Aqiqah merupakan salah satu bentuk ibadah yang dilakukan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Dasar pelaksanaan aqiqah dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW.
Dalam al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab karya Imam Nawawi, aqiqah dijelaskan sebagai sunnah muakkad yang dilakukan pada hari ketujuh kelahiran anak, dengan menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuan dari aqiqah adalah sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak, sekaligus sebagai bentuk perlindungan spiritual bagi anak.
Dalil yang melandasi aqiqah berasal dari Rasulullah SAW, beliau bersabda:
"Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan kambing untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama." (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Dalam hadits lain disebutkan, "Barang siapa yang dikaruniai seorang anak, lalu ia ingin dan suka untuk bernusuk (melakukan ibadah) kepada Allah (dengan menyembelih kambing) untuk anaknya itu, maka lakukanlah." (HR Malik)
Bacaan Niat Aqiqah
Rasulullah SAW pernah berdoa ketika menyembelih hewan aqiqah untuk cucunya. Niat atau doa tersebut adalah:
.... بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [ اللهم مِنْكَ وَلَكَ ] هَذِهِ عَقِيْقَةُ
Arab latin: Bismillâhi wallâhu akbar allahumma minka wa laka hadzihi 'aqiqatu (sebutkan nama bayi yang hendak dilakukan aqiqah)
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, milikmulah hewan aqiqah ini. Inilah aqiqahnya (sebutkan nama bayi yang hendak dilakukan aqiqah)."
Doa Setelah Menyembelih Hewan Aqiqah
Setelah penyembelihan hewan, disunahkan untuk memanjatkan doa agar anak mendapatkan perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT. Berikut bacaan doanya:
اللَّهُمَّ احْفَظْهُ مِنْ شَرِّ الْحِنِّ وَالْإِنْسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُودَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ النَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِهَا عَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتِنَا مِنْ حُقُوقِ رُبُوْبِيَتِكَ الْكَرِيمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ وَلَا تَجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَ الظُّلْمِ وَالطَّغْيَانِ
Arab latin: Allaahummahfadzhu min syarril jinni wal insi wa ummish shibyaani wa min jamii'is sayyiaati wal 'ishyaani wahrishu bihadhaanatika wa kafaalatika al-mahmuudati wa bidawaami 'inaayatika wa ri'aayatika an-nafiidzati nuqaddimu bihaa 'alal qiyaami bimaa kalaftanaa min huquuqi rububiyyaatika al-kariimati nadabtanaa ilaihi fiimaa bainanaa wa baina khalqika min makaarimil akhlaaqi wa athyabu maa fadhdhaltanaa minal arzaaqi. Allaahummaj'alnaa wa iyyaahum min ahlil 'ilmi wa ahlil khairi wa ahlil qur'aani wa laa taj'alnaa wa iyyaahum min ahlisy syarri wadh dhairi wadz dzalami wath thughyaani.
Artinya: "Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindungan-Mu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada di antara kami makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur'an. Jangan Kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela."
Jenis dan Jumlah Hewan Aqiqah
Dikutip dari buku Perbandingan Mazhab Fiqh: Penyesuaian Pendapat di Kalangan Imam Mazhab karya H. Syaikhu, dijelaskan bahwa aqiqah dikhususkan dengan kambing atau domba, tidak dengan hewan lain.
Terdapat dua hadits yang menerangkan tentang jumlah binatang aqiqah yang disembelih untuk seorang anak.
Dalam hadits pertama disebutkan Rasulullah SAW mengaqiqahkan cucu laki-laki beliau, masing-masing dengan seekor kambing. "Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah SAW mengaqiqahkan cucu laki-laki beliau, masing-masing dengan seekor kambing." (HR Abu Daud dengan riwayat sahih)
Sedangkan dalam hadits kedua dijelaskan bahwa seorang anak laki-laki diaqiqahkan dengan dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan diaqiqahkan dengan satu ekor kambing. "Telah berkata Rasulullah SAW; 'Barang siapa di antara kamu ingin beribadah tentang anaknya hendaklah dilakukannya, untuk anak laki-laki dua ekor kambig yang sama umurnya dan untuk anak perempua seekor kambing'." (HR Ahmad, Abu Daud, dan Nasa'i)
