Menhaj Upayakan Haji Khusus Pakai Direct Flight, Mitigasi Risiko Konflik Timteng

Menhaj Upayakan Haji Khusus Pakai Direct Flight, Mitigasi Risiko Konflik Timteng

Anisa Febriani - detikHikmah
Selasa, 07 Apr 2026 18:36 WIB
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengambil langkah mitigasi terkait penerbangan transit yang digunakan oleh sejumlah jemaah haji khusus.
Menhaj RI Mochamad Irfan Yusuf bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi di Kantor Kemenhaj Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026). Foto: Anisa Rizki/detikHikmah
Jakarta -

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengambil langkah mitigasi terkait penerbangan transit yang digunakan oleh sejumlah jemaah haji khusus. Pihaknya mengupayakan agar jemaah-jemaah tersebut menggunakan direct flight.

"Memang ada beberapa jemaah dari jemaah haji khusus yang sebagian melakukan penerbangan transit. Kami sudah meminta mereka memitigasi kemungkinannya dicarikan penerbangan yang bisa direct ke Saudi," kata Gus Irfan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

"Karena beberapa daerah penerbangan transitnya masih belum memungkinkan," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, sambung Menhaj, jemaah haji reguler seluruhnya menggunakan direct flight. Artinya, mereka tidak harus transit karena penerbangannya langsung ditujukan di Tanah Suci tanpa harus singgah ke negara lain.

Sebagaimana diketahui, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi di Kantor Kemenhaj. Keduanya membahas terkait pelaksanaan haji dan persiapannya di tengah konflik Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

"Kami dari Kementerian Haji berharap bahwa terkait dengan persiapan dan masuknya kita ke musim haji semua pihak yang bertikai di sana bisa mengurangi tensi ketegangannya sehingga memberi kesempatan kepada para jemaah haji seluruh dunia bisa menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya," ujar Menhaj Irfan.

Ia berharap situasi di Timur Tengah segera mereda sehingga ibadah haji 2026 bisa berjalan dengan khidmat.

"Kami berharap bahwa pertempuran yang sudah dan sedang terjadi ini bisa segera meredah dan terutama dalam rangka menghormati persiapan keberangkatan jemaah haji, kami berharap kedua belah pihak bisa mengurangi tensi sehingga proses ritual haji dari seluruh dunia bisa berjalan dengan khidmat, sesuai harapan kita semuanya," pungkas Menhaj.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads