- Perintah dan Keutamaan Berdzikir Setelah Sholat
- Urutan dan Bacaan Dzikir Setelah Sholat Wajib Sesuai Sunnah 1. Membaca Istighfar (3 Kali) dan Doa Keselamatan 2. Membaca Kalimat Tahlil 3. Membaca Kalimat Tauhid 4. Membaca Doa 5. Membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir (33 Kali) 6. Membaca Ayat Kursi (Surah Al-Baqarah Ayat 255) 7. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Membaca dzikir seusai melaksanakan sholat wajib lima waktu merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah). Selain menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, merutinkan dzikir setelah sholat fardhu memiliki keutamaan besar sebagai pelebur dosa serta pemicu datangnya ketenangan jiwa.
Rasulullah SAW memberikan teladan langsung mengenai urutan dzikir yang dibaca setelah salam. Bagaimanakah bacaan dan urutan dzikir setelah sholat wajib 5 waktu sesuai sunnah?
Perintah dan Keutamaan Berdzikir Setelah Sholat
Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa mengingat-Nya, terutama setelah selesai mendirikan sholat. Hal ini diabadikan dalam Surah An-Nisa ayat 103:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ
Artinya: "Apabila kamu telah menyelesaikan sholat, berdzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring...."
Mengutip kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, dalam riwayat Imam Muslim melalui sahabat Ibnu Abbas RA, disebutkan
"Bahwa mengangkat suara dengan mengucapkan dzikir ketika orang-orang selesai dari sholat fardu merupakan kebiasaan di zaman Rasulullah SAW."
Urutan dan Bacaan Dzikir Setelah Sholat Wajib Sesuai Sunnah
Mengutip buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW karya Ustadz Arif Rahman, buku Doa dan Wirid karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas, serta kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, berikut urutan dzikir harian sesudah sholat fardhu:
1. Membaca Istighfar (3 Kali) dan Doa Keselamatan
Setelah mengucapkan salam, disunnahkan membaca istighfar 3 kali dilanjutkan dengan doa keselamatan:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ (3x) اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Astaghfirullah (3x). Allahumma antas-salamu wa minkas-salamu tabarakta ya dzal-jalali wal-ikram.
Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah (3 kali). Ya Allah, Engkau adalah Maha Sejahtera dan dari-Mu kesejahteraan, Maha Suci Engkau wahai Rabb Pemilik Keagungan dan Kemuliaan."
2. Membaca Kalimat Tahlil
Membaca kalimat tahlil beserta doa pengakuan atas kekuasaan Allah SWT:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
La ilaha illallahu wahdahu la syarika lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir. Allahumma la mani'a lima a'thaita, wa la mu'thiya lima mana'ta, wa la yanfa'u dzal-jaddi minkal-jaddu.
Artinya: "Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau halangi, serta tidak bermanfaat kekayaan orang yang kaya dari ancaman azab-Mu."
3. Membaca Kalimat Tauhid
Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dari Sahabat Sa'ad bin Abi Waqqash RA:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَه،ُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ لَا إِلَهَ إِلا الله،ُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضَلُ وَلَهُ النَّنَاءُ الْحَسَنُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الذِينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodiir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na'budu illa iyyaah. Lahun ni'mah wa lahul fadhlu wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.
Artinya: Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir sama benci.
4. Membaca Doa
اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatika
Artinya: Ya Allah, tolonglah aku agar bisa berdzikir kepada-Mu, dan bersyukur kepada-Mu, serta beribadah kepada-Mu dengan baik.
5. Membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir (33 Kali)
Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa yang mengucapkan "Subhaanallah" setiap selesai shalat 33 kali, "Alhamdulillah" 33 kali, dan "Allahu Akbar" 33 kali; yang demikian berjumlah 99 dan menggenapkannya menjadi seratus dengan "La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadir", akan diampuni kesalahannya, sekalipun seperti buih lautan." (HR. Muslim):
Tasbih (33x): سُبْحَانَ اللَّهِ (Subhanallah) - "Maha Suci Allah."
Tahmid (33x): الْحَمْدُ لِلَّهِ (Alhamdulillah) - "Segala puji bagi Allah."
Takbir (33x): اللَّهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar) - "Allah Maha Besar."
Penutup Kalimat Ke-100:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
La ilaha illallahu wahdahu la syarika lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir.
Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
6. Membaca Ayat Kursi (Surah Al-Baqarah Ayat 255)
Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai sholat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga melainkan kematian." (HR. An-Nasa'i)
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Latin: Allahula ilaha illa huwal-hayyul-qayyum, la ta'khudzuhu sinatuw-wa la naum, lahu ma fis-samawati wa ma fil-ardh, man dzal-ladzi yasyfa'u 'indahu illa bi-idznih, ya'lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuhithuna bisyai'im min 'ilmihi illa bima sya', wasi'a kursiyyuhus-samawati wal-ardh, wa la ya'uduhu hifzhuhuma wa huwal-'aliyyul-'azhim.
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."
7. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir, ia berkata
"Rasulullah SAW menyuruhku membaca Al Mu'awwidzatain (Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas) setiap selesai sholat." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
(inf/inf)
