Bacaan Doa dan Zikir Al Jabbar: Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya

Bacaan Doa dan Zikir Al Jabbar: Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya

Hanif Hawari - detikHikmah
Rabu, 12 Agu 2026 06:30 WIB
Ilustrasi pria salat
Foto: Getty Images/iStockphoto/agrobacter
Jakarta -

Bagi umat Islam, mengamalkan Asmaul Husna atau nama-nama indah Allah SWT merupakan salah satu bentuk ibadah yang penuh keberkahan. Salah satu Asmaul Husna yang sangat dianjurkan untuk diresapi maknanya sekaligus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari adalah Al Jabbar.

Lantas, apa makna di balik nama Al Jabbar, bagaimana bacaan doa dan zikirnya, serta apa saja keutamaan yang bisa didapatkan oleh seorang muslim yang rutin mengamalkannya?

Makna Al Jabbar

Secara bahasa, Al Jabbar memiliki arti Yang Maha Perkasa atau Yang Maha Kuasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam buku Kumpulan Khotbah Jumat Terlengkap karya Ustaz Arifin Idham, dijelaskan bahwa Al Jabbar mengandung makna mendalam bahwa segala sesuatu di alam semesta ini hanya terjadi atas izin dan kehendak mutlak Allah SWT. Apabila Allah SWT telah berkehendak atas sesuatu, maka tak ada satu pun kekuatan di dunia ini yang sanggup menghalangi-Nya.

Sementara itu, merujuk pada buku Manfaat Dahsyat Dzikir Asmaul Husna karya Syaifurrahman El Fati, saat membaca atau mengamalkan Al Jabbar sebagai doa maupun zikir harian, umat Islam dianjurkan untuk menanggalkan kata "Al" di depannya sehingga dibaca menjadi "Ya Jabbar".

ADVERTISEMENT

Doa dan Zikir Al Jabbar

Mengutip sumber yang sama, terdapat beberapa versi bacaan doa serta zikir yang memuat nama Al Jabbar yang dapat dipraktikkan oleh umat Islam:

1. Doa Al Jabbar (Versi QS Al-Hasyr: 23)

Bacaan ini bersumber dari potongan ayat Al-Qur'an yang mengagungkan kebesaran Allah SWT:

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلْمُؤْمِنُ ٱلْمُهَيْمِنُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْجَبَّارُ ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Arab-latin: Huwallāhullażī lā ilāha illā huw, al-malikul-quddụsus-salāmul-mu`minul-muhaiminul-'azīzul-jabbārul-mutakabbir, sub-ḥānallāhi 'ammā yusyrikụn

Artinya: "Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan."

2. Doa Al Jabbar (Berdasarkan Hadits Nabi SAW)

Doa ini mengutip hadits riwayat Imam Bukhari dari sahabat Sa'id Al-Khudri RA mengenai kekuasaan Allah SWT di hari kiamat kelak:

تَكُونُ الأَرْضُ يَوْMَ القِيَامَةِ خُبْزَةً وَاحِدَةً يَتَكَفَّؤُهَا الجَبَّارُ بِيَدِهِ كَمَا يَكْفَأُ أَحَدُكُمْ خُبْزَتَهُ فِى السَّفَرِ نُزُلًا لِأَهْلِ الجَنَّةِ

Arab-latin: Takūnu al-arḍu yawma al-qiyāmati khubzah wāḥidah yatakaffauhu al-jabbāru biyadihi kamā yakfa'u aḥadukum khubzatahu fī al-safari nuzulan li'ahli al-jannah.

Artinya: "Pada hari kiamat nanti, bumi ini bagaikan sebuah roti yang diperlakukan oleh Allah Al-Jabbar (Yang Maha Kuasa sesuka-Nya) sebagaimana salah seorang di antara kamu yang memperlakukan rotinya ketika sedang dalam safar (perjalanan), sebagai hidangan bagi ahli surga." (HR Bukhari)

3. Zikir Al Jabbar

Mengutip buku Keutamaan Dzikir dan Doa Asmaul Husna karya Hamid Sakti Wibowo dan Mustaqim, terdapat pula kalimat zikir ringkas yang menggabungkan dua nama keagungan Allah SWT:

يَا جَبَّارُ مُتَكَبِّرُ

Arab-latin: Ya Jabbar Mutakabbir

Artinya: "Wahai Yang Maha Perkasa dan Memiliki Segala Kebesaran."

Kata Mutakabbir bermakna Dzat yang memiliki kesombongan dan kebesaran yang hakiki. Kebesaran dan kesombongan tersebut merupakan 'pakaian' khusus milik Allah SWT yang tidak boleh disombongkan atau dikenakan oleh hamba-Nya yang lemah.

Keutamaan Mengamalkan Zikir "Ya Jabbar"

Keagungan nama Al Jabbar membawa hikmah besar bagi kehidupan seorang muslim. Sebagaimana dijelaskan oleh Rizem Aizid dalam bukunya Melawan Stroke dan Penyakit Jantung: Keampuhan Dzikir Harian, sifat Al Jabbar mengajarkan umat Islam untuk senantiasa bertawakal dan menggantungkan segala harapan, cita-cita, serta jalan keluar masalah hanya kepada Allah SWT semata.

Adapun tata cara amalan harian yang disarankan adalah:

  • Membaca zikir "Ya Jabbar" sebanyak 237 kali setiap hari, yakni pada waktu pagi dan sore hari.
  • Ditimbangi dengan ikhtiar dan doa yang tulus.

Meskipun begitu, cara tersebut tidak mutlkak harus diterapkan sebanyak 237 kali. Hanya saja lebih banyak lebih baik.

Dengan senantiasa memanjatkan zikir ini, insyaallah Allah SWT akan memberikan perlindungan ekstra dari berbagai perbuatan, kejahatan, atau marabahaya yang tidak diinginkan.

Wallahu a'lam bishawab.



(hnh/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads