- Doa untuk Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal 1. Doa Singkat Memohon Ampunan dan Kasih Sayang 2. Doa untuk Kedua Orang Tua Versi Panjang 3. Doa Khusus untuk Ibu 4. Doa Khusus untuk Ayah 5. Doa Keselamatan Orang Tua
- Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal Mendoakan Kedua Orang Tua Banyak Memohon Ampunan Memenuhi Janji dan Wasiat Menjalin Silaturahmi dengan Keluarga Memuliakan Teman Dekat Orang Tua Bersedekah Atas Nama Orang Tua
Kehilangan orang tua merupakan salah satu ujian terberat dalam kehidupan seorang anak. Saat raga kedua orang tua telah berpulang kembali kepada Sang Pencipta, segala pintu kebersamaan di dunia telah tertutup rapat. Namun, ikatan bakti seorang anak kepada orang tua masih tetap bisa dilakukan tanpa terhalang kematian.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa salah satu bentuk ikatan bakti seorang anak dapat menjadi amal jariyah yang tidak akan pernah terputus pahalanya. Sebagaimana sabda beliau,
"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang saleh." (HR Muslim)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doa untuk Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal
Berikut beberapa bacaan doa yang dapat diamalkan seorang anak setiap selesai salat fardhu maupun pada waktu-waktu mustajab:
1. Doa Singkat Memohon Ampunan dan Kasih Sayang
Merujuk buku Ayah Ibu Kubangunkan Surga Untukmu: Amalan-amalan Dahsyat untuk Orangtua yang Sudah Meninggal karya Muhammad Abdul Hadi, doa ini merupakan permohonan kasih sayang yang sangat populer:
رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً
Rabbighfirlī wa liwālidayya warhamhumā kamā rabbayānī shaghīrā.
Artinya: "Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil."
2. Doa untuk Kedua Orang Tua Versi Panjang
Masih dari sumber yang sama, untaian doa berikut mencakup permohonan ampunan yang luas bagi orang tua, leluhur, para guru, dan seluruh kaum mukminin:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا
Allāhummaghfir lilmuslimīna wal muslimāt, wal mu'minīna wal mu'mināt, al ahyā'i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā'inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddātinā, wa asātidzatinā, wa mu'allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashḥābil ḥuqūqi 'alaynā.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami."
Setelahnya, lanjutkan dengan membaca permohonan rahmat kubur:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ
Allāhummaghfirlahum, warhamhum, wa 'āfihim, wa'fu 'anhum. Allāhumma anzilirrahmah, walmaghfirah, wasysyafā'ah 'alā ahlil qubūr min ahli lā ilāha illallāhu Muḥammadurrasūlullāh.
Artinya: "Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa'at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat."
3. Doa Khusus untuk Ibu
Mengutip buku Sayangi Ibumu karya Ahfa Waid, berikut lafal doa permohonan ampunan, kelapangan alam kubur, dan keselamatan akhirat untuk ibu:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
Latin: Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa'aafihaa wa'fu 'anhaa wa akrim nuzulahaa, wawassi' mudkhalahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barad, wa naqqihaa minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadha minad danas, wa abdilhaa daaran khairan min daarihaa wa ahlan khairan min ahlihaa, wa zaujan khairan min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a'idzhaa min 'adzaabin qabri au min 'adzaabin naar.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah kesalahannya. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari segala dosa sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya dahulu, keluarga yang lebih baik dari keluarganya dahulu, serta pasangan yang lebih baik dari pasangannya dahulu. Masukkanlah dia ke dalam surga dan lindungilah dia dari azab kubur serta azab neraka."
4. Doa Khusus untuk Ayah
Masih dalam sumber buku yang sama, berikut lafal doa permohonan ampunan, kelapangan alam kubur, dan keselamatan akhirat untuk ayah:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Latin: Allahumma-ghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bil-ma'i wats-tsalji wal-baradi, wa naqqihi min al-khathaya kama naqqaitats-tsawbal-abyadha minad-danas, wa abdilhu daran khayran min darihi, wa ahlan khayran min ahlihi, wa zawjan khayran min zawjihi, wa adkhilhul-jannata, wa a'id-hu min 'adzabil-qabri wa 'adzabin-nar.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun. Sucikanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangannya dengan pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka."
5. Doa Keselamatan Orang Tua
Doa yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim AS ini diabadikan dalam surah Ibrahim ayat 41 agar bisa diamalkan untuk memohon keselamatan orang tua di yaumul hisab:
رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ
Rabbanaghfirlī wa liwālidayya wa lilmu'minīna yauma yaqūmul ḥisāb.
Artinya: "Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)."
Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal
Mengutip buku Pendidikan Adab dan Karakter Menurut Hadits Nabi Muhammad SAW karya Alfen Khairi, terdapat enam cara berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal:
Mendoakan Kedua Orang Tua
Salah satu bentuk ibadah berkelanjutan yang pahalanya tidak akan terputus untuk orang tua. Doa ini menjadi bentuk untaian cinta yang paling ditunggu oleh orang tua.
Banyak Memohon Ampunan
Sebagai anak yang berbakti sejak orang tua masih hidup, hendaklah memohonkan ampun ini tidak pernah terputus. Sebab doa ini dapat membantu orang tua agar diampuni dosanya semasa hidup, diberikan kelapangan kubur, dan keringanan azab.
Memenuhi Janji dan Wasiat
Hendaklah sebagai seorang anak yang berbakti untuk membantu melunasi segala perkataan janji dan juga wasiat yang belum sempat orang tua laksanakan sampai ajal menjemputnya.
Menjalin Silaturahmi dengan Keluarga
Kematian orang tua bukanlah menjadi alasan terputusnya tali kekerabatan. Justru dengan menjaga tali silaturahmi dengan keluarga dapat menjadi pahala yang bisa diberikan kepada orang tua yang sudah meninggal.
Memuliakan Teman Dekat Orang Tua
Tidak hanya kepada keluarga, seorang anak yang telah ditinggal wafat orang tuanya juga sebaiknya menjaga hubungan dengan sahabat dan teman dekat orang tua.
Bersedekah Atas Nama Orang Tua
Menginfakkan sebagian harta bisa dengan tujuan pahalanya teruntuk orang tua. Niatkan dalam hati bahwa sedekah yang diberi ini pahalanya diberikan kepada orang tua.
(inf/inf)
