Doa untuk Kedua Orang Tua yang Masih Hidup

Doa untuk Kedua Orang Tua yang Masih Hidup

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Rabu, 30 Sep 2026 05:45 WIB
ilustrasi doa setelah sholat dhuha yang bisa diajarkan pada anak
Ilustrasi memanjatkan doa untuk orang tua. Foto: Getty Images/iStockphoto/PrathanChorruangsak
Jakarta -

Keberadaan kedua orang tua yang masih mendampingi hidup di dunia merupakan anugerah terindah sekaligus ladang pahala terbesar bagi seorang anak. Kasih sayang, cucuran keringat, serta ketulusan ayah dan ibu dalam merawat sejak dalam buaian tidak akan pernah sanggup terbalaskan oleh materi apa pun.

Dalam Islam, berbakti kepada orang tua (birrul walidain) menempati kedudukan yang sangat mulia setelah kewajiban beribadah kepada Allah SWT. Salah satu wujud nyata dari bakti tersebut adalah senantiasa melangitkan doa kebaikan, kesehatan, ampunan, serta keberkahan bagi keduanya di setiap waktu.

Doa untuk Kedua Orang Tua yang Masih Hidup

Merujuk buku Proyek Kehidupan Sesuai Ketentuan Al-Qur'an karya Aziz Amnan, buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku karya Masriyah Amva, dan doa-doa yang terdapat dalam Al-Qur'an, berikut bacaan doa untuk kedua orang tua yang bisa diamalkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Doa Memohon Ampunan dan Kasih Sayang

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Allāhummaghfirlī wa liwālidayya warhamhumā kamā rabbayānī shaghīrā.

ADVERTISEMENT

Artinya: "Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (ibu dan bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil."

Doa ini merupakan versi pendek dari doa sebelumnya yang tercantum dalam Al-Qur'an surah Al-Isra' ayat 24:

رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًا

Rabbirhamhumā kamā rabbayānī shaghīrā.

Artinya: "Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua mendidik aku pada waktu kecil."

2. Doa Memohon Ampun untuk Diri Sendiri, Orang Tua, dan Keluarga

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ ۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَارًاࣖ

Rabbighfir lî wa liwâlidayya wa liman dakhala baitiya mu'minaw wa lil-mu'minîna wal-mu'minât, wa lâ tazididh-dhâlimîna illâ tabârâ

Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kehancuran." (QS Nuh: 28)

3. Doa Mensyukuri Nikmat dan Kebaikan Orang Tua

رَبِّ أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْ أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Rabbi auzi'nī an asykura ni'matakallatī an'amta 'alayya wa 'alā wālidayya wa an a'mala shāliḥan tardhāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī 'ibādikash shāliḥīn.

Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." (QS An-Naml: 19)

4. Doa Kebaikan Diri, Keturunan, dan Orang Tua

رَبِّ أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْ أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْ ۖ إِنِّيْ تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Rabbi auzi'nī an asykura ni'matakallatī an'amta 'alayya wa 'alā wālidayya wa an a'mala shāliḥan tardhāhu wa ashliḥ lī fī dzurriyyatī, innī tubtu ilaika wa innī minal muslimīn.

Artinya: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (QS Al-Ahqaf: 15)

5. Doa Memohon Kesembuhan Saat Orang Tua Sakit

اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ، اِشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Allāhumma rabbannāsi adzhibil ba'sa, isyfi antasy syāfī, lā syifā'a illā syifā'uka syifā'an lā yughādiru saqamā.

Artinya: "Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, hanya Engkaulah yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu dengan kesembuhan yang tidak menimbulkan rasa sakit."

Cara Berbakti kepada Orang Tua

Ada banyak cara berbakti kepada orang tua. Merujuk buku Maafkan Durhaka Kami Ayah Bunda: Pahala Bakti dan Siksa Durhaka pada Orang Tua yang Tak Terkirakan karya Husein Zakaria Filail, berbakti kepada orang tua bisa dilakukan sebagaimana pesan dari surah Al-Isra' ayat 23-24:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا ۞ وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

Artinya: "Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil."

1. Berlaku Ihsan

Allah SWT menegaskan pentingnya kewajiban berbuat baik (ihsan) kepada orang tua.

2. Menjaga Tutur Kata

Dilarang keras bersikap dan berkata kasar kepada kedua orang tua dengan alasan apa pun.

3. Tidak Membentak

Haram membentak orang tua dalam situasi dan kondisi apa pun.

4. Bersikap Lembut dan Santun

Senantiasa berbicara dengan tutur kata yang mulia (qaulan karīmā), penuh kelembutan, dan sopan santun.

5. Bersikap Rendah Hati

Selain menjaga kesantunan, hendaklah seorang anak memberikan rasa penuh kasih sayang dan senantiasa mendoakan kedua orang tuanya.



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads