Kartu Nusuk jadi identitas jemaah haji yang harus selalu dibawa selama ibadah haji di Tanah Suci. Bahkan, Kartu Nusuk jadi dokumen utama yang akan diperiksa otoritas Saudi ketika jemaah melakukan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Oleh karenanya, jemaah diminta menjaga Kartu Nusuk masing-masing agar jangan sampai hilang. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga membagikan panduan bagi jemaah haji yang kehilangan Kartu Nusuk.
Dilansir dari Gulf News, Kartu Nusuk jadi dokumen resmi yang membedakan jemaah haji legal dan ilegal. Sebab, mereka yang tidak memiliki izin resmi tidak akan mendapatkan Kartu Nusuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam Kartu Nusuk termuat informasi seperti penugasan lokasi jemaah di Makkah, Madinah dan tempat-tempat suci lainnya serta detail kontak perusahaan penyedia layanan. Selain bentuk fisik, ada juga versi digital dari Kartu Nusuk yang tersedia di aplikasi.
Langkah-langkah yang Harus Dilakukan Jemaah Haji yang Kehilangan Kartu Nusuk
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melalui akun Facebook resminya membagikan sejumlah langkah yang harus dilakukan jemaah jika kehilangan Kartu Nusuk. Seperti dijelaskan sebelumnya, Kartu Nusuk jadi identitas resmi sekaligus dokumen penting yang harus selalu dibawa.
Berikut langkah-langkah bagi jemaah yang kehilangan Kartu Nusuk,
- Segera lapor ketua rombongan terkait hilangnya Kartu Nusuk
- Gunakan Kartu Nusuk digital sementara waktu untuk akses masuk tempat-tempat suci
- Melaporkan kehilangan Kartu Nusuk ke petugas keamanan terdekat
- Bantuan lebih lanjut juga dapat diakses melalui beberapa saluran. Jemaah bisa menghubungi nomor telepon 1966 atau mengunjungi Pusat Perawatan Tamu Tuhan (Guest Care Center) maupun cabang Pusat Perawatan Nusuk (Nusuk Care Center) yang berlokasi di sekitar Masjidil Haram, Makkah.
Tips agar Kartu Nusuk Tidak Hilang
Ketua PPIH Arab Saudi 2025 Muchlis Hanafi membagikan tips mencegah kehilangan Kartu Nusuk. Menurutnya, jemaah haji bisa mengalungkan Kartu Nusuk kemana pun mereka pergi.
"Nusuk ini seperti nyawa kedua jemaah. Bahkan, dalam konteks operasional ibadah haji, 'lebih penting' daripada paspor," katanya dalam arsip berita detikcom.
Mengalungkan Kartu Nusuk juga membantu mengidentifikasi jemaah jika tersesat dan menyelamatkannya dari potensi penolakan di berbagai titik layanan.
(aeb/lus)












































Komentar Terbanyak
Anggaran Sewa Laptop & Meja Disebut Terlalu Besar, Kemenag: Ini Jauh Lebih Efisien
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Jemaah Haji RI Ditangkap di Madinah Usai Videokan Wanita Tanpa Izin