Kapan Waktu Terbaik Membaca Ayat 1000 Dinar? Ini Penjelasannya

Kapan Waktu Terbaik Membaca Ayat 1000 Dinar? Ini Penjelasannya

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Jumat, 25 Sep 2026 12:04 WIB
Ilustrasi mengaji ayat Alquran. Al-quran.
Ilustrasi Membaca Ayat 1000 Dinar. Foto: Freepik
Jakarta -

Ayat 1000 dinar merupakan salah satu bacaan doa yang diyakini sebagai amalan untuk mendatangkan rezeki dan jalan keluar dari berbagai kesulitan. Bacaan ini berasal dari potongan ayat-ayat Al-Qur'an yang apabila diamalkan secara khusus dalam waktu tertentu, niscaya akan mendatangkan banyak keberkahan.

Oleh karenanya, ayat 1000 dinar perlu diamalkan dalam waktu-waktu terbaik agar dapat merasakan betapa dahsyat keutamaannya.

Kapan waktu terbaik membaca ayat 1000 dinar? Berikut penjelasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Ayat 1000 Dinar Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Ayat 1000 dinar merupakan potongan dari Al-Qur'an surah At-Talaq ayat 2-3, berikut bacaannya lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahan bahasa Indonesia.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا .

ADVERTISEMENT

Arab-latin: Wa may yattaqillaha yaj al-lahu makhraja. Wa yarzuq-hu min aisu la yahtasib, wa may yatawakkal alallahi fa huwa hasbuh, innallaha baligu amrih, qad ja alallahu likulli syai in qadra.

Artinya: "Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. At-Talaq: 2-3)

Waktu Terbaik Membaca Ayat 1000 Dinar

Pada dasarnya, berdoa bisa kapan saja karena sesungguhnya Allah SWT Maha Mendengar. Namun, terdapat waktu-waktu terbaik yang disebut sebagai waktu paling mustajab untuk memanjatkan doa agar segera dikabulkan oleh Allah SWT.

Merangkum buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan karya Deni Lesmana, berikut adalah waktu terbaik untuk mengamalkan ayat 1000 dinar.

1. Sepertiga Malam Terakhir

Sepertiga malam terakhir merupakan waktu malam hari mendekati waktu Subuh atau sahur.

Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya pada malam hari itu ada suatu waktu yang jika kebetulan seorang muslim berdoa meminta kebaikan dunia dan akhirat ketika itu, maka Allah akan mengabulkan doanya. Dan waktu yang mustajab itu ada terus setiap malam." (HR. Ahmad dan Muslim)

2. Setelah Salat Malam

Ketika seseorang bangun di tengah malam untuk melakukan salat sunah dan dilanjutkan berdoa memohon kepada Allah SWT, niscaya akan dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seseorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat, melainkan Allah akan mengabulkannya." (HR. Ibnu Majah)

3. Setelah Salat Fardu

Waktu setelah melaksanakan salat fardu merupakan kondisi seorang hamba dekat dengan Tuhan-Nya. Allah SWT berfirman, ""Apabila kalian telah selesai mengerjakan salat, berdzikirlah kepada Allah dalam keadaan berdiri, duduk, ataupun berbaring, di atas lambung-lambung kalian." (QS. An-Nisa: 103)

Adapun hadits riwayat yang menyatakan hal serupa, Rasulullah SAW pernah ditanya, "Wahai rasulullah, kapankah doa paling didengar Allah?" Rasulullah SAW menjawab, "Doa di tengah malam dan doa setelah salat fardu." (HR. Tirmidzi)

4. Waktu antara Azan dan Ikamah

Meski tergolong cukup singkat, waktu antara azan dan ikamah merupakan waktu mustajab sebab dibukanya pintu-pintu langit. Rasulullah SAW bersabda, "Jika azan untuk salat telah dikumandangkan, maka dibukalah pintu-pintu langit, dan doa pun dikabulkan." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

5. Pada Hari Jumat

Hari Jumat memiliki banyak keistimewaan, salah satunya adalah waktu mustajab untuk memanjatkan doa. Rasulullah SAW bersabda, " Pada hari Jumat itu ada saat yang apabila kebetulan seorang muslim salat sambil meminta sesuatu kepada Allah SWT, maka Allah akan memberi apapun yang ia minta." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dua waktu yang dimaksud adalah ketika imam telah duduk di mimbar untuk melakukan khotbah Jumat hingga selesainya salat dan waktu setelah Asar hingga matahari terbenam.

Cara Mengamalkan Ayat 1000 Dinar

Selain waktu-waktu terbaik yang disebutkan sebelumnya, ayat 1000 dinar dapat diamalkan secara khusus pada waktu tertentu. Sebagaimana disebutkan dalam buku Shalat Dhuha untuk Wanita karya Zakiyah Ahmad, amalan khusus ini diawali dengan membaca surah Al-Fatihah pada malam pertama di setiap bulan kalender Hijriah sebanyak 1000 kali.

Kemudian dilanjutkan dengan bacaan ayat berikut ini:

قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا انْزِلُ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِّنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَأَخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ .

Arab-latin: Qala 'Isabnu maryamal-lahumma rabbana anzil 'alayna ma'idatam minas-sama'i takunu lana 'idal li-awwalina wa akhirina wa ayatam minka warzuqna wa anta khayrur-raziqin.

Artinya: "Isa putera Maryam berdoa, "Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah rezeki kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama." (QS. Al-Maidah 114)

Baru kemudian membaca ayat 1000 dinar sebanyak 21 kali.

Dilanjutkan dengan bacaan asma Allah SWT berikut ini sebanyak 10 kali:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِسْمِكَ يَا فَتَّاحُ يَا رَزَّاقُ يَا كَرِيمُ يَا غَنِي يَا كَافِي يَا بَسِيطُ .

Arab-latin: Allaahumma inni as'aluka bi-smika yaa Fattaahu yaa Razzaaqu yaa Kareemu, yaa Ghaniyyu yaa Kaafiyu yaa Basiitu.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Mu dengan nama-Mu, wahai Yang memberi rezeki, wahai Yang membuka, wahai yang memberi karunia, wahai Yang Maha Kaya, wahai Yang mencukupi, wahai Yang membentangkan".

Setelah itu, dapat memanjatkan doa kepada Allah SWT sesuai hajat masing-masing.



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads