah ke asrama haji. Pada hari pertama pemberangkatan, sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) bertolak menuju Madinah.
"Pada hari pertama keberangkatan sebanyak 17 kelompok terbang atau kloter telah diberangkatkan dengan total 6.667 jemaah dan 68 petugas kloter," kata Ichsan dalam konferensi pers di Asrama Haji Pondok Gede yang disiarkan di YouTube Kemenhaj, Kamis (23/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan laporan dari PPIH Arab Saudi hingga 22 April 2026, kata Ichsan, tercatat 12 kloter yang terdiri dari 4.823 jemaah dan 48 petugas telah tiba di Madinah dalam kondisi aman.
Adapun menurut data terbaru per Rabu (22/4/2026) pukul 22.55 waktu Arab Saudi (WAS) sebanyak 5.997 jemaah haji Indonesia tiba secara bertahap di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.
Jemaah Diimbau Menjaga Kesehatan
Dalam fase awal ini, para jemaah diimbau menjaga kondisi fisik dengan membatasi aktivitas yang tidak mendesak selama berada di Tanah Suci.
Imbauan tersebut menjadi penting mengingat sebagian besar jemaah haji Indonesia tahun ini didominasi kelompok lanjut usia (lansia), yang membutuhkan perhatian ekstra terhadap kesehatan.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B. Ambary, mengingatkan jemaah agar bijak dalam mengatur aktivitas ibadah.
"Jemaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang," ujar Yusron, dikutip dari situs Kemenhaj RI, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, menjaga kondisi tubuh tetap prima menjadi kunci agar jemaah mampu mengikuti seluruh rangkaian ibadah, terutama saat puncak haji yang akan berlangsung pada Mei mendatang.
Waspada Cuaca Panas Madinah
Kepala Daerah Kerja Madinah Khalilurrahman turut mengingatkan jemaah untuk mewaspadai kondisi cuaca di Madinah yang cenderung panas dan kering.
"Jemaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman. Selain itu, penting untuk rutin minum air, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20-30 menit," ucapnya.
Ia juga menyarankan penggunaan pelindung tambahan seperti tabir surya (sunscreen) dan pelembap bibir untuk mengurangi dampak paparan panas.
Fasilitas Hotel Dekat Masjid Nabawi
Di tengah perjalanan ibadah, kabar menggembirakan datang bagi sebagian jemaah. Lebih dari 2.500 jemaah dari lima kloter pertama mendapatkan akomodasi hotel yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi.
Jarak penginapan yang hanya sekitar 50 meter dari masjid memberikan kemudahan bagi jemaah, terutama lansia dan penyandang disabilitas, untuk menjalankan ibadah dan ziarah, termasuk ke Raudhah.
Bahkan, hotel tersebut berada di sekitar pintu 330 Masjid Nabawi, yang dikenal sebagai salah satu akses strategis menuju area ibadah.
Pelayanan haji tahun ini juga mengalami sejumlah penyesuaian. Salah satu perubahan penting adalah distribusi kartu Nusuk.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya kartu ini dibagikan setelah jemaah tiba di Arab Saudi, kini kartu Nusuk sudah diberikan sejak di Indonesia. Setibanya di hotel, jemaah hanya mendapatkan sosialisasi mengenai cara penggunaannya dari pihak syarikah.

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam