Kritik Kinerja BPKH, Dahnil Ingatkan Jangan Jadi Calo Ekonomi Haji

Kritik Kinerja BPKH, Dahnil Ingatkan Jangan Jadi Calo Ekonomi Haji

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Kamis, 12 Feb 2026 20:45 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak (Anggi M/detikcom)
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak (Anggi M/detikcom)
Jakarta -

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak melontarkan kritik pada kinerja Badan Pengelola Keuangan Haji dan Umrah. Dia menilai peran BPKH selama ini cenderung tak memberikan nilai tambah bagi ekosistem haji.

Menurut penuturan Wamenhaj tersebut, berdasarkan pengamatan publik BPKH atau yang berada di bawahnya terjebak dalam praktik yang tidak produktif bagi industri.

"Selama ini yang diamati oleh publik BPKH atau di bawah BPKH itu berubah menjadi calo-calo ekonomi haji. Enggak ada added value-nya," ujar Dahnil dalam rapat kerja dengan Badan Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Baleg DPR RI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026) yang juga disiarkan secara daring lewat YouTube TVR Parlemen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Wamenhaj menjelaskan, BPKH sebagai manajer investasi (fund manager) harusnya mendorong sektor swasta mengembangkan ekosistem ekonomi haji. Bukan sebaliknya yaitu ikut bersaing di dalamnya.

ADVERTISEMENT

Dahnil juga mengingatkan risiko crowding out yaitu sektor publik atau badan milik pemerintah mendominasi pasar sehingga mematikan peran swasta. Dia mencontohkan keterlibatan BPKH dalam sektor-sektor teknis yang seharusnya bisa dilakukan pelaku usaha lain atau swasta secara lebih efisien.

"Jangan sampai misalnya masuk di sektor penyediaan bis haji, penyediaan catering haji hanya berhenti hal-hal yang seperti itu saja yang sebenarnya itu bisa dikerjakan oleh sektor-sektor lainnya," kata Dahnil menguraikan.

Wamenhaj menuturkan agar ke depannya BPKH memiliki keleluasaan investasi yang lebih longgar namun tetap fokus pada sektor usaha yang lebbih memiliki kebaruan. Menurutnya, investasi BPKH harus dipastikan memberi nilai tambah bagi ekosistem secara keseluruhan.

"BPKH harus keluar dari sektor-sektor yang punya added value lebih atau misalnya di sektor haji tapi dia punya added value yang lebih yang menambah pelebaran atau perluasan sektor ekosistem ekonomi haji itu tadi," papar Dahnil.

Wamenhaj menegaskan tantangan utama BPKH kini adalah memperbesar dana kelolaan jemaha haji dengan strategi investasi yang tepat.

"Fungsinya fokus aja, ingin memperbesar dana kelola jemaah haji itu PR dan menjaga tata kelola keuangan haji supaya transparan dan akuntabel," tandasnya.




(aeb/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads