Kemunculan Dajjal merupakan salah satu tanda besar datangnya hari kiamat yang membawa fitnah serta ujian keimanan bagi umat manusia. Di tengah ancaman dan kekacauan yang dibawa Dajjal di berbagai belahan bumi, terdapat dua kota suci yang mendapat jaminan perlindungan khusus dari Allah SWT.
Kota Makkah dan Madinah merupakan dua tempat yang tidak dapat dimasuki oleh Dajjal. Kepastian mengenai perlindungan dua kota suci ini telah dijelaskan secara tegas dalam berbagai hadits shahih Rasulullah SAW, berikut uraiannya.
Jaminan Perlindungan Kota Makkah dan Madinah dari Fitnah Dajjal
Kota Makkah dan Madinah memiliki kedudukan istimewa sebagai Tanah Haram yang disucikan dan dijamin keamanannya oleh Allah SWT dari ancaman Dajjal. Mengutip buku Huru-Hara Hari Kiamat karya Ibnu Katsir, umat Islam yang berada di kedua kota ini akan terhindar dari fitnah serta pengaruh buruk Dajjal menjelang akhir zaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda
يَأْتِي الدَّجَالُ الْمَدِينَةَ فَيَجِدُ الْمَلَائِكَةُ يَحْرُسُوْنَهَا فَلَا يَدْخُلُهَا الطَّاعُوْنَ وَلَا الدَّجَالَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ.
Artinya: "Dajjal akan datang ke Madinah ini, tetapi dia dapati kota ini dijaga para malaikat. Oleh karena itu, Insya Allah, kota ini takkan dimasuki wabah penyakit maupun Dajjal." (HR. Tirmidzi)
Adapun hadits lain yang juga menjelaskan mengenai penjagaan Kota Makkah dan Madinah dari Dajjal.
Seorang perawi diceritakan oleh Abu Bakar RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda,
لَا يَدْخُلُ الْمَدِينَةَ رُعْبُ الْمَسِيحِ الدَّجَالِ لَهَا يَوْمَئِذٍ سَبْعَةُ أَبْوَابٍ عَلَى كُلِّ بَابٍ مَلَكَان.
Artinya: "Madinah takkan dimasuki rasa takut terhadap si Picak Dajjal. (Karena) pada waktu itu kota ini memiliki tujuh pintu, masing-masing dijaga dua orang malaikat." (HR. Bukhari)
Para Malaikat Menghalangi Dajjal Masuk ke Kota Makkah dan Madinah
Keberadaan malaikat yang berjaga di setiap jalan dan pintu masuk menjadi penghalang utama Dajjal untuk melangkahkan kaki ke dalam dua kota tersebut.
Rasulullah SAW menegaskan jaminan perlindungan ini melalui hadits dari Abu Hurairah RA:
عَلَى أَنْقَابِ الْمَدِينَةِ مَلَائِكَةٌ لَا يَدْخُلُهَا الطَّاعُونُ وَلَا الدَّجَّالُ.
Artinya: "Di mulut-mulut jalan kota Madinah ada malaikat-malaikat, (sehingga) kota ini takkan dimasuki wabah penyakit maupun Dajjal." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pernyataan senada juga ditegaskan dalam hadits shahih lainnya:
أَنَّهُ لَا يَدْخُلُ مَكَّةَ وَلَا الْمَدِينَةَ تَمْنَعُهُ الْمَلَائِكَةُ.
Artinya: "Bahwa Dajjal itu tidak dapat memasuki Makkah dan Madinah, karena dihalangi para malaikat."
Dajjal Hanya Mampu Berada di Dekat Kota Madinah
Karena Dajjal tidak dapat memasuki wilayah Kota Makkah dan Madinah, kedatangannya hanya mampu sampai di wilayah yang tidak subur sekitar Kota Madinah.
Saat Dajjal berada di area luar Kota Madinah, akan terjadi guncangan sebanyak tiga kali di Kota Madinah. Guncangan dalam hal ini ditafsirkan dalam dua pendapat, yakni berupa gempa bumi secara fisik atau kegemparan di tengah masyarakat.
Guncangan tersebut menjadi penyaring bagi penduduk Kota Madinah. Orang-orang yang memiliki sifat munafik, baik laki-laki maupun perempuan, akan keluar dari Kota Madinah.
Dengan menghilangnya orang-orang munafik, Kota Madinah menjadi bersih dari segala bentuk kotoran dan berubah menjadi kota yang harum semerbak serta penuh kemuliaan.
Wallahu a'lam.
